Asal Usul Gurun Pasir Sahara, Hujan Pasir Mengubur Kaum Ad

Salah satu kelebihan panorama yang dimiliki Timur Tengah, dan benua Afrika adalah Gurun Pasir Sahara, area ini terlihat terang dan sangat jelas terlihat pada peta. Saat ini, Sahara merupakan padang pasir yang panas dan terbesar di dunia, wilayahnya lebih dari 9 juta kilometer persegi yang meliputi sebagian besar Afrika Utara, sebuah ukuran yang hampir sama besar dengan Amerika Serikat atau benua Eropa.

Gurun Sahara membentang dari Laut Merah dan termasuk bagian dari pantai Mediterania hingga ke pinggiran Samudera Atlantik. Bahkan beberapa bukit pasir bisa mencapai ketinggian 180 meter, dimana diantranya bercampur dengan pasir laut dan formasi batuan serta kerikil. Beberapa ilmuwan saat ini telah membandingkan material yang diambil dari gurun pasir Sahara dan material permukaan Mars. Bagaimana ini bisa terjadi, sejak kapan Gurun Pasir Sahara menutupi wilayah Afrika Utara dan Timur Tengah? Sebuah badai disertai petir dan hujan pasir telah menyapu bersih sekaligus mengubur golongan umat yang pernah menjadi penguasa di sekitar tahun 3000-2300 SM.

Misteri Gurun Pasir Sahara

Gurun Pasir Sahara menyimpan rahasia yang belum sepenuhnya terungkap, sebuah gurun pasir yang terkenal sejak sekitar ribuan tahun yang lalu merupakan wilayah subur yang sangat berbeda di masa lalu. Ilmuwan memperkirakan bahwa gurun pasir Sahara adalah wilayah sub-tropis dimana rusa, kuda nil dan gajah pernah diburu manusia kuno, jerapah dan badak bebas menjelajah daerah tropis yang kini menjadi gurun pasir. Pasokan makanan berlimpah sehingga membuat ribuan manusia pemburu pengumpul migrasi ke wilayah ini dan menetap di sub-tropis ini.

Bahwa semua fakta ini telah terbukti sejak ditemukannya ratusan kuburan manusia dan berbagai lukisan batu yang menggambarkan manusia kuno berburu dan berenang. Gambaran radar yang diambil oleh NASA menunjukkan bahwa dibawah gurun pasir merupakan jaringan yang tersusun dari sungai di seluruh Sahara, termasuk Afrika Utara diperkirakan pernah menjadi wilayah yang sangat subur.

Asal Usul Gurun Pasir Sahara

Menurut studi sebelumnya, gurun pasir Sahara awalnya berubah seketika sekitar 5000 tahun yang lalu. Tetapi studi terbaru menunjukkan hasil berbeda, para ilmuwan meyakini bahwa sekitar kurang dari 5000 tahun lalu sebuah wilayah sub-tropis berubah secara tiba-tiba menjadi gurun pasir. Selama ribuan tahun terjadi pergeseran mendadak,  temuan ini kemudian digunakan ilmuwan agar membantu pemahaman tentang perubahan iklim di masa depan. Studi serbuk sari kuno, spora dan organisme air sedimen Danau Yoa di Chad Utara telah memberi bukti secara bertahap tentang perubahan 6000 tahun yang lalu. Daerah terbentudari savannah berubah menjadi kering terus menerus hingga sekitar kurang dari 5000 tahun yang lalu, atau berkisar tahun 3000-2300 SM.

Teori Pembentukan Butiran Pasir

Pasir merupakan bentuk halus dari lapukan dan kikisan dari batu, proses ini diyakini membutuhkan waktu puluhan ribu tahun atau bahkan kikisan batu membutuhkan waktu selama selama jutaan tahun. Semakin lama erosi terjadi, maka bentuk butiran pasir semakin halus. Gurun Pasir Sahara merupakan beberapa tumpukan pasir tertua di Bumi dan diyakini telah ada selama tujuh juta tahun. Beberapa bukit pasir diduga mengandung biji besi, noda partikel kuarsa juga membuat pasir berwarna kuning.

Lalu, dari mana pasir Sahara berasal? Studi yang menyebutkan gurun pasir Sahara terbentuk sejak kurang dari 3000 tahun lalu tampaknya tidak masuk akal, karena waktu untuk membentuk pasir tidak sesuai dengan teori konsensus yang memerlukan waktu selama jutaan tahun.

Menurut Wallace Thornhill, Ketika objek besar seperti komet mendekati Bumi, sebelum menghantam bumi akan terjadi pelepasan listrik antara dua benda dan debit biasanya cukup besar untuk menghancurkan objek yang masuk ke atmosfer, sehingga bumi akan dihujani pasir tersu menerus. Seperti kebakaran yang pernah terjadi di Chicago, dimana seluruh wilayah Amerika Serikat diterangi oleh api aneh dan pasir seperti jatuh dari atas, semua ini terjadi pada saat hilangnya komet Biela.

Great Chicago Fire, kebakaran chicago

Sebuah sebutan yang dikenal ‘The Great Chicago Fire‘ merupakan kebakaran pada hari Minggu, 8 Oktober hingga Selasa pagi, 10 Oktober 1871, dimana dalam catatan sejarah bahwa kebakaran telah menewaskan 300 orang, menghancurkan sekitar 9 kilometer persegi di Chicago, Illinois, dan menyebabkan lebih dari 100,000 penduduk tunawisma.

Jutaan ton material tak terhitung merupakan batuan yang membombardir atmosfer bumi, terpecah-belah dan menjadi butiran pasir halus. Seperti itulah gambaran ketika material jatuh ke Bumi, sehingga menutupi wilayah subur yang luas dan mengubahnya menjadi gurun pasir tandus yang kita lihat sekarang.

Badai Petir Dan Hujan Pasir Mengubur Kaum Ad

Sebelumnya, siapakah Kaum Ad? Jika melirik kisah dan sejarah yang mengacu pada Ad-Lantis, maka sangat jelas bahwa Kaum Ad merupakan keturunan atau sisa peradaban Atlantis yang ditenggelamkan di sekitar Laut Mediterania. Plato pernah menulis bahwa Atlantis terhampar diseberang pilar-pilar Hercules, memiliki angkatan laut yang menaklukkan Eropa Barat dan Afrika 9000 tahun sebelum waktu Solon (sekitar tahun 9500 SM). Setelah gagal menyerang Yunani, Atlantis tenggelam ke dasar Samudra dalam waktu satu hari satu malam.

Bencana ini diduga karena jatuhnya benda luar angkasa berukuran besar sehingga menyebabkan banjir besar, dalam kisah sejarah lebih banyak mengaitkan sejarah ini dengan Bahtera Nuh. Bencana ini ternyata tidak seluruhnya memusnahkan kaum sebelum Nuh, sebuah penguasa besar yang telah memerintah sejak Idris dan periode Nuh dengan puncak kejayaan Atlantis, perdaban tertinggi dan paling maju dalam sejarah manusia. Ternyata mereka masih tersisa di Afrika Utara dan Timur Tengah.

Satu-satunya wilayah yang tersisa adalah Afrika Utara yang dikenal subur sejak Periode Neolitik sekitar 9500 SM. Ini terlihat dari bukti-bukti bangunan yang mengusung teknologi dan desain sebelumnya. Bangunan menjulang tinggi seperti Menara Babel, Piramida dan arsitektur kerajaan Mesir dan hampir diseluruh wilayah Timur Tengah masih menggunakan metode peradaban terdahulu hingga menjelang tahun 2300 SM.

Dalam catatan sejarah para nabi, Hud hidup di sekitar tahun 2450 hingga 2320 SM, seorang nabi yang diutus untuk mengingatkan Kaum ‘Ad yang tinggal di Al-Ahqaf, Rubu’ Al-Khali-Yaman. Mereka mendustakan kenabian Nabi Hud, sehingga datang angin yang dahsyat disertai dengan bunyi guruh menggelegar dan mereka tertimbun pasir.

