Tentang Wali Allah

Dari Abu Hurairah ra., dia berkata, bahwa Rasulullah saw. bersabda : “Sesungguhya Allah Ta’ala berfirman : ‘Barangsiapa yang memusuhi Wali-Ku maka Aku telah mengumumkan perang dengannya. Tidak ada taqarrubnya seorang hamba kepada-Ku yang lebih aku cintai kecuali dengan beribadah dengan apa yang telah Aku wajibkan kepadanya. Dan hamba-Ku yang selalu mendekatkan diri kepada-Ku dengan nawafil (perkara-perkara sunnah) maka Aku akan mencintainya dan jika Aku telah mencintainya maka Aku adalah pendengarannya yang dia gunakan untuk mendengar, penglihatannya yang dia gunakan untuk melihat, tangannya yang digunakannya untuk memukul dan kakinya yang digunakan untuk berjalan. Jika dia meminta kepada-Ku niscaya akan Aku berikan dan jika dia minta perlindungan dari-Ku niscaya akan Aku lindungi.’ ” (HR. Bukhari)

 

Bahwa Umar bin Khatthab berkata, Nabi saw. bersabda: “Sesungguhnya di antara hamba-hamba Allah terdapat beberapa manusia yang bukan para Nabi dan bukan orang-orang yang mati syahid. Para Nabi dan orang-orang yang mati syahid merasa iri kepada mereka pada hari Kiamat karena kedudukan mereka di sisi Allah Ta’ala.” Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah engkau akan menceritakan kepada kami siapakah mereka?” Beliau bersabda: “Mereka adalah orang-orang yang saling mencintai dengan ruh dari Allah tanpa ada hubungan kekerabatan di antara mereka, dan tanpa adanya harta yang saling mereka berikan. Demi Allah, sesungguhnya wajah mereka adalah cahaya, dan sesungguhnya mereka berada di atas cahaya, tidak merasa takut ketika orang-orang merasa takut, dan tidak bersedih ketika orang-orang merasa bersedih.” Dan beliau membaca ayat ini: “Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (QS. Yunus : 62).” (HR. Abu Dawud)

Wali Allah

Wahai sekalian manusia! Dengar, pahami dan ketahuilah bahwa Allah Azza wa Jalla memiliki hamba-hamba, mereka bukan para Nabi ataupun Syuhada’ (orang-orang yang mati syahid), akan tetapi para Nabi dan Syuhada’ merasa iri pada mereka karena tempat dan kedekatan mereka dengan Allah pada hari Kiamat”. Kemudian, salah seorang Badui datang, dia berasal dari pedalaman jauh dan menyendiri, dia menunjuk tangannya ke arah Nabi saw. seraya berkata: “Wahai Nabi Allah! Sekelompok orang yang bukan para Nabi ataupun Syuhada’ tetapi para Nabi dan Syuhada’ merasa iri kepada mereka karena kedudukan dan kedekatan mereka dengan Allah, sebutkan ciri-ciri mereka untuk kami?” Wajah Rasulullah saw. bergembira karena pertanyaan orang Badui itu, lalu Rasulullah saw. bersabda: “Mereka adalah orang-orang yang berasal dari berbagai penjuru dan orang-orang asing, diantara mereka tidak dihubungkan oleh kekerabatan yang dekat, mereka saling mencintai karena Allah dan saling tulus ikhlas, Allah menempatkan untuk mereka mimbar-mimbar dari cahaya pada hari Kiamat, Allah mendudukan mereka diatasnya, Allah menjadikan wajah-wajah mereka bercahaya, pakaian-pakaian mereka bercahaya, orang-orang ketakutan pada hari Kiamat sementara mereka tidak ketakutan, mereka adalah para wali-wali Allah yang tidak takut dan tidak bersedih hati.” (HR. Ahmad)

 

Sesungguhnya riya yang paling ringan pun sudah terhitung syirik, dan sesungguhnya orang yang memusuhi Wali Allah maka dia telah menantang bertarung dengan Allah. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang baik lagi bertakwa dan tidak dikenal, yaitu orang-orang yang apabila menghilang maka mereka tidak dicari-cari, dan jika mereka hadir maka mereka tidak dikenal, hati mereka ibarat lentera-lentera petunjuk yang muncul dari setiap bumi yang gelap.” (HR. Ibnu Majah)

pelita_by_gambaran

Sesungguhnya wali-wali yang terbaik menurutku adalah orang mukmin yang ringan kondisinya (miskin), gemar mendirikan shalat, beribadah kepada Rabb-nya dengan baik, menaati-Nya dikala sepi, tidak dikenali orang, tidak ditunjuk dengan jari (jumlahnya sedikit), rezekinya pas-pasan lalu dia selalu bersabar dengan kondisinya”. Setelah itu, beliau mematok-matokkan tangannya seraya bersabda: “Kematiannya dipercepat, sedikit orang yang menangisi kematiannya dan harta warisannya pun sedikit.” (HR. Tirmidzi)

 

Semoga bermanfaat.

 

(Rujukan: http://talimulquranalasror.blogspot.my)

Melazimi 7 Zikir Pembuka Pintu Rezeki

1. Memperbanyak Membaca “La hawla Wala Quwwata Illa billah “

    Barangsiapa yang lambat datang rezekinya hendaklah banyak
mengucapkan “La hawla Wala  Quwwata Illa billah ( HR. At Tabrani )2. Membaca ” La Ilaha Illallahul Malikul Haqqul Mubin”
Barangsiapa setiap hari membaca La ilaha illallahul malikul haqqul mubin maka
bacaan itu  akan menjadi keamanan dari kefakiran dan menjadi penenteram dari rasa
takut dalam kubur  (HR. Abu Nu’aim dan Ad Dailami).3. Melazimkan BerIstighfar
“Barangsiapa melazimkan beristighfar niscaya Allah akan mengeluarkan dia dari
segala kesusahan dan  memberikan rezki dari arah yang tidak diduga-duga”
( HR. Ahmad, Abu Dawud dan Ibnu Majjah )

4. Membaca Surat Al-Ikhlas
“Barangsiapa mmbaca Surat Al Ikhlas ketika masuk rumah maka berkah bacaan
menghilangkan kefakiran dari penghuni rumah dan tetangganya ( HR. AtTabrani )

Plitvice_Lake
5. Membaca Surat Al-Waqiah
“Barangsiapa mmbaca surat AlWaqiah setiap malam, maka tidak akan ditimpa
kesempitan hidup”  (HR. Al-Baihaqi dalam Syu’ab AlIman)6. Memperbanyak Selawat Atas Nabi
“Ubay Bin Ka’ab meriwayatkan , bila telah berlalu sepertiga malam,
Rasulullah Salallahu’alaihiwassalam berdiri seraya bersabda : “Wahai Manusia
Berdzikirlah mengingat Allah, berdzikirlah mengingat Allah. Akan datang tiupan
(sangkakala kiamat) pertama, kemudian diiringi tiupan kedua. Akan datang
kematian dan segala kesulitan didalamnya”7. Membaca Subhanallah wabihamdihi Subhanallahil adziim
…dari setiap kalimat itu seorang malaikat yg bertasbih kepada Allah Ta’ala
sampai hari kiamat yang pahala tasbihnya itu diberikan untukmu”
(HR. Al-Mustagfiri dalam Ad-Da’awat)

Sumber : -Ihya Ulumiddin – Imam AL GHAZALI
Saduran

(Rujukan: http://www.melurhasanah.com/)

Cara Tolak Bala

Sedekah adalah penolak bala, penyubur pahala, dan melipat gandakan rezeki; sebutir benih menumbuhkan tujuh ulir, yang pada tiap-tiap ulir itu terjurai seratus biji. Ertinya, Allah yang Maha Kaya akan membalasnya hingga tujuh ratus kali lipat. Masya Allah!