Adapun kaum ‘Ad maka mereka telah dibinasakan dengan angin yang sangat dingin lagi amat kencang, yang Allah menimpakan angin itu kepada mereka selama tujuh malam dan delapan hari terus menerus; maka kamu lihat kaum ‘Ad pada waktu itu mati berge-limpangan seakan-akan mereka tunggul pohon kurma yang telah kosong (lapuk). (QS Al Haaqqah, 69: 6-7)


Maka tatkala mereka melihat azab itu berupa awan yang menuju ke lembah-lembah mereka, berkatalah mereka: “Inilah awan yang akan menurunkan hujan kepada kami. Bahkan itulah azab yang kamu minta supaya datang dengan segera (yaitu) angin yang mengandung azab yang pedih.” (QS Al Ahqaaf, 46: 24)


Jika mereka berpaling maka katakanlah: “Aku telah memperingatkan kamu dengan petir, seperti petir yang menimpa kaum ‘Ad dan Tsamud”. (QS Fusilat, 41:13)

 

Seperti yang telah dijelaskan diatas, ketika objek besar (seperti komet mendekati Bumi) sebelum menghantam bumi akan terjadi pelepasan listrik antara dua benda (Bumi dan Komet/Meteor) dan debit listrik yang dihasilkan biasanya cukup besar untuk menghancurkan objek yang masuk ke atmosfer, sehingga bumi akan dihujani pasir terus menerus. Inilah yang terjadi ketika itu, sebuah benda besar telah mengubur wilayah Gurun pasir Sahara yang kemungkinan telah didiami oleh Kaum ‘Ad.

Proses pengikisan bebatuan di atmosfer tampaknya tidak jauh berbeda dengan kebakaran yang terjadi akibat hujan pasir panas di Chicago tahun 1871. Kejadian Chicago adalah sebagian dari tabrakan benda kecil, tidak seluruhnya, tetapi dampaknya telah menyebabkan kebakaran yang luar biasa selama sehari. Bagaimana jika benda besar menabrak Bumi menjadi terpecah belah, kemudian proses listrik dan atmosfer membuatnya menjadi pasir halus dan panas yang membakar selama delapan hari? Peristiwa ini yang membuat Kaum ‘Ad seperti tunggul pohon yang lapuk, musnah disiram pasir panas.

Sebegitu besarkah benda yang menghantam Bumi sekitar tahun itu? Bahkan ilmuwan saat ini telah menduga, bahwa gurun pasir Sahara muncul secara tiba-tiba antara tahun 2400-3000 SM, tetapi usia pasir diperkirakan sudah mencapai jutaan tahun. Hal ini sangat jelas bahwa pasir Sahara bukan berasal dari Bumi dan lebih mirip dengan material planet Mars. Meteor ataupun komet yang beredar di luar angkasa merupakan sisa-sisa pembentukan planet, bisa saja Mars atau sisa tabrakan planet Thea, kemudian tertarik gravitasi Bumi. Sampai saat ini, masih ada jutaan batuan luar angkasa dan sering kita lihat sebagai fenomena meteor di langit malam.

(Rujukan: http://www.isains.com/2016)

Kisah Pokok Tamar Yang Menangis

(Rujukan: https://shafiqolbu.wordpress.com/)

pokok kurma malysia

Diriwayatkan daripada Jabir bin Abdullah bahawa pada masa itu masjid Rasulullah ﷺ beratap pelepah pokok tamar @ kurma. Jika Rasulullah ﷺ berkhutbah, baginda berdiri di atas salah satu batang pokok tamar. Oleh kerana jumlah umat Islam bertambah ramai, maka dicadangkan dibina mimbar agar jemaah majlis yang berada di belakang dapat melihat Rasulullah ﷺ ketika berkhutbah.

Cadangan Saidina Abu Bakar As-Sidiq ra supaya dibina mimbar yang baru diterima Rasullulah ﷺ. Lalu para sahabat pun membuat mimbar daripada kayu yang mempunyai 3 anak mata tangga. Apabila mimbar yang baru itu siap, Rasulullah ﷺ pun mula memberikan khutbah di atas mimbar baru tersebut, malah Nabi merasa selesa dengan mimbar yang baru itu lalu tidak menggunakan lagi batang tamar yang sering Baginda gunakan sebelum ini.

Namun, ketika Rasullullah ﷺ menggunakan mimbar baru itu, kedengaran suara rintihan seperti tangisan unta kehilangan anak yang semakin lama semakin kuat hingga menggoncangkan tanah yang terus bergetar sehingga para sahabat pun bertanya-tanya.

Rupa-rupanya, suara tangisan sedih itu datangnya daripada batang pokok tamar usang yang dulunya sering kali digunakan oleh Rasullullah ﷺ.

Rindukan Rasulullah

Rasulullah ﷺ tersenyum. Lalu Baginda turun daripada mimbar dan menghampiri pokok tamar yang tidak jauh dari mimbar tersebut. Rasulullah ﷺ meletakkan tangan pada batang pokok tamar dan mengusap-usap dengan perlahan-lahan.

Rasulullah ﷺ berkata pada pokok tamar itu: “Jika engkau mahu, aku akan jadikan engkau dinding masjid ini, akarmu tumbuh lagi, tubuhmu hidup lagi dan engkau berbuah lagi. Atau jika engkau mahu, aku akan berdoa kepada Allah سبحانه وتعالى agar engkau akan menjadi pokok di syurga, supaya para wali Allah dapat memakan buah-buahmu.”

Batang tamar itu menjawab: “Saya memilih untuk ditanam ke dalam tanah dan akan tumbuh di syurga supaya wali-wali Allah dapat memakan buahku dan saya berada di tempat dimana di dalamnya saya kekal.”

Lalu goncangan tanah dan suara rintihan pun berhenti. Rasulullah ﷺ kemudian kembali pada mimbar dan menyampaikan kejadian tersebut kepada para sahabatnya. Rasulullah ﷺ berkata: “Ia (pokok kurma) memilih negeri yang kekal berbanding negeri yang fana ini!”

Rasulullah ﷺ kemudian menyuruh supaya ditanamkan batang pokok tamar itu berhampiran mimbar dan mengatakan bahawa ia akan dibangkitkan di dalam syurga.

Jabir RA berkata, “Pokok kurma itu juga menangis apabila ia mendengar orang berzikir atau mendengar bacaan al-Quran dekatnya.” (Hadis Riwayat Bukhari).

 

Begitulah kisah batang kering dari pokok tamar yang menangis kerana rindu kepada Rasulullah ﷺ. Sayang, kasih dan rindunya sebatang pokok tamar kepada Rasulullah ﷺ sehingga menangis kerana Rasulullah ﷺ beralih mimbar untuk berkhutbah. Betapa mulianya pokok tamar yang tidak akan terkena seksa api neraka seperti pada zaman Rasulullah ﷺ.

Hasan al-Basri apabila meriwayatkan kisah ini, beliau pun menangis dan berkata; “Wahai hamba Allah! Batang tamar pun rindu kepada Rasulullah , maka kamu semua lebih utama untuk merasa rindu bertemu dengan Rasulullah .”

Bayangkan! Sebatang pokok tamar tidak mahu jauh dari Nabi Muhammad ﷺ, padahal cuma berjarak beberapa meter. Bagaimana pula cinta kasih kita kepada Rasulullah ﷺ, nabi kesayangan kita? Kita yang mengaku sebagai umatnya, pernahkah kita menangis teresak-esak kerana Rasulullah ﷺ?

Bukan sekadar pengakuan lidah, apa bukti kecintaan dan kerinduan kita kepada Rasulullah ﷺ? Sejauh mana kita merasakan rindu untuk bertemu dan berada dekat dengan Al-Mushthafa Muhammad ﷺ. Maafkan kami ya Rasulullah ﷺ.