Sahabat, betapa dahsyatnya sedekah yang dikeluarkan di jalan Allah yang disertai dengan hati ikhlas, sampai-sampai Rasul sendiri membuat perbandingan. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik,
Rasulullah SAW bersabda, “Allah SWT menciptakan bumi, maka bumi pun bergetar. Lalu Allah pun menciptakan gunung dengan kekuatan yang telah diberikan kepadanya, ternyata bumi pun terdiam. Para malaikat tertanya-tanya akan penciptaan gunung tersebut. Kemudian mereka bertanya, ‘Ya Rabbi, adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari pada gunung?’. Allah menjawab, ‘ Ada , yaitu besi’. Para malaikat pun kembali bertanya, ‘Ya Rabbi adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari besi?’.Allah menjawab, ‘ Ada , yaitu api’.

Bertanya kembali para malaikat, ‘Ya Rabbi adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari api?’. Allah menjawab, ‘ Ada , yaitu air’. ‘Ya Rabbi adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari air?’ tanya para malaikat.

Allah pun menjawab, ‘ Ada , yaitu angin’. Akhirnya para malaikat bertanya lagi, ‘Ya Allah adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih dari semua itu?’.Allah yang Maha kaya menjawab, ‘ Ada , yaitu amal anak Adam yang mengeluarkan SEDEKAH dengan tangan kanannya sementara tangan kirinya tidak mengetahuinya’ .”
Subhanallah…

 Zhangjiajie National Forest Park, China 4

Pengertian Sedekah: Terdapat dua jenis sedekah iaitu sedekah wajib dan sedekah sunat. Sedekah wajib ialah zakat yang perlu ditunaikan bila cukup syarat-syaratnya. Sedekah sunat ialah tidak terikat kepada apa-apa syarat, terpulang kepada keikhlasan orang yang hendak bersedekah.

Apa pun bersedekah mempunyai kelebihan atau fadilat yang tertentu:

Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, Rasulullah s.a.w bersabda yang bermaksud: “Jagalah dirimu daripada api neraka meskipun hanya dengan sedekah separuh biji kurma. Jika tidak dapat (bersedekah benda) dengan kalimah tayyibah (perkataan yang baik)”.

Diriwayatkan oleh At-Tabrani, Anas berkata Rasulullah s.a.w bersabda yang bermaksud: “Bersedekahlah kamu kerana sedekah itu sebagai penebusmu (pembebasanmu) daripada api neraka”.

Diriwayatkan oleh Baihagi, Abu Hurairah berkata, “Sesiapa yang memberi makan kepada orang mukmin (makanan keinginannya) Allah mengharamkannya daripada api neraka”.

Diriwayatkan oleh Al-Haqadai, Abu Hurairah berkata, Rasulullah s.a.w bersabda yang bermaksud, “Sedekah itu dapat mengelakkan suul khatimah (mati dalam keadaan yang tidak baik)”.

Diriwayatkan oleh At-Thabrani, Uqbah bin Amir berkata Rasulullah s.a.w pernah bersabda yang bermaksud, “Sedekah itu dapat mengelakkan pemberinya daripada kepanasan kubur dan pada hari kiamat seseorang itu hanya berlindung di bawah naungan sedekahnya”.

Diriwayatkan oleh Abu Daud At-Tirmizi, Abu Said al-Khudri berkata, “Setiap orang mukmin yang memberi makan kepada orang yang lapar maka Allah memberinya buah-buahan syurga pada hari kiamat. Setiap mukmin yang memberi minuman pada orang yang haus maka Allah akan memberinya minum daripada ar-Rahigil Makhtum pada hari kiamat dan setiap mukmin yang memberi pakaian kepada mukmin yang bertelanjang, Allah akan memberinya pakaian perhiasan syurga pada hari kiamat.”

Bagaimanapun bersedekahlah kerana Allah bukan kerana sebab untuk berasa riak atau menunjuk-nunjuk. Sebaik-baiknya apa yang disedekahkan oleh tangan kanan tidak akan diketahui oleh tangan kiri, begitu juga sebaliknya.

“Katakanlah wahai Muhammad sesungguhnya Tuhan-Ku memewahkan rezeki bagi sesiapa yang dikehendaki-Nya antara hamba-Nya dan Ia juga yang menyempitkan baginya, dan apa saja yang kamu dermakan maka Allah akan menggantikannya dan Dia sebaik-baik pemberi rezeki” (Saba’ – 39).

Sedekah itu menghapuskan kesalahan seperti air memadamkan api” (Hadis Riwayat At Tirmidzi)

Sedekah membersihkan harta dan menyucikan diri kita.

“Ambil sedekah daripada harta mereka untuk membersihkan dan menyucikan mereka dan doakanlah mereka. Sesungguhnya doa engkau itu menjadi ketenangan hati mereka. Allah maha mendengar lagi maha mengetahui” (At Taubah-103).

Ganjaran Bersedekah

Rasulullah SAW menganjurkan kepada kita umatnya untuk memperbanyak sedekah, hal itu dimaksudkan agar rezeki yang Allah berikan kepada kita menjadi berkah.

Allah memberikan jaminan kemudahan bagi orang yang bersedekah, ganjaran yang berlipat ganda (700 kali) dan ganti, sebagaiman firman-Nya dan sabda Rasulullah SAW, sbb:

  • Allah Ta’ala berfirman, “Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertaqwa dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (surga) maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah”. {Qs. Al Lail (92): 5-8}
  • Allah Ta’ala berfirman, “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh butir, pada tiap-tiap butir seratus biji. Dan Allah Maha Luas (Kurnia-Nya) lagi Maha Mengetahui”. {Qs. Al Baqarah (2): 261}
  • Rasulullah SAW bersabda, “Setiap awal pagi, semasa terbit matahari, ada dua malaikat menyeru kepada manusia di bumi. Yang satu menyeru, “Ya Tuhan, karuniakanlah ganti kepada orang yang membelanjakan hartanya kepada Allah”. Yang satu lagi menyeru “Musnahkanlah orang yang menahan hartanya”.

Tolak Bala dengan Sedekah

Orang-orang yang berfirman sangat sadar dengan kekuatan sedekah untuk menolak bala, kesulitan dan berbagai macam penyakit, sebagaimana sabda Rasulullah SAW, sbb:

  • “Bersegeralah bersedakah, sebab yang namanya bala tidak pernah mendahului sedekah”
  • “Belilah semua kesulitanmu dengan sedekah”
  • “Obatilah penyakitmu dengan sedekah”

Banyak dari kita yang sudah mengetahui dan memahami perihal anjuran bersedekah ini, namun persoalannya seringkali kita teramat susah untuk melakukannya karena kekhawatiran bahwa kita salah memberi, sebagai contoh kadang kita enggan memberi pengemis/pengamen yang kita temui di pinggir jalan dengan pemikiran bahwa mereka pengemis menjadikan meminta-minta sebagai profesinya, tidak mendidik, dll. Padahal sesungguhnya prasangka kita yang demikian adalah bisikan-bisikan setan laknatullah yang tidak rela melihat kita berbuat baik (bersedekah), sebaiknya mulai saat ini hendaknya kita hilangkan prasangka-prasangka yang demikian karena seharusnya sedekah itu kita niatkan sebagai bukti keimanan kita atas perintah Allah dan rasul-Nya yang menganjurkan umatnya untuk gemar bersedekah.

Masalah apabila ternyata kemudian bahwa sedekah yang kita beri kepada pengemis/pengamen tadi tidak tepat sasaran, bukan lagi urusan kita, karena sedekah hakekatnya adalah ladang amal bagi hamba-hamba Allah yang bertaqwa. Pengemis/pengamen/fakir miskin lainnya adalah ladang amal bagi orang yang berkecukupan, dapat kita bayangkan andaikata tidak ada lagi orang-orang tersebut, kepada siapa lagi kita dapat beramal (bersedekah) ???

Atau kalau kita termasuk orang yang tidak suka memberi sedekah (kepada pengemis/pengamen/fakir miskin) dengan berbagai alasan dan pertimbangan maka biasakanlah bersedekah dengan menyiapkan sejumlah uang sebelum sholat Jum’at dan memasukkannya ke kotak-kotak amal yang tersedia dan biasakanlah dengan memberi sejumlah minimal setiap Jum’at, misalnya Jum’at ini kita menyumbang Rm10  ke kotak amal maka sebaiknya Jum’at berikutnya harus sama, syukur-syukur bisa lebih dan terutama harus diiringi dengan keikhlasan.

Sedekah anda, walaupun kecil tetapi amat berharga di sisi Allah Azza Wa Jalla. Orang yang bakhil dan kikir dengan tidak menyedahkan sebagian hartanya akan merugi di dunia dan akhirat karena tidak mendapat keberkahan. Jadi, sejatinya orang yang bersedekah adalah untuk kepentingan dirinya. Sebab menginfaqkan (belanjakan) harta akan memperoleh berkah dan sebaliknya menahannya adalah celaka. Tidak mengherankan jika orang yang bersedekah diibaratkan orang yang berinvestasi dan menabung di sisi Allah dengan jalan meminjamkan pemberiannya kepada Allah. Balasan yang akan diperoleh berlipatganda. Mereka tidak akan rugi meskipun pada awalnya mereka kehilangan sesuatu.

Sedekah yang pahalanya terus mengalir

Dari Abu Hurairah RA, bahwa sesungguhnya Rasulullah SAW telah bersabda: “Bila seorang hamba telah meninggal, segala amalnya terputus, kecuali tiga hal: amal jariah, ilmu yang bermanfaat atau anak shalih yang mendo’akannya” (HR. Bukhari, dalam Adabul Mufrad)

Berikut contoh konkrit, sadaqah (amal) jariah, yang pahalanya terus mengalir walaupun si pemberi sadaqah telah wafat:

  1. Berikan Al-Quran pada seseorang, setiap saat Al-Quran tersebut dibaca, anda mendapatkan kebaikan.
  2. Ajarkan seseorang sebuah do’a. Pada setiap bacaan do’a itu, anda mendapatkan kebaikan.
  3. Sumbangkan kursi roda ke RS dan setiap orang sakit menggunakannya, anda mendapatkan kebaikan.
  4. Tanam sebuah pohon. Setiap seseorang atau haiwan berlindung di bawahnya atau makan buahnya, anda mendapatkan kebaikan.
  5. Tempatkan pendingin air di tempat umum.
  6. Berbagi bacaan yang membangun dengan seseorang.
  7. Libatkan diri dalam pembangunan mesjid.
  8. Berbagi CD Quran atau Do’a.
  9. Bantulah pendidikan seorang anak.
  10. Bagikan pengetahuan ini dengan orang lain. Jika seseorang menjalankan salah satu dari hal di atas, Anda dapat kebaikan sampai hari Qiamat.

Dari Abdullah bin ‘Amru ra, Rasulullah SAW bersabda: “Sampaikanlah pesanku walaupun hanya satu ayat“.

 

(Rujukan: http://aura-hikmah.blogspot.my/)

Penyakit Jantung – Ubat Penyelesaian Terbaik Yang Baru Ditemui

Bagaimana memastikan saluran darah anda lancar dan tidak tersumbat?

Akibat Saluran Darah Tersumbat:
1. Penyakit jantung.
2. Stroke.
3. Darah Tinggi.
4. Mati mengejut akibat darah tidak sampai ke otak.

Kaedah Rawatan:

1. Ubat-ubatan hospital:
– Mengembangkan saluran darah (Ubat Penyekat ACE)
– Mencairkan darah (Ubat Aspirin)
Kesan:
– ACE: Lead to penyakit batuk kering dan pening.
– Aspirin: Lead to penyakit ulser perut dan muntah2.

2. Pembedahan Pintasan Jantung – kos mencecah RM 25k – RM50k.
Kesan: Kalau pembedahan, paham-paham la…

3. Pembedahan pemulihan Saluran Darah (Angioplasti) – Kos mencecah RM25k – RM 40k.
Kesan: Bila dikatakan bedah, dah tak normal lagi dah badan kita.

Kos Perubatan Berkaitan Saluran Darah!
4. Nitrik Oksida (NO)
– Membantu mencairkan plak darah dan mencegah pembentukan plak darah.
Kesan:
– 100% tiada kesan sampingan.
– Tanpa hormon.
– Tanpa bahan kimia.

Dapat dilihat daripada perbandingan di atas, penggunaan Nitrik Oksida merupakan kaedah terbaik bagi memperbetulkan peredaran darah di dalam badan kita. Jadi, berhentilah daripada menggunakan kaedah 1, 2 dan 3 yang memakan kos berpuluh-puluh ribu. Gunakan LiveXtra untuk memperbetulkan saluran darah anda.

Harga serendah RM 102.80 SAHAJA! (Brapa banyak anda boleh save tu)

LiveXtra
Terbukti BERKESAN di mana LiveXtra ni menghasilkan gas nitrik oksida yg boleh menyucikan segala lemak2 yg menyekat saluran darah, mengenyalkan semula saluran darah kita supaya darah boleh flow dgn lancar. Once minum akan terasa haba panas sikit coz tindakbalas pada proses yg sdg berlaku dlm badan. Apa yg pasti livextra ni berkesan utk mereka yg ada masalah berkaitan dgn jantung dan saluran darah. Sgt digalakkan minum 2 peket sehari dan kombinasi livextra yg bagus adalah dgn air ro dan supplements EPA DHA yg berfungsi utk rendahkan tahapnya kolestrol dlm bdn dan perkembangan memori.

Sila PM atau hubugi nombor di bawah untuk tempahan (di mana-mana sahaja di DUNIA) ;-).

Untuk Tempahan:
☏ +6019-605 0509 (Shah) – WA/SMS/Call/WC atau emailkan ke mahmudshah.apex@gmail.com


Testimoni 3

Testimoni 1

Testimoni 2

Air Sihat vs Air Sakit

Assalammu’alaikum wbt dan Selamat Pagi.

Tiga hari lepas aku telah menjalankan suatu ujikaji air paip kita di rumah dengan menggunakan ujian elektrolisis. Sesiapa yang pernah amik kimia taulah ujian ni. Ujian anod dan katod. Gunanya adalah untuk melihat/ menzahirkan kandungan logam berat terlarut di dalam air paip kita yang kita minum sehari-hari.

Ujian ini dilaksanakan dengan perbandingan 3 jenis air iaitu air paip, air daripada filter (penapis) biasa dan air daripada filter osmosis songsang (riverse osmosis). Yang aku perhatikan, ketiga-tiga jenis air ini adalah sama dari segi fizikalnya. Jernih, bTDS Meterersih dan kalau nak minum tada hal lah. 🙂

Ujian dilakukan. Mula-mula aku guna TDS Meter untuk melihat kadar pepejal terlarut yang ada dalam ketiga-tiga air ini. Damn! Nak tau tak apa resultnya?

1. Air Paip Biasa: 50 ppm
2. Air Penapis biasa: 60 ppm
3. Air penapis R.O.: 0 ppm ?

Ish, aku tak percaya ni. Takkan penapis biasa (- ala yang biru2 yg murah selalu ada kat ofiz tula…) lagi tinggi TDS berbanding air paip? Baik minum air paip je kan. 😉

Then, aku terus lagi buat ujian yang kedua. Ujian mem’fizikal’kan logam terlarut dalam ketiga-tiga air paip tersebut. Damn again! Aku amat terkejut dgn resultnya. Result yang aku tak sangka betullah. Air paip hitam macam kopi dgn keruh tahap gaban, air penapis biasa hijau kehitaman pun keruh tahap gaban manakala air R.O. pergghhh… masih jernih, langsung tak ada pepejal terlarut. Dasyat juga penangan air RO ini ya.