Alangkah malunya kita yang mengaku sebagai umat Nabi Muhammad ﷺ tetapi tidak pernah berasa rindu kepada Baginda ﷺ. Apatah lagi jarang-jarang berselawat kepada junjungan Nabi Muhammad ﷺ. Malah ada di kalangan kita nak jawab selawat pun susah, begitu bakhilnya diri kita nak melontarkan sebaris kalimah selawat.

Salawat orang Mukmin ialah memohon rahmat daripada Allah سبحانه وتعالى ke atas Nabi Muhammad ﷺ.

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bersalawat (memberi segala penghormatan dan kebaikan) ke atas Nabi (Muhammad ). Wahai orang-orang yang beriman! Bersalawatlah kamu ke atasnya serta ucapkanlah salam dengan penghormatan.” (Al-Ahzab: Ayat 56)

Mendekati Rasulullah ﷺ banyak caranya, misalnya dengan membaca selawat, zikir, mendatangi majlis-majlis ilmu, berkawan dengan orang soleh dan sebagainya. Sebarkan sirah, cara kehidupan, sejarah Nabi ﷺ kepada ahli keluarga dan terhadap orang-orang sekelilingmu….

Marilah kita perbanyakkan selawat kepada Nabi ﷺ di samping berdoa semoga suatu hari nanti kita akan bertemu dengan Rasulullah ﷺ dan memperolehi syafaat Baginda ﷺ.

Salam rindu hanya buatmu Ya Rasulullah ﷺ….

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَىى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ عَبْدِكَ وَرَسُولِكَ النَّبِيِّ الأُمِّيّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ

Nabi Adam AS BERSELAWAT ketika memohon keampunan Allah


Sungguh kejadian yang sangat luar biasa ketika Nabi Adam as juga mengucapkan selawat Nabi kala sedang memohon pengampunan akibat dosa yang dilakukannya.

Hal ini dibuktikan oleh hadits Rasulullah SAW di bawah:

Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda,
“Ketika Nabi Adam as telah berbuat dosa dengan yang telah dilakukannya itu, ia mengangkat kepalanya ke langit sambil berdoa.”

Nabi Adam as berkata,
“Aku bermohon demi hak Muhammad, ampunilah dosaku.”

Mendengar doa Nabi Adam as, Alloh SWT mewahyukan kepada Adam.
Alloh SWT bertanya; “Siapa Muhammad itu?”
“Maha Mulia AsmaMu, dan di situ tertulis Laa Ilaaha Illallooh Muhammad Rosulullah,” jawab Adam as.

Adam berkata lagi,
“Dari situ, maka tahulah aku bahwa tidak ada seorang pun yang lebih besar kedudukannya di hadapanMu selain orang yang namanya bersama namaMu.”

Alloh SWT mewahyukan kepada Adam,
“Hai Adam, sesungguhnya ia adalah Nabi yang terakhir dari keturunanmu. Kalau tidak ada dia, Aku TIDAK MENCIPTAKAN kamu.”

(Rujukan: http://kisahislamiah.blogspot.my/)

Pengakuan Iblis Laknatullah kepada Nabi Isa AS

Iblis secara terang-terangan mengaku kepada Nabi Isa a.s bahwa dirinya akan menyesatkan manusia dengan kesenangan dunia dan mengelabui manusia agar menajadikan Nabi Isa a.s sebagai Tuhan.

Kisahnya.

Semua pasti mengetahui bahwa Nabi Isa a.s adalah seorang Rasul yang lahir dari seorang ibu bernama Maryam dan tanpa ayah, akan tetapi bukan karena zina. Ketika usia kandungan Maryam semakin dekat pada hari kelahiran, ia keluar dari daerah pengasingannya untuk menyelamatkan diri. Karena merasa sakit, Maryam membaringkan diri, dan pada saat itulah lahir seorang bayi, dialah Isa binti Maryam.

Beberapa hari setelah kelahirannya, Nabi Isa a.s dibawa pulang ke kampung ibunya. Orang kampung saling berdatangan untuk melihat putra Maryam. Mereka mencemuh Maryam karena membawa bayi tanpa ayah. Mereka menuduhnya berbuat zina, padahal ia berasal dari keluarga baik-baik. Maryam tidak menanggapi tuduhan itu, akan tetapi memberi isyarat kepada bayinya.

Pertemuan Nabi Isa a.s dan Iblis.

Pada saat usia 30 tahun, Nabi Isa a.s sering pergi ke luar rumah untuk mengasingkan diri dari keramaian, membersihkan nurani dan mencari pencerahan jiwa. Ketika menuju ke Bukit Zaitun, Nabi Isa a.s. jatuh terduduk dekat sebuah batu besar dan merasa lapar. Tiba-tiba saja ada yang datang menghampirinya, lalu memintanya menjadikan batu besar itu roti.

“Aku mampu menjadikan batu besar itu menjadi roti, niscaya kamu tidak akan kelaparan,” kata orang yang datang itu yang tak lain adalah iblis.

“Aku tidak akan meminta pertolongan kepadamu. Kebesaran Tuhan hanya ada pada Allah,” kata Nabi Isa a.s.

Iblis lalu pergi setelah tidak berhasil membujuk Nabi Isa a.s. Setelah kepergian iblis itu, Nabi Isa mengucapkan syukur kepada Allah karena telah ditetapkan imannya sehingga tidak terperdaya oleh bujuk rayu iblis.

Ketika berada di bukit Zaitun, Nabi Isa bersujud dan bersyukur karena selamat dari godaan iblis. Tidak lama kemudian, Malaikat Jibril mendatanginya lalu menyampaikan tugas kenabian dan kerasulannya.

Iblis tidak hanya berhenti di situ saja, suatu saat iblis ini membawa Nabi Isa ke atas Baitullah di Yerusalem.

“Wahai kekasih Allah, jika engkau ingin dakwahmu mudah dan diterima orang-orang, maka mintalah engkau kepada Tuhanmu untuk dijatuhkan dari tempat tinggi, maka Allah akan mengutus malaikat untuk melindungimu dari cedera,” kata Iblis. Nabi Isa a.s yang mengerti maksud jahat dari Iblis itu, maka ia tidak menuruti permintaannya.

Tipu Daya Iblis.

“Wahai laknatullah, akau tahu jika engkau sedang membujukku. Bnayak orang yang hanya senang melihat mukjizatku tapi sedikit yang akan beriman kepada Allah,” jelas Nabi Isa a.s.

Riwayat lain dari Ibnu Abbas menjelaskan bahwa iblis pernah bertemu dengan Nabi Isa di pintu Baitul Maqdis di Palestina.

“Wahai makhluk terlaknat, ceritakan kepadaku apa yang kamu perbuat terhadap umat Musa,” tanya Nabi Isa.

“Wanita Yahudi aku jadikan menguasai mereka,” jawab Iblis.

“Kemudian apa yang akan kamu perbuat terhadap umatku?” tanya Nabi Isa.

“Mereka saya perintah agar menjadikan kamu sebagai Tuhan,” jawab Iblis.

“Lantas apa yang kamu lakukan terhadap umat Muhammad SAW?” tanya Nabi Isa lagi.

Saya tidak mampu menggoda mereka, akan tetapi mereka saya rayu senang terhadap wang, dinar, dan dirham, sehingga mereka lebih menyenangi hal itu daripada lafadz Laa Ilaaha Illallah,” jelas iblis.

Pada akhir dialog, Nabi Isa a.s melihat punggung iblis tercabik-cabik dan terputus-putus.
Nabi Isa a.s bertanya:

“Lalu kenapa punggungumu mengalami hal seperti itu?”.

“Adapun sesuatu yang dapat membuat punggungku terputus adalah seorang hamba yang shalat sunnah di rumahnya baik sendiri atau dengan jamaah dan yang membuat badanku hancur adalah suara kuda perang di jalan Allah,” jawab iblis.

Mengetahui helah iblis dalam menggoda umatnya, Nabi Isa AS dengan tegas menyatakan bahwa dirinya BUKANLAH Tuhan yang disembah. Beliau hanya seorang nabi dan rasul yang juga menyembah Allah SWT, Tuhan Sekalian Alam.