Aku membayangkan yang selama ini dari kecik sampai besar minum air paip biasa yang dimasak. Ntah berapa banyak logam terlarut ntah yang masuk dalam badan aku selama ini. Air yang jernih, mungkin kita sanggup minum, kalau air jernih yang kiUjian Elektrolisista minum tu rupa asalnya macam gambar air kopi kat bawah tu mcam mana ya? Sanggup tak kita minum? Yachhhhhhhhhhhhh!

Kalau anda tak percaya, kami boleh tunjuk demonstrasi air yang anda gunakan di rumah sehari-hari, even yang ada penapis. Free demo, takyah bayar apa2. Kami nak pupuk kesedaran peri pentingnya air yang sihat.

No wonder, org sekarang ramai yang kena penyakit pelik2. Dari air minuman dan makanan kita rupanya. Ntah brapa Tonne logam berat yang masuk sejak dari kecik ya. Kesian buah pinggang kita.

Jika berminat nak tahu lebih lanjut, hubungi di +6019 6050509 (Shah) – call/ msg/ whatsapp untuk temujanji – di mana sahaja.

Gunakan R.O. Water untuk jaminan kesihatan dan kehidupan anda. Ingatlah bahawa punca segala penyakit adalah daripada perut.Keputusan Ujian

Nabi Adam AS BERSELAWAT ketika memohon keampunan Allah


Sungguh kejadian yang sangat luar biasa ketika Nabi Adam as juga mengucapkan selawat Nabi kala sedang memohon pengampunan akibat dosa yang dilakukannya.

Hal ini dibuktikan oleh hadits Rasulullah SAW di bawah:

Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda,
“Ketika Nabi Adam as telah berbuat dosa dengan yang telah dilakukannya itu, ia mengangkat kepalanya ke langit sambil berdoa.”

Nabi Adam as berkata,
“Aku bermohon demi hak Muhammad, ampunilah dosaku.”

Mendengar doa Nabi Adam as, Alloh SWT mewahyukan kepada Adam.
Alloh SWT bertanya; “Siapa Muhammad itu?”
“Maha Mulia AsmaMu, dan di situ tertulis Laa Ilaaha Illallooh Muhammad Rosulullah,” jawab Adam as.

Adam berkata lagi,
“Dari situ, maka tahulah aku bahwa tidak ada seorang pun yang lebih besar kedudukannya di hadapanMu selain orang yang namanya bersama namaMu.”

Alloh SWT mewahyukan kepada Adam,
“Hai Adam, sesungguhnya ia adalah Nabi yang terakhir dari keturunanmu. Kalau tidak ada dia, Aku TIDAK MENCIPTAKAN kamu.”

(Rujukan: http://kisahislamiah.blogspot.my/)

Kehebatan Pengamal Surah Al-Ikhlas

Ada suatu kisah yang jarang ditulis diketahui, yaitu kisahnya 70 ribu Malaikat menutupi sinar matahari. Apa sebenarnya yang dilakukan oleh hamba Allah tersebut hingga sebanyak itu malaikat turun ke langit saf pertama dan menutupi matahari?

Kisah ini diriwayatkan oleh Anas bin Malik ra.


Pada suatu pagi, Rasulullah SAW bersama dengan sahabatnya Anas bin Malik ra melihat suatu keanehan di pagi itu. Bagaimana tidak, matahari terlihat begitu redup dan kurang bercahaya seperti biasanya.Tak lama kemudian, Rasulullah SAW dihampiri oleh malaikat Jibril.

Rasulullah SAW bertanya kepada malaikat Jibril,

“Wahai Jibril, kenapa matahari pagi ini terbit dalam keadaan redup? Padahal tidak mendung?”

“Ya Rasulullah, matahari ini nampak redup karena terlalu banyak sayap para malaikat yang menghalanginya,” jawab Jibril.

Rasulullah SAW bertanya,

“Wahai Jibril, berapa jumlah malaikat yang menghalangi matahari saat ini?”

“Ya Rasulullah, 70 ribu malaikat,” jawab Jibril.Rasulullah SAW bertanya,

“Apa gerangan yang menjadikan malaikat menutupi matahari?”

Kemudian Malaikat Jibril menjawab,

“Ketahuilah wahai Rasulullah, sesungguhnya Allah SWT telah mengutus 70 ribu malaikat agar membacakan shalawat kepada salah satu umatmu.”

“Siapakah dia, wahai Jibril?” tanya Rasul SAW.

“Dialah Muawiyah.”Rasulullah SAW bertanya,

“Apa yang telah dilakukan oleh Muawiyah sehingga saat ia meninggal mendapatkan kemuliaan yang sangat luar biasa ini?”

Malaikat Jibril menjawab,

“Ketahuilah wahai Rasulullah, sesungguhnya Muawiyah itu semasa hidupnya banyak membaca Surat Al Ikhlas di waktu malam, siang, pagi, waktu duduk, waktu berjalan, waktu berdiri, bahkan dalam setiap keadaan selalu membaca Surat Al Ikhlas.”Malaikat Jibril melanjutkan penuturannya,

“Dari itulah Allah SWT mengutus sebanyak 70 ribu malaikat untuk membacakan shalawat kepada umatmu yang bernama Muawiyah tersebut.”

Mari sahabat, perbanyaklah membaca Surat Al Ikhlas, agar kelak malaikat membacakan shalawat pula untuk kita.

(Rujukan: http://kisahislamiah.blogspot.my/)

Pengakuan Iblis Laknatullah kepada Nabi Isa AS

Iblis secara terang-terangan mengaku kepada Nabi Isa a.s bahwa dirinya akan menyesatkan manusia dengan kesenangan dunia dan mengelabui manusia agar menajadikan Nabi Isa a.s sebagai Tuhan.

Kisahnya.

Semua pasti mengetahui bahwa Nabi Isa a.s adalah seorang Rasul yang lahir dari seorang ibu bernama Maryam dan tanpa ayah, akan tetapi bukan karena zina. Ketika usia kandungan Maryam semakin dekat pada hari kelahiran, ia keluar dari daerah pengasingannya untuk menyelamatkan diri. Karena merasa sakit, Maryam membaringkan diri, dan pada saat itulah lahir seorang bayi, dialah Isa binti Maryam.

Beberapa hari setelah kelahirannya, Nabi Isa a.s dibawa pulang ke kampung ibunya. Orang kampung saling berdatangan untuk melihat putra Maryam. Mereka mencemuh Maryam karena membawa bayi tanpa ayah. Mereka menuduhnya berbuat zina, padahal ia berasal dari keluarga baik-baik. Maryam tidak menanggapi tuduhan itu, akan tetapi memberi isyarat kepada bayinya.

Pertemuan Nabi Isa a.s dan Iblis.

Pada saat usia 30 tahun, Nabi Isa a.s sering pergi ke luar rumah untuk mengasingkan diri dari keramaian, membersihkan nurani dan mencari pencerahan jiwa. Ketika menuju ke Bukit Zaitun, Nabi Isa a.s. jatuh terduduk dekat sebuah batu besar dan merasa lapar. Tiba-tiba saja ada yang datang menghampirinya, lalu memintanya menjadikan batu besar itu roti.

“Aku mampu menjadikan batu besar itu menjadi roti, niscaya kamu tidak akan kelaparan,” kata orang yang datang itu yang tak lain adalah iblis.

“Aku tidak akan meminta pertolongan kepadamu. Kebesaran Tuhan hanya ada pada Allah,” kata Nabi Isa a.s.

Iblis lalu pergi setelah tidak berhasil membujuk Nabi Isa a.s. Setelah kepergian iblis itu, Nabi Isa mengucapkan syukur kepada Allah karena telah ditetapkan imannya sehingga tidak terperdaya oleh bujuk rayu iblis.