(Ibu Maryam tidak pernah berzina.
Nabi Isa a.s bukanlah Tuhan.
Nabi Isa a.s seorang Nabi dan Rasul dan pastinya diberi wahyu akan keberadaan seorang Nabi akhir zaman setelah sepeninggal Nabi Isa a.s.
Iblis selalu menggoda manusia sampai hari kiamat.)

(Rujukan: http://kisahislamiah.blogspot.my/)

Riwayat Nabi Idris AS

Kesalehan Nabi Idris as ternyata mampu mengalahkan kemampuan Iblis. Bahkan, hanya dengan sepucuk jarum jahit yang biasa digunakan untuk bekerja, dia mampu membuat mata Iblis menjadi buta.

Kisahnya

Nabi Idris as merupakan sosok nabi dan rasul yang terkenal kesalehannya. Beliau merupakan keturunan keenam dari Nabi Adam as. Beliau lahir 1.000 tahun setelah wafatnya Nabi Adam as. Nama aslinya adalah Ukhunuh. Namun karena tekun mempelajari ilmu agama dan kitab-kitab Allah, maka beliau dikenal dengan nama Idris.

Menurut riwayat, Nabi Idris as adaalah seorang nabi pertama yang paling pandai menulis dengan bahasa dan dapat membaca. Karena kemampuannya membaca itu, Allah SWT telah menurunkan 30 syahifah yang berupa petunjuk untuk disampaikan kepada umatnya yang terdiri dari keturunan Qabil yang merupakan putra Nabi Adam as yang durhaka kepada Allah SWT.

Pandai Menjahit

Selain terkenal karena kemampuannya dalam menulis dan membaca, beliau juga dikenal sebagai orang pertama yang mampu menunggang kuda, mengetahui ilmu bintang, pandai mengira serta memerangi orang yang durhaka kepada Allah SWT. Beliau juga adalah orang pertama yang pandai menggunting dan menjahit pakaian yang dibuat dari kulit binatang.

Kehidupan sehari-harinya selalu diisi dengan kegiatan beribadah kepada Allah SWT serta menolong orang miskin. Pada saat waktu luang beliau gunakan untuk menjahit pakaian. Biasanya apabila pakaian itu siap, dia akan memberikannya kepada orang yang miskin. Di samping itu, setiap hari dia tidak pernah lepas dari berpuasa.

Nabi Idris as tidak pernah lupa untuk berbakti dan beribadah kepada Allah SWT meskipun dia sibuk menhadapi tugas-tugas harian. Nabi Idris as juga seorang yang gagah, beliau memiliki kekuatan luar biasa. Karena itulah beliau dikenali sebagai “Asadul Usud” atau singa dari segala singa.

Dengan dikaruniai Allah SWT sifat gagah itu, Nabi Idris as mampu memerangi orang yang durhaka kepada Allah SWT. Karena itulah beliau dimuliakan Allah SWT seperti penjelasan dalam Surat Maryam ayat 56-57.

Allah SWT berfirman,

وَاذْكُرْ فِي الْكِتَابِ إِدْرِيسَ إِنَّهُ كَانَ صِدِّيقًا نَبِيًّا (٥٦)
وَرَفَعْنَاهُ مَكَانًا عَلِيًّا (٥٧)

56. dan Ceritakanlah (hai Muhammad kepada mereka, kisah) Idris (yang tersebut) di dalam Al Quran. Sesungguhnya ia adalah seorang yang sangat membenarkan dan seorang Nabi.
57. dan Kami telah mengangkatnya ke martabat yang tinggi.

Hal ini juga dikuatkan dalam surat Al Anbiya ayat 85-86. Allah SWT berfirman,

وَإِسْمَاعِيلَ وَإِدْرِيسَ وَذَا الْكِفْلِ كُلٌّ مِنَ الصَّابِرِينَ (٨٥)
وَأَدْخَلْنَاهُمْ فِي رَحْمَتِنَا إِنَّهُمْ مِنَ الصَّالِحِينَ (٨٦)

85. dan (ingatlah kisah) Ismail, Idris dan Dzulkifli. semua mereka Termasuk orang-orang yang sabar.
86. Kami telah memasukkan mereka kedalam rahmat kami. Sesungguhnya mereka Termasuk orang-orang yang saleh.

Menikam Mata Iblis

Selama masa hidupnya, Nabi Idris as sangat takwa dan saleh, ini yang membuat iblis dan setan iri hati. Pada suatu hari ketika Nabi Idris as sedang duduk menjahit baju, tiba-tiba dan entah darimana datangnya, muncullah seorang laki-laki di depan pintu rumahnya sambil memegang sebutir telur di tangannya.

Iblis yang menyamar sebagai lelaki itu berkata,
“Ya Nabiyullah, bisakah Tuhanmu memasukkan dunia ke dalam telur ini?
Sekilas Nabi Idris as melihat lelaki itu dan dia sudah mengetahui bahwa orang yang berada di hadapannya itu adalah iblis laknatullah yang sedang menyamar.

Nabi Idris as berkata,
“Kemarilah, mendekatlah kepadaku dan tanyalah yang engkau mau.”
Iblis menyangka dirinya pandai menyamar dan mendekat Nabi Idris as. Dia terlihat senang karena merasa penyamarannya tidak diketahui oleh Nabi Idris as.
Iblis berkata,
“Bisakah Tuhanmu memasukkan dunia ke dalam telur ini?”
“Jangankan memasukkan dunia ini ke dalam telur sebesar ini, bahkan ke dalam lubang jarumku ini pun Tuhanku berkuasa melakukannya,” jawab Nabi Idris as.


Lalu dengan secepat kilat Nabi Idris as menusuk mata iblis dengan jarumnya. Secepat kilat jarum itu mengenai matanya, dan iblis pun menjerit kesakitan. Dia terkejut dan tidak menyangka kalau Nabi Idris as akan mengetahui tipu dayanya.

Karena mata iblis tertusuk jarum Nabi Idris, maka matanya telah menjadi buta. Tanpa membuang waktu, iblis pun lari tunggang langgang hingga hilang dari pandangan Nabi Idris as.

(Rujukan: http://kisahislamiah.blogspot.my)

Lanjutan Perincian Mukjizat Nabi Muhammad SAW

Mukjizat Muhammad (bahasa Arab: معجزات محمد, Mu’jizati Muhammad) adalah kemampuan luar biasa yang diberikan Allah kepada Nabi Muhammad S.A.W untuk membuktikan kenabiannya.[1] Dalam Islam, mukjizat terjadi hanya karena izin Allah, di antara mukjizat Nabi Muhammad adalah Isra dan Mi’raj dalam tidak sampai satu hari. Selain itu, Nabi Muhammad juga pernah membelah bulan pada masa penyebaran Islam di Mekkah, wahyu Al-Qur’an, dan lain-lain.

Dalam hadits yang diriwayatkan Abu Hurairah dikatakan bahwa rasulullah bersabda, “Tidak ada seorang pun di antara para nabi kecuali mereka diberi sejumlah mukjizat yang di antaranya manusia beriman kepadanya dan mukjizat yang aku terima adalah wahyu. Allah mewahyukannya kepadaku. Maka aku berharap kiranya menjadi nabi yang paling banyak pengikutnya pada hari kiamat.”[2]

Menurut syariat Islam, tidak ada mukjizat yang diberikan Allah kepada seorang nabi melainkan mukjizat itu pun diberikan kepada Muhammad secara persis sama atau bahkan lebih hebat.[3] Seperti Sulayman yang sanggup berbicara kepada hewan, Isa yang dapat mengetahui rahasia hati umatnya dan seterusnya.