Ketika berada di bukit Zaitun, Nabi Isa bersujud dan bersyukur karena selamat dari godaan iblis. Tidak lama kemudian, Malaikat Jibril mendatanginya lalu menyampaikan tugas kenabian dan kerasulannya.

Iblis tidak hanya berhenti di situ saja, suatu saat iblis ini membawa Nabi Isa ke atas Baitullah di Yerusalem.

“Wahai kekasih Allah, jika engkau ingin dakwahmu mudah dan diterima orang-orang, maka mintalah engkau kepada Tuhanmu untuk dijatuhkan dari tempat tinggi, maka Allah akan mengutus malaikat untuk melindungimu dari cedera,” kata Iblis. Nabi Isa a.s yang mengerti maksud jahat dari Iblis itu, maka ia tidak menuruti permintaannya.

Tipu Daya Iblis.

“Wahai laknatullah, akau tahu jika engkau sedang membujukku. Bnayak orang yang hanya senang melihat mukjizatku tapi sedikit yang akan beriman kepada Allah,” jelas Nabi Isa a.s.

Riwayat lain dari Ibnu Abbas menjelaskan bahwa iblis pernah bertemu dengan Nabi Isa di pintu Baitul Maqdis di Palestina.

“Wahai makhluk terlaknat, ceritakan kepadaku apa yang kamu perbuat terhadap umat Musa,” tanya Nabi Isa.

“Wanita Yahudi aku jadikan menguasai mereka,” jawab Iblis.

“Kemudian apa yang akan kamu perbuat terhadap umatku?” tanya Nabi Isa.

“Mereka saya perintah agar menjadikan kamu sebagai Tuhan,” jawab Iblis.

“Lantas apa yang kamu lakukan terhadap umat Muhammad SAW?” tanya Nabi Isa lagi.

Saya tidak mampu menggoda mereka, akan tetapi mereka saya rayu senang terhadap wang, dinar, dan dirham, sehingga mereka lebih menyenangi hal itu daripada lafadz Laa Ilaaha Illallah,” jelas iblis.

Pada akhir dialog, Nabi Isa a.s melihat punggung iblis tercabik-cabik dan terputus-putus.
Nabi Isa a.s bertanya:

“Lalu kenapa punggungumu mengalami hal seperti itu?”.

“Adapun sesuatu yang dapat membuat punggungku terputus adalah seorang hamba yang shalat sunnah di rumahnya baik sendiri atau dengan jamaah dan yang membuat badanku hancur adalah suara kuda perang di jalan Allah,” jawab iblis.

Mengetahui helah iblis dalam menggoda umatnya, Nabi Isa AS dengan tegas menyatakan bahwa dirinya BUKANLAH Tuhan yang disembah. Beliau hanya seorang nabi dan rasul yang juga menyembah Allah SWT, Tuhan Sekalian Alam.

(Ibu Maryam tidak pernah berzina.
Nabi Isa a.s bukanlah Tuhan.
Nabi Isa a.s seorang Nabi dan Rasul dan pastinya diberi wahyu akan keberadaan seorang Nabi akhir zaman setelah sepeninggal Nabi Isa a.s.
Iblis selalu menggoda manusia sampai hari kiamat.)

(Rujukan: http://kisahislamiah.blogspot.my/)

Riwayat Nabi Idris AS

Kesalehan Nabi Idris as ternyata mampu mengalahkan kemampuan Iblis. Bahkan, hanya dengan sepucuk jarum jahit yang biasa digunakan untuk bekerja, dia mampu membuat mata Iblis menjadi buta.

Kisahnya

Nabi Idris as merupakan sosok nabi dan rasul yang terkenal kesalehannya. Beliau merupakan keturunan keenam dari Nabi Adam as. Beliau lahir 1.000 tahun setelah wafatnya Nabi Adam as. Nama aslinya adalah Ukhunuh. Namun karena tekun mempelajari ilmu agama dan kitab-kitab Allah, maka beliau dikenal dengan nama Idris.

Menurut riwayat, Nabi Idris as adaalah seorang nabi pertama yang paling pandai menulis dengan bahasa dan dapat membaca. Karena kemampuannya membaca itu, Allah SWT telah menurunkan 30 syahifah yang berupa petunjuk untuk disampaikan kepada umatnya yang terdiri dari keturunan Qabil yang merupakan putra Nabi Adam as yang durhaka kepada Allah SWT.

Pandai Menjahit

Selain terkenal karena kemampuannya dalam menulis dan membaca, beliau juga dikenal sebagai orang pertama yang mampu menunggang kuda, mengetahui ilmu bintang, pandai mengira serta memerangi orang yang durhaka kepada Allah SWT. Beliau juga adalah orang pertama yang pandai menggunting dan menjahit pakaian yang dibuat dari kulit binatang.

Kehidupan sehari-harinya selalu diisi dengan kegiatan beribadah kepada Allah SWT serta menolong orang miskin. Pada saat waktu luang beliau gunakan untuk menjahit pakaian. Biasanya apabila pakaian itu siap, dia akan memberikannya kepada orang yang miskin. Di samping itu, setiap hari dia tidak pernah lepas dari berpuasa.

Nabi Idris as tidak pernah lupa untuk berbakti dan beribadah kepada Allah SWT meskipun dia sibuk menhadapi tugas-tugas harian. Nabi Idris as juga seorang yang gagah, beliau memiliki kekuatan luar biasa. Karena itulah beliau dikenali sebagai “Asadul Usud” atau singa dari segala singa.

Dengan dikaruniai Allah SWT sifat gagah itu, Nabi Idris as mampu memerangi orang yang durhaka kepada Allah SWT. Karena itulah beliau dimuliakan Allah SWT seperti penjelasan dalam Surat Maryam ayat 56-57.

Allah SWT berfirman,

وَاذْكُرْ فِي الْكِتَابِ إِدْرِيسَ إِنَّهُ كَانَ صِدِّيقًا نَبِيًّا (٥٦)
وَرَفَعْنَاهُ مَكَانًا عَلِيًّا (٥٧)

56. dan Ceritakanlah (hai Muhammad kepada mereka, kisah) Idris (yang tersebut) di dalam Al Quran. Sesungguhnya ia adalah seorang yang sangat membenarkan dan seorang Nabi.
57. dan Kami telah mengangkatnya ke martabat yang tinggi.

Hal ini juga dikuatkan dalam surat Al Anbiya ayat 85-86. Allah SWT berfirman,

وَإِسْمَاعِيلَ وَإِدْرِيسَ وَذَا الْكِفْلِ كُلٌّ مِنَ الصَّابِرِينَ (٨٥)
وَأَدْخَلْنَاهُمْ فِي رَحْمَتِنَا إِنَّهُمْ مِنَ الصَّالِحِينَ (٨٦)

85. dan (ingatlah kisah) Ismail, Idris dan Dzulkifli. semua mereka Termasuk orang-orang yang sabar.
86. Kami telah memasukkan mereka kedalam rahmat kami. Sesungguhnya mereka Termasuk orang-orang yang saleh.

Menikam Mata Iblis

Selama masa hidupnya, Nabi Idris as sangat takwa dan saleh, ini yang membuat iblis dan setan iri hati. Pada suatu hari ketika Nabi Idris as sedang duduk menjahit baju, tiba-tiba dan entah darimana datangnya, muncullah seorang laki-laki di depan pintu rumahnya sambil memegang sebutir telur di tangannya.

Iblis yang menyamar sebagai lelaki itu berkata,
“Ya Nabiyullah, bisakah Tuhanmu memasukkan dunia ke dalam telur ini?
Sekilas Nabi Idris as melihat lelaki itu dan dia sudah mengetahui bahwa orang yang berada di hadapannya itu adalah iblis laknatullah yang sedang menyamar.