Pertanda

Tradisi Islam banyak menceritakan bahwa pada masa kelahiran dan masa sebelum kenabian, Nabi Muhammad sudah diliputi banyak irhasat (pertanda).[4] Muhammad dilahirkan pada tanggal 22 April 570 di kalangan keluarga bangsawan Arab, Bani Hasyim. Ibnu Hisyam, dalam Sirah Nabawiyah menuliskan Muhammad memperoleh namanya dari mimpi ibunya,[5] Aminah binti Wahab ketika mengandungnya. Aminah memperoleh mimpi bahwa ia akan melahirkan “pemimpin umat”. Mimpi itu juga yang menyuruhnya mengucapkan, “Aku meletakkan dirinya dalam lindungan Yang Maha Esa dari segala kejahatan dan pendengki.” Kisah Aminah dan Abdul Muthalib juga menunjukkan bahwa sejak kecil Muhammad adalah anak yang luar biasa.[6]

Berikut ini adalah irhasat yang terjadi pada saat sebelum, sesudah kelahiran dan masa kecil Muhammad:

Sebelum dan sesudah kelahiran

  • Aminah binti Wahab, ibu Muhammad pada saat mengandung Rasulullah Muhammad S.A.W tidak pernah merasa lelah seperti wanita pada umumnya,
  • Raja Khosrow (Kekaisaran Sassania dari Persia) dan para pendita Majusi bermimpi yang menakutkan.[7]
  • Dinding istana Raja Khosrow tiba-tiba retak dan empat belas menaranya Dewan Kekaisaran ini runtuh,[8]
  • Padamnya api yang disembah penganut Agama Majusi secara tiba-tiba,[8]
  • Terjadinya gempa yang merobohkan tempat ibadah di sekitar Kerajaan Rum,
  • Danau dan sawah mengering.[8]
  • Saat melahirkan Muhammad, Aminah binti Wahab tidak merasa sakit seperti wanita sewajarnya.
  • Keluarnya cahaya dari faraj Aminah yang menerangi istana negeri Syam.[9]
  • Muhammad dilahirkan dalam keadaan sudah berkhitan.[10]
  • Lahir dengan tali pusar sudah terputus.[11]

Balita dan kanak-kanak

  • Halimah binti Abi-Dhua’ib, ibu susuan Muhammad dapat menyusui kembali setelah sebelumnya ia dinyatakan telah kering susunya.[12] Halimah dan suaminya pada awalnya menolak Muhammad karena yatim. Namun, karena alasan ia tidak ingin dicemooh Bani Sa’d, ia menerima Muhammad. Selama dengan Halimah, Muhammad hidup nomaden bersama Bani Sa’d di gurun Arab selama empat tahun.[13]
  • Ternak kambing Halimah menjadi gemuk-gemuk dan susunya pun bertambah,[14]
  • Pada usia 5 bulan ia sudah pandai berjalan, usia 9 bulan ia sudah mampu berbicara dan pada usia 2 tahun ia sudah bisa dilepas bersama anak-anak Halimah yang lain untuk menggembala kambing.
  • Abdul Muthalib, kakek Muhammad menuturkan bahwa berhala yang ada di Ka’bah tiba-tiba terjatuh dalam keadaan bersujud saat kelahiran Muhammad. Ia juga menuturkan bahwa ia mendengar dinding Ka’bah berbicara, “Nabi yang dipilih telah lahir, yang akan menghancurkan orang-orang kafir dan membersihkan dariku dari beberapa patung berhala ini, kemudian memerintahkan untuknya kepada Zat Yang Merajai Seluruh Alam Ini.”[15]

  • Ketika Muhammad berusia empat tahun,[16] ia pernah dibedah perutnya oleh dua orang berbaju putih yang terakhir diketahui sebagai malaikat. Peristiwa itu terjadi di ketika Muhammad sedang bermain dengan anak-anak Bani Sa’d dari suku Badui. Setelah kejadian itu, Muhammad dikembalikan oleh Halimah kepada Aminah.[17] Sirah Nabawiyyah, memberikan gambaran detail bahwa kedua orang itu, “membelah dadanya, mengambil jantungnya, dan membukanya untuk mengelurkan darah kotor darinya. Lalu mereka mencuci jantung dan dadanya dengan salju.”[18] Peristiwa seperti itu juga terulang 50 tahun kemudian saat Muhammad diIsrakan ke Yerusalem lalu ke Sidratul Muntaha dari Mekkah.[19]
  • Dikisahkan pula pada masa kecil Muhammad, ia telah dibimbing oleh Allah. Hal itu mulai tampak setelah ibu dan kakeknya meninggal. Dikisahkan bahwa Muhammad pernah diajak untuk menghadiri pesta dalam tradisi Jahiliyah, namun dalam perjalanan ke pesta ia merasa lelah dan tidur di jalan sehingga ia tidak mengikuti pesta tersebut.[20]

Remaja

  • Pendeta Bahira menuturkan bahwa ia melihat tanda-tanda kenabian pada diri Muhammad. Muhammad saat itu berusia 12 tahun sedang beristirahat di wilayah Bushra dari perjalannya untuk berdagang bersama Abu Thalib ke Syiria. Pendeta Bahira menceritakan bahwa kedatangan Muhammad saat itu diiringi dengan gumpalan awan yang menutupinya dari cahaya matahari. Ia juga sempat berdialog dengan Muhammad dan menyaksikan adanya sebuah “stempel kenabian” (tanda kenabian) di kulit punggungnya.[21]
  • Tanah yang dilalui oleh unta Muhammad diperpendek jaraknya oleh Jibril, sebelah sisi kanan dijaga oleh Israfil dan sisi kirinya dijaga oleh Mikail kemudian mendung menaunginya.[22][23]

Mukjizat

Berikut adalah mukjizat-mikjizat yang diperolehnya ketika Muhammad telah menerima wahyu ketika ia berusia 40 tahun. Abu Sa’ad an-Nisaburi menyebutkan dalam bukunya yang berjudul Kitabu Syarafil Musthafa, bahwa kekhususan Muhammad berjumlah enam puluh. Sebagian ulama menyebutkan bahwa nabi S.A.W telah dianugerahi tiga ribu mukjizat dan kekhususan. Sedangkan di dalam Al-Quran itu sendiri terdapat sekitar enam puluh ribu mukjizat.[24].

Fisik

  • Dapat melihat dengan jelas dalam keadaan gelap.[25]
  • Wajah Muhammad memancarkan cahaya dikegelapan pada waktu sahur.[26]
  • Dua Sahabat Muhammad dibimbing oleh dua cahaya, setelah bertemunya.[27]
  • Peluh yang keluar dari tubuh Muhammad memiliki bau harum,[28] jika Muhammad berjabat tangan dengan seseorang maka aroma harum itu akan membekas selama beberapa hari ditangan orang tersebut.[29]
  • Muhammad yang sanggup menghancurkan batu besar dengan tiga kali pukulan, dikala menjelang Perang Khandaq, padahal pada saat itu Muhammad belum makan selama 3 hari.[30]

Do’a

  • Mendo’akan kedua mantan menantunya (Uthbah dan Uthaibah) dimakan binatang buas, setelah mereka berkata kasar kepada Muhammad.[36]
  • Mendoakan untuk menumbuhkan gigi salah seorang sahabatnya bernama Sabiqah yang rontok sewaktu perang.
  • Mendoakan supaya Kerajaan Kisra hancur, kemudian doa tersebut dikabulkan.[38]
  • Mendoakan Ibnu Abbas menjadi orang yang faqih dalam agama Islam.[38]

Kharisma dan kewibawaan

  • Tatapan mata yang menggetarkan Ghaurats bin Harits, yaitu seorang musuh yang pernah menghunus pedang kearah leher Muhammad.[40]
  • Allah melumpuhkan Hay bin Akhtab dan para sahabatnya, ketika hendak melemparkan batu yang besar kepada Muhammad.[41]
  • Jin yang bernama Muhayr bin Habbar membantu dakwah Muhammad, kemudian jin itu diganti namanya oleh Muhammad menjadi Abdullah bin Abhar.

Menghilang, menidurkan dan mengalahkan musuh

  • Menghilang saat akan dilempari batu oleh Ummu Jamil, bibi Muhammad ketika ia duduk di sekitar Ka’bah dengan Abu Bakar.[43]
  • Menghilang saat akan dibunuh Abu Jahal dimana saat itu ia sedang salat.[44]
  • Menidurkan 10 pemuda Mekkah yang berencana membunuhnya dengan taburan pasir, kemudian ia berhasil melalui orang-orang yang menunggunya di pintu rumahnya untuk membunuhnya.

Fenomena Alam

  • Menghentikan gempa yang terjadi di Mekkah[47] dan Madinah,[48] dengan cara menghentakkan kakinya dan memerintahkan bukit supaya tenang.

  • Bumi menelan seorang Quraisy yang hendak membunuh Muhammad dan Abu Bakar pada saat hijrah.

Makanan dan minuman

  • Makanan yang di makan oleh Muhammad mengagungkan Nama Allah.[55]
  • Roti sedikit cukup untuk orang banyak.[57]
  • Sepotong hati kambing cukup untuk 130 orang.[58]
  • Makanan yang dimakan tidak berkurang justru bertambah tiga kali lipat.[59]
  • Menjadikan beras merah sebanyak setengah kwintal yang diberikan kepada orang Badui Arab tetap utuh tidak berkurang selama berhari-hari.[60]
  • Ikan al-anbar menjadi hidangan bagi 300 pasukan Muhammad.[61]
  • Menjadikan minyak samin Ummu Malik tetap utuh tidak berkurang walau telah diberikan kepada Muhammad.[62]
  • Wadah yang selalu penuh dengan air, walau sudah dituangkan hingga habis.[63]
  • Mengeluarkan air dari sumur yang ada di tengah gurun pasir, ketika Khalid bin walid pada saat itu masih menjadi musuhnya.[64]
  • Mengeluarkan mata air baru untuk pamannya Abu Thalib yang sedang kehausan.[65]
  • Mengeluarkan air yang banyak dari bejana milik seorang wanita penunggang unta.[66]
  • Semangkuk susu yang bisa dibagi-bagikan kepada beberapa orang-orang Shuffah, Abu Hurayrah dan Muhammad.[67]
  • Susu dan kencing unta bisa menyembuhkan penyakit orang Urainah.[68]

Bayi, hewan, tumbuhan dan benda mati

  • Seorang bayi berumur satu hari bersaksi atas kerasulan Muhammad.[69]
  • Bayi berumur 2 tahun memberi salam kepada Muhammad.[70]
  • Unta besar yang melindungi Muhammad dari kejahatan Abu Jahal.[78]
  • Seekor burung mengadu kepada Muhammad tentang kehilangan anaknya.[79]
  • Seekor anjing yang membunuh salah satu petinggi kerajaan Mongol karena telah mencela Muhammad.[80]
  • Pohon menjadi saksi dan dibuat berbicara kepada Muhammad dan orang dusun (Arab Badui).[86][87]
  • Memerintahkan pohon untuk menjadi penghalang ketika Muhammad hendak buang hajat pada suatu perjalanan.[88]
  • Batang kayu yang kering menjadi hijau kembali ditangannya.
  • Permadani yang besaksi atas kerasulan Muhammad atas permintaan Malik bin as-Sayf.[89]
  • Mimbar menangis setelah mendengar bacaan ayat-ayat Allah.[90]
  • Batu kerikil bertasbih ditelapak tangan Muhammad.[94]
  • Memberinya sebatang kayu yang berubah menjadi pedang kepada Ukasyah bin Mihsan, ketika pedangnya telah patah dalam sebuah pertempuran.
  • Berbicara dengan gilingan tepung Fatimah yang takut dijadikan batu-batu neraka.
  • Memerintahkan gilingan tepung untuk berputar dengan sendirinya.[97]
  • Secara tiba-tiba ada sarang laba-laba, dua ekor burung yang sedang mengeramkan telur dan cabang-cabang pohon yang terkulai menutupi mulut gua di Gunung Thur, sewaktu Muhammad dan Abu Bakar bersembunyi dari kejaran orang Quraisy.[98]

Menyembuhkan

  • Menyembuhkan betis Ibnu al-Hakam yang terputus pada Perang Badar, kemudian Muhammad meniupnya, lalu sembuh seketika tanpa merasakan sakit sedikit pun.
  • Menyembuhkan mata Qatadah tergantung di pipinya yang terluka pada Perang Uhud, kemudian oleh Muhammad mata tersebut dimasukkan kembali dan menjadi lebih indah dari sebelumnya.[99][100]
  • Menyembuhkan sakit kepala Ali bin Abi Thalib.[105]
  • Menyembuhkan luka gigitan ular yang diderita Abu Bakar dengan ludahnya saat bersembunyi di Gua Hira[106] (dalam kisah lain dikatakan Gua Tsur)[107] dari pengejaran penduduk Mekah.
  • Menyembuhkan luka bakar ditubuh anak kecil yang bernama Muhammad bin Hathib dengan ludahnya.[108]
  • Menyembuhkan luka bakar Amar bin Yasir yang telah dibakar oleh orang-orang kafir.[109]
  • Menyembuhkan anak yang bisu sejak lahir, sehingga bisa berbicara.[110][111]
  • Menyembuhkan mata ayah Fudayk yang putih semua dan buta.[112]
  • Air seni Muhammad pernah terminum oleh pembantunya yang bernama Ummu Aiman, sehingga menyembuhkan sakit perut pembantunya.[113]
  • Mengembalikan penglihatan orang yang buta.[114]
  • Menyembuhkan penyakit lumpuh seorang anak.[115]
  • Mengobati penyakit gila seorang anak.[116]
  • Menyembuhkan tangan wanita yang lumpuh dengan tongkatnya.
  • Menyembuhkan penyakit kusta Sa’id bin Abyadh bin Jamal dibagian wajahnya.[118]
  • Menyambung tangan orang Badui yang putus setelah dipotong oleh dirinya sendiri sehabis menampar Muhammad.
  • Menyembuhkan putri raja yg cacat tanpa tangan & kaki.
  • Mengusapkan wajah Qatadah bin Milhan yang telah berusia lanjut, sehingga wajahnya tetap terlihat muda dan cerah.[121]
  • Menyembuhkan sakit perut Ubaidah bin Rifa’ah.[122]

Menghidupkan orang mati

  • Menghidupkan anak perempuan yang telah mati lama dikuburannya.[123]

Hal ghaib dan ru’yah

  • Mengetahui kejadian yang tidak dilihat olehnya.[125]
  • Mengetahui apa yang telah terjadi, sedang terjadi, yang akan terjadi.
  • Sanggup melihat dibalik punggungnya seperti melihat dari depan.[126][127]
  • Melihat dan mendengar apa yang ada dilangit dan bumi.[128]
  • Mengetahui isi hati sahabat dan lawannya.
  • Mengetahui yang terjadi di dalam kubur.[129]
  • Meramalkan seorang istrinya ada yang akan menunggangi unta merah, dan disekitarnya ada banyak anjing yang menggonggong dan orang tewas. Hal itu terbukti pada Aisyah pada saat Perang Jamal di wilayah Hawwab yang mengalami kejadian yang diramalkan Muhammad.[131]
  • Meramalkan istrinya yang paling rajin bersedekah akan meninggal tidak lama setelahnya dan terbukti dengan meninggalnya Zainab yang dikenal rajin bersedekah tidak lama setelah kematian Muhammad.[132]
  • Meramalkan umatnya akan terpecah belah menjadi 73 golongan.[133]
  • Mengetahui nasib cucu-cucunya dikemudian hari, seperti nasib Hasan yang akan bermusuhan dengan Mu’awiyyah bin Abu Sufyan beserta keturunannya. Nasib Husain yang akan dibantai tentara Yazid, anak lelaki Mu’awiyyah disebuah Padang Karbala.[134]
  • Mengetahui akan adanya Piagam Pemboikotan oleh tokoh-tokoh Quraisy.