Nabi Idris as berkata,
“Kemarilah, mendekatlah kepadaku dan tanyalah yang engkau mau.”
Iblis menyangka dirinya pandai menyamar dan mendekat Nabi Idris as. Dia terlihat senang karena merasa penyamarannya tidak diketahui oleh Nabi Idris as.
Iblis berkata,
“Bisakah Tuhanmu memasukkan dunia ke dalam telur ini?”
“Jangankan memasukkan dunia ini ke dalam telur sebesar ini, bahkan ke dalam lubang jarumku ini pun Tuhanku berkuasa melakukannya,” jawab Nabi Idris as.


Lalu dengan secepat kilat Nabi Idris as menusuk mata iblis dengan jarumnya. Secepat kilat jarum itu mengenai matanya, dan iblis pun menjerit kesakitan. Dia terkejut dan tidak menyangka kalau Nabi Idris as akan mengetahui tipu dayanya.

Karena mata iblis tertusuk jarum Nabi Idris, maka matanya telah menjadi buta. Tanpa membuang waktu, iblis pun lari tunggang langgang hingga hilang dari pandangan Nabi Idris as.

(Rujukan: http://kisahislamiah.blogspot.my)

Lanjutan Perincian Mukjizat Nabi Muhammad SAW

Mukjizat Muhammad (bahasa Arab: معجزات محمد, Mu’jizati Muhammad) adalah kemampuan luar biasa yang diberikan Allah kepada Nabi Muhammad S.A.W untuk membuktikan kenabiannya.[1] Dalam Islam, mukjizat terjadi hanya karena izin Allah, di antara mukjizat Nabi Muhammad adalah Isra dan Mi’raj dalam tidak sampai satu hari. Selain itu, Nabi Muhammad juga pernah membelah bulan pada masa penyebaran Islam di Mekkah, wahyu Al-Qur’an, dan lain-lain.

Dalam hadits yang diriwayatkan Abu Hurairah dikatakan bahwa rasulullah bersabda, “Tidak ada seorang pun di antara para nabi kecuali mereka diberi sejumlah mukjizat yang di antaranya manusia beriman kepadanya dan mukjizat yang aku terima adalah wahyu. Allah mewahyukannya kepadaku. Maka aku berharap kiranya menjadi nabi yang paling banyak pengikutnya pada hari kiamat.”[2]

Menurut syariat Islam, tidak ada mukjizat yang diberikan Allah kepada seorang nabi melainkan mukjizat itu pun diberikan kepada Muhammad secara persis sama atau bahkan lebih hebat.[3] Seperti Sulayman yang sanggup berbicara kepada hewan, Isa yang dapat mengetahui rahasia hati umatnya dan seterusnya.

Pertanda

Tradisi Islam banyak menceritakan bahwa pada masa kelahiran dan masa sebelum kenabian, Nabi Muhammad sudah diliputi banyak irhasat (pertanda).[4] Muhammad dilahirkan pada tanggal 22 April 570 di kalangan keluarga bangsawan Arab, Bani Hasyim. Ibnu Hisyam, dalam Sirah Nabawiyah menuliskan Muhammad memperoleh namanya dari mimpi ibunya,[5] Aminah binti Wahab ketika mengandungnya. Aminah memperoleh mimpi bahwa ia akan melahirkan “pemimpin umat”. Mimpi itu juga yang menyuruhnya mengucapkan, “Aku meletakkan dirinya dalam lindungan Yang Maha Esa dari segala kejahatan dan pendengki.” Kisah Aminah dan Abdul Muthalib juga menunjukkan bahwa sejak kecil Muhammad adalah anak yang luar biasa.[6]

Berikut ini adalah irhasat yang terjadi pada saat sebelum, sesudah kelahiran dan masa kecil Muhammad:

Sebelum dan sesudah kelahiran

  • Aminah binti Wahab, ibu Muhammad pada saat mengandung Rasulullah Muhammad S.A.W tidak pernah merasa lelah seperti wanita pada umumnya,
  • Raja Khosrow (Kekaisaran Sassania dari Persia) dan para pendita Majusi bermimpi yang menakutkan.[7]
  • Dinding istana Raja Khosrow tiba-tiba retak dan empat belas menaranya Dewan Kekaisaran ini runtuh,[8]
  • Padamnya api yang disembah penganut Agama Majusi secara tiba-tiba,[8]
  • Terjadinya gempa yang merobohkan tempat ibadah di sekitar Kerajaan Rum,
  • Danau dan sawah mengering.[8]
  • Saat melahirkan Muhammad, Aminah binti Wahab tidak merasa sakit seperti wanita sewajarnya.
  • Keluarnya cahaya dari faraj Aminah yang menerangi istana negeri Syam.[9]
  • Muhammad dilahirkan dalam keadaan sudah berkhitan.[10]
  • Lahir dengan tali pusar sudah terputus.[11]

Balita dan kanak-kanak

  • Halimah binti Abi-Dhua’ib, ibu susuan Muhammad dapat menyusui kembali setelah sebelumnya ia dinyatakan telah kering susunya.[12] Halimah dan suaminya pada awalnya menolak Muhammad karena yatim. Namun, karena alasan ia tidak ingin dicemooh Bani Sa’d, ia menerima Muhammad. Selama dengan Halimah, Muhammad hidup nomaden bersama Bani Sa’d di gurun Arab selama empat tahun.[13]
  • Ternak kambing Halimah menjadi gemuk-gemuk dan susunya pun bertambah,[14]
  • Pada usia 5 bulan ia sudah pandai berjalan, usia 9 bulan ia sudah mampu berbicara dan pada usia 2 tahun ia sudah bisa dilepas bersama anak-anak Halimah yang lain untuk menggembala kambing.
  • Abdul Muthalib, kakek Muhammad menuturkan bahwa berhala yang ada di Ka’bah tiba-tiba terjatuh dalam keadaan bersujud saat kelahiran Muhammad. Ia juga menuturkan bahwa ia mendengar dinding Ka’bah berbicara, “Nabi yang dipilih telah lahir, yang akan menghancurkan orang-orang kafir dan membersihkan dariku dari beberapa patung berhala ini, kemudian memerintahkan untuknya kepada Zat Yang Merajai Seluruh Alam Ini.”[15]

  • Ketika Muhammad berusia empat tahun,[16] ia pernah dibedah perutnya oleh dua orang berbaju putih yang terakhir diketahui sebagai malaikat. Peristiwa itu terjadi di ketika Muhammad sedang bermain dengan anak-anak Bani Sa’d dari suku Badui. Setelah kejadian itu, Muhammad dikembalikan oleh Halimah kepada Aminah.[17] Sirah Nabawiyyah, memberikan gambaran detail bahwa kedua orang itu, “membelah dadanya, mengambil jantungnya, dan membukanya untuk mengelurkan darah kotor darinya. Lalu mereka mencuci jantung dan dadanya dengan salju.”[18] Peristiwa seperti itu juga terulang 50 tahun kemudian saat Muhammad diIsrakan ke Yerusalem lalu ke Sidratul Muntaha dari Mekkah.[19]
  • Dikisahkan pula pada masa kecil Muhammad, ia telah dibimbing oleh Allah. Hal itu mulai tampak setelah ibu dan kakeknya meninggal. Dikisahkan bahwa Muhammad pernah diajak untuk menghadiri pesta dalam tradisi Jahiliyah, namun dalam perjalanan ke pesta ia merasa lelah dan tidur di jalan sehingga ia tidak mengikuti pesta tersebut.[20]

Remaja

  • Pendeta Bahira menuturkan bahwa ia melihat tanda-tanda kenabian pada diri Muhammad. Muhammad saat itu berusia 12 tahun sedang beristirahat di wilayah Bushra dari perjalannya untuk berdagang bersama Abu Thalib ke Syiria. Pendeta Bahira menceritakan bahwa kedatangan Muhammad saat itu diiringi dengan gumpalan awan yang menutupinya dari cahaya matahari. Ia juga sempat berdialog dengan Muhammad dan menyaksikan adanya sebuah “stempel kenabian” (tanda kenabian) di kulit punggungnya.[21]
  • Tanah yang dilalui oleh unta Muhammad diperpendek jaraknya oleh Jibril, sebelah sisi kanan dijaga oleh Israfil dan sisi kirinya dijaga oleh Mikail kemudian mendung menaunginya.[22][23]

Mukjizat

Berikut adalah mukjizat-mikjizat yang diperolehnya ketika Muhammad telah menerima wahyu ketika ia berusia 40 tahun. Abu Sa’ad an-Nisaburi menyebutkan dalam bukunya yang berjudul Kitabu Syarafil Musthafa, bahwa kekhususan Muhammad berjumlah enam puluh. Sebagian ulama menyebutkan bahwa nabi S.A.W telah dianugerahi tiga ribu mukjizat dan kekhususan. Sedangkan di dalam Al-Quran itu sendiri terdapat sekitar enam puluh ribu mukjizat.[24].