Mukjizat terbesar

Penjelasan sebagai manusia biasa

Terdapat kisah yang mengatakan bahwa Nabi Muhammad tidak memiliki bayangan, karena jasadnya terbuat dari cahaya. Pendapat ini disampaikan oleh Muhammad as-Sholihi dalam kitabnya yang berjudul “Subul al-Huda wa ar-Rasyad”. Muhammad as-Sholihi mengutip beberapa riwayat dari beberapa ulama, diantaranya adalah Ibnu Sab’ dalam “Khasais Nabi” dan ad-Dzakwan. Ibnu Sab’ mengatakan, bahwa “Bayangan nabi S.A.W tidak menempel di tanah. Karena dia adalah cahaya. Apabila dia berjalan di bawah terik atau di malam purnama, tidak nampak bayangannya.” Kemudian keterangan lain dari seorang tabiin bernama ad-Dzakwan, dia mengatakan, “Tidak terlihat bayangan rasulullah S.A.W di bawah matahari maupun purnama”.[136]

Riwayat diatas dinilai sangat lemah dan palsu (maudhu), dikarenakan pernyataan-pernyataan yang tidak memiliki bukti (dasar) dari al-Qur`an maupun hadits nabi yang shahih, kemudian banyak dalil yang menyatakan bahwa Nabi Muhammad hanya manusia biasa, dan Allah telah menjelaskan hal ini dalam Al-Qur’an:

Katakanlah: Sesungguhnya aku ini manusia biasa seperti kamu,… (Al-Kahf 18:110)
Tidaklah Kami jadikan untuk mereka (para nabi) tubuh-tubuh yang tidak makan makanan, dan tidak (pula) mereka itu orang-orang yang kekal. (Al-Anbiya 21:8)
Mereka berkata: “Mengapa rasul itu memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar?” (Al-Furqan 25:8)

Semua ayat di atas menunjukkan bahwa karakter fisik para nabi dan rasul, tidak berbeda dengan umatnya, artinya mereka sama-sama manusia, yang membedakan hanyalah ketakwaannya saja,[137] dan keistimewaan lain dari para nabi dan rasul adalah jasad mereka tidak akan hancur “dimakan tanah”.[138]

Tidak mengetahui hal ghaib kecuali mendapatkan wahyu

Dari kesemua mukjizat yang dimilikinya, ia pernah mengalami ketidaktahuannya tentang beberapa masalah, seperti tidak mengetahui kapan datangnya kiamat,[139][140] kemudian apakah Ibnu Shayyad sesungguhnya Dajal atau bukan,[141] tidak mengetahui ada beberapa sahabatnya dari kalangan Arab Badui dan Madinah yang munafik,[142] tidak mengetahui perkara-perkara gaib yang lainnya,[143] jika Allah tidak memberikan wahyu.[144] Karena pada dasarnya syariat Islam mengajarkan segala sesuatu yang gaib hanya Allah yang Maha Tahu (Al `Aliim).[145][146] Kemudian ia pernah mengalami sakit, terkena sihir dan racun,[147] terluka karena pukulan, sabetan pedang bahkan rasa sakit akibat demam sama seperti apa yang sering dialami oleh fisik manusia biasa. Karena Nabi Muhammad termasuk bani Adam yang diciptakan dari tanah. Sementara yang diciptaan dari cahaya hanyalah malaikat, dan nabi bukanlah golongan malaikat.[148]

Terluka saat perang

Dalam sejarah Islam, beberapa kali Muhammad terluka dan mengalami kesakitan akibat peperangan dengan musuhnya, di antaranya ketika terjadinya Perang Uhud, dalam kondisi yang sangat kritis itu, ‘Utbah bin Abi Waqqash melempar Muhammad dengan batu sehingga ia terjatuh, mengakibatkan gigi seri bawah kanan terkena dan juga melukai bibir bawahnya.[149]

Kemudian Abdullah bin Syihab Al Zuhry tiba-tiba mendekati Muhammad dan memukul hingga keningnya terluka, tidak hanya itu saja datang pula Abdullah bin Qami’ah seorang penunggang kuda mengayunkan pedang ke bahu Muhammad dengan pukulan yang keras, pukulan pedang itu tidak sampai menembus dan merusak baju besi yang ia kenakan.

Lalu kembali Abdullah bin Syihab Al Zuhry memukul di bagian tulang pipi Muhammad hingga ada dua keping lingkaran rantai topi besi yang terlepas menembus pipi Muhammad dan akibat pukulan pedang itu ia mengalami kesakitan selama sebulan.

Peristiwa lain yang dialami oleh Muhammad, bahwa ia-pun mengalami sakit demam, bahkan menurut hadits dikisahkan demamnya lebih parah, melebihi demam yang dialami dua orang dewasa. Sebagaimana yang pernah diriwayatkan oleh Abdullah bin Mas’ud.[150]

Apa yang dialami oleh Muhammad seperti yang dikisahkan di atas, menunjukkan bahwa ia juga mengalami keadaan yang sama seperti manusia pada umumnya, sesuai dengan fitrah sebagai manusia biasa.

(Rujukan: https://id.wikipedia.org/)

Kisah Gambar-Gambar Nabi dan Rasul

Sahabat melihat gambar-gambar Rasul a.s dari simpanan Heraklius
Imam al-Hakim (penulis kitab al-Mustadrak) mengatakan, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Abdullah ibnu Ishaq al-Baghawi, telah menceritakan kepada kami Ibrahim ibnul Aisam al-Baladi, telah menceritakan kepada kami Abdul Aziz ibnu Muslim ibnu Idris, telah menceritakan kepada kami Abdullah ibnu Idris, dari Syurahbil ibnu Muslim, dari Abu Umamah al-Bahili, dari Hisyam ibnul ‘As al-Umawi r.a yang menceritakan bahawa dia dan seorang lelaki lain diutus untuk menemui Heraklius (Hercules, Raja Romawi) untuk mengajaknya masuk Islam.
“Kami berangkat, dan ketika kami sampai di al-Ghautah (bahagian dari kota Dimasyq / Damsyiq) kami turun istirehat di perkampungan Al-Jabalah ibnul Aiham Al-Ghassani. Lalu kami masuk menemuinya, tiba-tiba kami jumpai dia berada di atas singgahsananya. Dia mengirimkan utusannya kepada kami agar kami berbicara dengannya, tetapi kami mengatakan, “Demi Allah, kami tidak akan berbicara kepada utusan. Sesungguhnya kami diutus hanya untuk menemui raja (kalian). Jika kami diberi izin untuk masuk, maka kami akan berbicara langsung dengannya; dan jika tidak, kami tidak akan berbicara kepada utusan.”
Kemudian utusan Jabalah ibnul Aiham kembali kepadanya dan menceritakan segala sesuatunya kepadanya. Akhirnya kami diberi izin untuk menemuinya, lalu Jabalah berkata, “Berbicaralah kalian.” Maka Hisyam ibnul ‘As berbicara dengannya dan menyerunya untuk memeluk agama Islam.
Ternyata Jabalah memakai pakatan hitam, maka Hisyam bertanya kepadanya, “Pakaian apakah yang engkau kenakan itu?” Jabalah menjawab, “Saya memakainya dan saya telah bersumpah bahawa saya tidak akan menanggalkannya sebelum mengusir kalian dari negeri Syam.”
Kami berkata, “Majlismu ini, demi Allah, akan benar-benar kami rebut dari tangan kekuasaanmu, dan sesungguhnya kami akan merebut kerajaan rajamu yang paling besar, Insya Allah. Perkara ini telah diberitakan kepada kami oleh Nabi kami, iaitu Nabi Muhammad S.a.w.”
Jabalah mengatakan, “Kalian bukanlah mereka, bahkan mereka adalah suatu kaum yang puasa siang harinya dan shalat pada malam harinya, maka bagaimanakah cara puasa kalian?”
Maka kami menceritakan cara puasa kami. Wajah Jabalah menjadi hitam (marah) dan berkata, “Berangkatlah kalian,” dan dia menyertakan seorang utusan bersama kami untuk menghadap kepada Kaisar  (raja) Romawi.
Kalifah & Unta

Kami berangkat, dan ketika kami sudah dekat dengan ibu kota, berkatalah orang yang bersama kami, “Sesungguhnya haiwan kenderaan kalian ini dilarang memasuki ibu kota kerajaan. Jika kalian suka, maka kami akan membawa kalian dengan kenderaan kuda dan baghal.” Kami menjawab, “Demi Allah, kami tidak akan masuk melainkan dengan memakai kenderaan ini.”