Fisik

  • Dapat melihat dengan jelas dalam keadaan gelap.[25]
  • Wajah Muhammad memancarkan cahaya dikegelapan pada waktu sahur.[26]
  • Dua Sahabat Muhammad dibimbing oleh dua cahaya, setelah bertemunya.[27]
  • Peluh yang keluar dari tubuh Muhammad memiliki bau harum,[28] jika Muhammad berjabat tangan dengan seseorang maka aroma harum itu akan membekas selama beberapa hari ditangan orang tersebut.[29]
  • Muhammad yang sanggup menghancurkan batu besar dengan tiga kali pukulan, dikala menjelang Perang Khandaq, padahal pada saat itu Muhammad belum makan selama 3 hari.[30]

Do’a

  • Mendo’akan kedua mantan menantunya (Uthbah dan Uthaibah) dimakan binatang buas, setelah mereka berkata kasar kepada Muhammad.[36]
  • Mendoakan untuk menumbuhkan gigi salah seorang sahabatnya bernama Sabiqah yang rontok sewaktu perang.
  • Mendoakan supaya Kerajaan Kisra hancur, kemudian doa tersebut dikabulkan.[38]
  • Mendoakan Ibnu Abbas menjadi orang yang faqih dalam agama Islam.[38]

Kharisma dan kewibawaan

  • Tatapan mata yang menggetarkan Ghaurats bin Harits, yaitu seorang musuh yang pernah menghunus pedang kearah leher Muhammad.[40]
  • Allah melumpuhkan Hay bin Akhtab dan para sahabatnya, ketika hendak melemparkan batu yang besar kepada Muhammad.[41]
  • Jin yang bernama Muhayr bin Habbar membantu dakwah Muhammad, kemudian jin itu diganti namanya oleh Muhammad menjadi Abdullah bin Abhar.

Menghilang, menidurkan dan mengalahkan musuh

  • Menghilang saat akan dilempari batu oleh Ummu Jamil, bibi Muhammad ketika ia duduk di sekitar Ka’bah dengan Abu Bakar.[43]
  • Menghilang saat akan dibunuh Abu Jahal dimana saat itu ia sedang salat.[44]
  • Menidurkan 10 pemuda Mekkah yang berencana membunuhnya dengan taburan pasir, kemudian ia berhasil melalui orang-orang yang menunggunya di pintu rumahnya untuk membunuhnya.

Fenomena Alam

  • Menghentikan gempa yang terjadi di Mekkah[47] dan Madinah,[48] dengan cara menghentakkan kakinya dan memerintahkan bukit supaya tenang.

  • Bumi menelan seorang Quraisy yang hendak membunuh Muhammad dan Abu Bakar pada saat hijrah.

Makanan dan minuman

  • Makanan yang di makan oleh Muhammad mengagungkan Nama Allah.[55]
  • Roti sedikit cukup untuk orang banyak.[57]
  • Sepotong hati kambing cukup untuk 130 orang.[58]
  • Makanan yang dimakan tidak berkurang justru bertambah tiga kali lipat.[59]
  • Menjadikan beras merah sebanyak setengah kwintal yang diberikan kepada orang Badui Arab tetap utuh tidak berkurang selama berhari-hari.[60]
  • Ikan al-anbar menjadi hidangan bagi 300 pasukan Muhammad.[61]
  • Menjadikan minyak samin Ummu Malik tetap utuh tidak berkurang walau telah diberikan kepada Muhammad.[62]
  • Wadah yang selalu penuh dengan air, walau sudah dituangkan hingga habis.[63]
  • Mengeluarkan air dari sumur yang ada di tengah gurun pasir, ketika Khalid bin walid pada saat itu masih menjadi musuhnya.[64]
  • Mengeluarkan mata air baru untuk pamannya Abu Thalib yang sedang kehausan.[65]
  • Mengeluarkan air yang banyak dari bejana milik seorang wanita penunggang unta.[66]
  • Semangkuk susu yang bisa dibagi-bagikan kepada beberapa orang-orang Shuffah, Abu Hurayrah dan Muhammad.[67]
  • Susu dan kencing unta bisa menyembuhkan penyakit orang Urainah.[68]

Bayi, hewan, tumbuhan dan benda mati

  • Seorang bayi berumur satu hari bersaksi atas kerasulan Muhammad.[69]
  • Bayi berumur 2 tahun memberi salam kepada Muhammad.[70]
  • Unta besar yang melindungi Muhammad dari kejahatan Abu Jahal.[78]
  • Seekor burung mengadu kepada Muhammad tentang kehilangan anaknya.[79]
  • Seekor anjing yang membunuh salah satu petinggi kerajaan Mongol karena telah mencela Muhammad.[80]
  • Pohon menjadi saksi dan dibuat berbicara kepada Muhammad dan orang dusun (Arab Badui).[86][87]
  • Memerintahkan pohon untuk menjadi penghalang ketika Muhammad hendak buang hajat pada suatu perjalanan.[88]
  • Batang kayu yang kering menjadi hijau kembali ditangannya.
  • Permadani yang besaksi atas kerasulan Muhammad atas permintaan Malik bin as-Sayf.[89]
  • Mimbar menangis setelah mendengar bacaan ayat-ayat Allah.[90]
  • Batu kerikil bertasbih ditelapak tangan Muhammad.[94]
  • Memberinya sebatang kayu yang berubah menjadi pedang kepada Ukasyah bin Mihsan, ketika pedangnya telah patah dalam sebuah pertempuran.
  • Berbicara dengan gilingan tepung Fatimah yang takut dijadikan batu-batu neraka.
  • Memerintahkan gilingan tepung untuk berputar dengan sendirinya.[97]
  • Secara tiba-tiba ada sarang laba-laba, dua ekor burung yang sedang mengeramkan telur dan cabang-cabang pohon yang terkulai menutupi mulut gua di Gunung Thur, sewaktu Muhammad dan Abu Bakar bersembunyi dari kejaran orang Quraisy.[98]

Menyembuhkan

  • Menyembuhkan betis Ibnu al-Hakam yang terputus pada Perang Badar, kemudian Muhammad meniupnya, lalu sembuh seketika tanpa merasakan sakit sedikit pun.
  • Menyembuhkan mata Qatadah tergantung di pipinya yang terluka pada Perang Uhud, kemudian oleh Muhammad mata tersebut dimasukkan kembali dan menjadi lebih indah dari sebelumnya.[99][100]
  • Menyembuhkan sakit kepala Ali bin Abi Thalib.[105]
  • Menyembuhkan luka gigitan ular yang diderita Abu Bakar dengan ludahnya saat bersembunyi di Gua Hira[106] (dalam kisah lain dikatakan Gua Tsur)[107] dari pengejaran penduduk Mekah.
  • Menyembuhkan luka bakar ditubuh anak kecil yang bernama Muhammad bin Hathib dengan ludahnya.[108]
  • Menyembuhkan luka bakar Amar bin Yasir yang telah dibakar oleh orang-orang kafir.[109]
  • Menyembuhkan anak yang bisu sejak lahir, sehingga bisa berbicara.[110][111]
  • Menyembuhkan mata ayah Fudayk yang putih semua dan buta.[112]
  • Air seni Muhammad pernah terminum oleh pembantunya yang bernama Ummu Aiman, sehingga menyembuhkan sakit perut pembantunya.[113]
  • Mengembalikan penglihatan orang yang buta.[114]
  • Menyembuhkan penyakit lumpuh seorang anak.[115]
  • Mengobati penyakit gila seorang anak.[116]
  • Menyembuhkan tangan wanita yang lumpuh dengan tongkatnya.
  • Menyembuhkan penyakit kusta Sa’id bin Abyadh bin Jamal dibagian wajahnya.[118]
  • Menyambung tangan orang Badui yang putus setelah dipotong oleh dirinya sendiri sehabis menampar Muhammad.
  • Menyembuhkan putri raja yg cacat tanpa tangan & kaki.
  • Mengusapkan wajah Qatadah bin Milhan yang telah berusia lanjut, sehingga wajahnya tetap terlihat muda dan cerah.[121]
  • Menyembuhkan sakit perut Ubaidah bin Rifa’ah.[122]

Menghidupkan orang mati

  • Menghidupkan anak perempuan yang telah mati lama dikuburannya.[123]

Hal ghaib dan ru’yah

  • Mengetahui kejadian yang tidak dilihat olehnya.[125]
  • Mengetahui apa yang telah terjadi, sedang terjadi, yang akan terjadi.
  • Sanggup melihat dibalik punggungnya seperti melihat dari depan.[126][127]
  • Melihat dan mendengar apa yang ada dilangit dan bumi.[128]
  • Mengetahui isi hati sahabat dan lawannya.
  • Mengetahui yang terjadi di dalam kubur.[129]
  • Meramalkan seorang istrinya ada yang akan menunggangi unta merah, dan disekitarnya ada banyak anjing yang menggonggong dan orang tewas. Hal itu terbukti pada Aisyah pada saat Perang Jamal di wilayah Hawwab yang mengalami kejadian yang diramalkan Muhammad.[131]
  • Meramalkan istrinya yang paling rajin bersedekah akan meninggal tidak lama setelahnya dan terbukti dengan meninggalnya Zainab yang dikenal rajin bersedekah tidak lama setelah kematian Muhammad.[132]
  • Meramalkan umatnya akan terpecah belah menjadi 73 golongan.[133]
  • Mengetahui nasib cucu-cucunya dikemudian hari, seperti nasib Hasan yang akan bermusuhan dengan Mu’awiyyah bin Abu Sufyan beserta keturunannya. Nasib Husain yang akan dibantai tentara Yazid, anak lelaki Mu’awiyyah disebuah Padang Karbala.[134]
  • Mengetahui akan adanya Piagam Pemboikotan oleh tokoh-tokoh Quraisy.

Mukjizat terbesar

Penjelasan sebagai manusia biasa

Terdapat kisah yang mengatakan bahwa Nabi Muhammad tidak memiliki bayangan, karena jasadnya terbuat dari cahaya. Pendapat ini disampaikan oleh Muhammad as-Sholihi dalam kitabnya yang berjudul “Subul al-Huda wa ar-Rasyad”. Muhammad as-Sholihi mengutip beberapa riwayat dari beberapa ulama, diantaranya adalah Ibnu Sab’ dalam “Khasais Nabi” dan ad-Dzakwan. Ibnu Sab’ mengatakan, bahwa “Bayangan nabi S.A.W tidak menempel di tanah. Karena dia adalah cahaya. Apabila dia berjalan di bawah terik atau di malam purnama, tidak nampak bayangannya.” Kemudian keterangan lain dari seorang tabiin bernama ad-Dzakwan, dia mengatakan, “Tidak terlihat bayangan rasulullah S.A.W di bawah matahari maupun purnama”.[136]

Riwayat diatas dinilai sangat lemah dan palsu (maudhu), dikarenakan pernyataan-pernyataan yang tidak memiliki bukti (dasar) dari al-Qur`an maupun hadits nabi yang shahih, kemudian banyak dalil yang menyatakan bahwa Nabi Muhammad hanya manusia biasa, dan Allah telah menjelaskan hal ini dalam Al-Qur’an:

Katakanlah: Sesungguhnya aku ini manusia biasa seperti kamu,… (Al-Kahf 18:110)
Tidaklah Kami jadikan untuk mereka (para nabi) tubuh-tubuh yang tidak makan makanan, dan tidak (pula) mereka itu orang-orang yang kekal. (Al-Anbiya 21:8)
Mereka berkata: “Mengapa rasul itu memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar?” (Al-Furqan 25:8)

Semua ayat di atas menunjukkan bahwa karakter fisik para nabi dan rasul, tidak berbeda dengan umatnya, artinya mereka sama-sama manusia, yang membedakan hanyalah ketakwaannya saja,[137] dan keistimewaan lain dari para nabi dan rasul adalah jasad mereka tidak akan hancur “dimakan tanah”.[138]

Tidak mengetahui hal ghaib kecuali mendapatkan wahyu

Dari kesemua mukjizat yang dimilikinya, ia pernah mengalami ketidaktahuannya tentang beberapa masalah, seperti tidak mengetahui kapan datangnya kiamat,[139][140] kemudian apakah Ibnu Shayyad sesungguhnya Dajal atau bukan,[141] tidak mengetahui ada beberapa sahabatnya dari kalangan Arab Badui dan Madinah yang munafik,[142] tidak mengetahui perkara-perkara gaib yang lainnya,[143] jika Allah tidak memberikan wahyu.[144] Karena pada dasarnya syariat Islam mengajarkan segala sesuatu yang gaib hanya Allah yang Maha Tahu (Al `Aliim).[145][146] Kemudian ia pernah mengalami sakit, terkena sihir dan racun,[147] terluka karena pukulan, sabetan pedang bahkan rasa sakit akibat demam sama seperti apa yang sering dialami oleh fisik manusia biasa. Karena Nabi Muhammad termasuk bani Adam yang diciptakan dari tanah. Sementara yang diciptaan dari cahaya hanyalah malaikat, dan nabi bukanlah golongan malaikat.[148]

Terluka saat perang

Dalam sejarah Islam, beberapa kali Muhammad terluka dan mengalami kesakitan akibat peperangan dengan musuhnya, di antaranya ketika terjadinya Perang Uhud, dalam kondisi yang sangat kritis itu, ‘Utbah bin Abi Waqqash melempar Muhammad dengan batu sehingga ia terjatuh, mengakibatkan gigi seri bawah kanan terkena dan juga melukai bibir bawahnya.[149]

Kemudian Abdullah bin Syihab Al Zuhry tiba-tiba mendekati Muhammad dan memukul hingga keningnya terluka, tidak hanya itu saja datang pula Abdullah bin Qami’ah seorang penunggang kuda mengayunkan pedang ke bahu Muhammad dengan pukulan yang keras, pukulan pedang itu tidak sampai menembus dan merusak baju besi yang ia kenakan.

Lalu kembali Abdullah bin Syihab Al Zuhry memukul di bagian tulang pipi Muhammad hingga ada dua keping lingkaran rantai topi besi yang terlepas menembus pipi Muhammad dan akibat pukulan pedang itu ia mengalami kesakitan selama sebulan.

Peristiwa lain yang dialami oleh Muhammad, bahwa ia-pun mengalami sakit demam, bahkan menurut hadits dikisahkan demamnya lebih parah, melebihi demam yang dialami dua orang dewasa. Sebagaimana yang pernah diriwayatkan oleh Abdullah bin Mas’ud.[150]

Apa yang dialami oleh Muhammad seperti yang dikisahkan di atas, menunjukkan bahwa ia juga mengalami keadaan yang sama seperti manusia pada umumnya, sesuai dengan fitrah sebagai manusia biasa.

(Rujukan: https://id.wikipedia.org/)