Kemudian orang yang bersama kami itu mengirimkan utusan-nya kepada kaisar untuk menyampaikan bahawa para utusan kaum Muslim menolak peraturan tersebut. Akhirnya Raja Romawi memerintahkan kepada utusan itu untuk membawa kami masuk dengan kenderaan yang kami bawa.
Kami masuk ke dalam ibu kota dengan menyandang pedang-pedang kami, hingga sampailah kami pada salah satu bangunan milik Kaisar. Lalu kami istirehatkan unta kenderaan kami pada bahagian bawahnya, sedangkan Raja Romawi memandang kami.
Lalu kami ucapkan, “Tidak ada Tuhan selain Allah, dan Allah Maha Besar.” Allah-lah yang mengetahui, kerana sesungguhnya bangunan itu mendadak menjadi bergegar seperti pohon kurma yang tertiup angin besar. Lalu raja mengirimkan utusan-nya kepada kami untuk menyampaikan, “Kalian tidak usah menggembar-gemburkan agama kalian kepada kami.” Dan raja mengirimkan lagi utusan-nya untuk menyampaikan, “Silakan kalian masuk.”
Maka kami masuk menghadapnya, sedangkan dia berada di atas singgahsananya, di hadapan para paderi Romawi. Segala sesuatu yang ada di majlisnya berwarna merah, raja sendiri memakai baju merah, dan segala sesuatu yang ada di sekitarnya semuanya berwarna merah.
Lalu kami mendekat kepadanya. Dia tertawa, lalu berkata, “Bagaimanakah menurut kalian jika kalian datang menghadap kepadaku dengan mengucapkan kalimat salam penghormatan yang berlaku di antara sesama kalian? Tiba-tiba di sisinya terdapat seorang lelaki yang fasih berbicara Arab lagi banyak bicara.
Maka kami menjawab, “Sesungguhnya salam penghormatan kami di antara sesama kami tidak halal bagimu, dan salam penghormatan kamu yang biasa kamu pakai tidak halal pula bagi kami memakainya.” Raja menjawab, “Bagaimanakah ucapan salam penghormatan kalian di antara sesama kalian?” Kami menjawab, “Assalamu ‘alaika.” Raja bertanya,”Bagaimanakah caranya kalian mengucapkan salam penghormatan kepada raja kalian?” Kami menjawab, “Sama dengan kalimat itu.” Raja bertanya, “Bagaimanakah kalian mendapat jawabannya?” Kami menjawab, “kalimat yang sama.”
Raja bertanya, “Kalimat apakah yang paling besar dalam ucapan kalian?” Kami menjawab, “Tidak ada Tuhan selain Allah, dan Allah Maha Besar!” Ketika kami mengucapkan kalimah itu, hanya Allah-lah yang lebih mengetahui,tiba-tiba bangunan istana itu bergegar sehingga si raja mengangkat kepalanya memandang ke atas bangunan itu.
Raja berkata, “Kalimat yang baru saja kalian ucapkan membuat bangunan ini bergegar. Apakah setiap kali kalian mengucapkannya di dalam rumah kalian, lalu bilik-bilik kalian bergegar kerananya?” Kami menjawab, “Tidak, kami belum pernah melihat peristiwa ini kecuali hanya di tempatmu sekarang ini?”
Raja berkata, “Sesungguhnya aku mengharapkan seandainya saja setiap kali kalian mengucapkan segala sesuatu bergegar atas kalian. Dan sesungguhnya aku rela mengeluarkan separuh dari kerajaanku?” Kami bertanya, “Mengapa?” Dia menjawab, “Kerana sesungguhnya perkara itu lebih mudah dan lebih layak untuk dikatakan bukan merupakan perkara kenabian, dan bahawa perkara tersebut hanyalah terjadi semata-mata kerana perbuatan manusia.”
Kemudian raja menanyai kami tentang tujuan kami, lalu kami menceritakan perkara itu kepadanya. Setelah itu raja bertanya, “Bagaimanakah shalat dan puasa kalian?” Kami menceritakan perkara itu kepadanya, lalu raja berkata. “Bangkitlah kalian.” Kemudian dia memerintahkan agar menyediakan rumah yang baik dan tempat peristirehatan yang cukup buat kami, dan kami tinggal di sana selama tiga hari.
Pada suatu malam raja mengirimkan utusannya kepada kami, lalu kami masuk menemui raja, dan dia meminta agar kami mengulangi ucapan kami, maka kami mengulanginya.Sesudah itu dia memerintahkan agar dibawakan sesuatu yang berbentuk seperti kota yang cukup besar, dibuat dari emas. Di dalamnya terdapat rumah-rumah kecil yang masing-masingnya berpintu.
Raja membuka sebuah rumah dan membuka kuncinya, lalu mengeluarkan (dari dalamnya) selembar kain sutera hitam. Ketika kami membuka kain sutera itu, tiba-tiba padanya terdapat gambar merah, dan pada gambar yang merah itu terdapat gambar seorang lelaki yang bermata besar, lagi bahagian bawahnya besar, saya belum pernah melihat leher sepanjang yang dimilikinya. Ternyata lelaki itu tidak berjanggut, dan ternyata pada rambutnya terdapat dua tocang rambut yang paling indah di antara semua makhluk Allah. Lalu raja berkata, “Tahukah kalian gambar siapakah ini?” Kami menjawab, “Tidak.” Dia berkata, “Ini adalah gambar Adam a.s.” Ternyata Nabi Adam a.s. adalah orang yang sangat lebat rambutnya.
adam
Kemudian raja membuka rumah yang lain, lalu mengeluarkan kain sutera berwarna hitam darinya. Tiba-tiba di dalamnya terdapat gambar orang yang berkulit putih, memiliki rambut yang kerinting, kedua matanya merah, berkepala besar, dan sangat bagus janggutnya. Lalu raja bertanya, “Tahukah kalian siapakah orang ini?” Kami menjawab, “Tidak.” Raja berkata, “Dia adalah Nuh a.s.”
Kemudian dia membuka pintu yang lain dan mengeluarkan kain sutera hitam lainnya, tiba-tiba di dalamnya terdapat gambar seorang lelaki yang sangat putih, kedua matanya sangat indah, keningnya lebar, dan pipinya panjang (lonjong), sedangkan janggutnya berwarna putih, seakan-akan gambar lelaki itu tersenyum. Lalu raja bertanya, “Tahukah kalian, siapakah orang ini?” Kami menjawab, “Tidak.” Dia berkata, “Orang ini adalah Ibrahim a.s.”
Lalu raja membuka pintu yang lain (dan mengeluarkan kain sutera hitam) tiba-tiba padanya terdapat gambar orang yang putih, dan tiba-tiba – demi Allah – dia adalahRasulullah S.a.w sendiri. Raja bertanya, “Tahukah kalian siapakah orang ini?” Kami menjawab, “Ya. Orang ini adalah Muhammad, utusan Allah S.w.t.” Kami menangis, dan raja bangkit berdiri sejenak, kemudian duduk lagi, lalu bertanya, “Demi Allah, benarkah gambar ini adalah dia (Nabi S.a.w)?” Kami menjawab, “Ya, sesungguhnya gambar ini adalah gambar dia, seakan-akan engkau sedang memandang kepadanya.”
Raja memegang kain sutera itu sebentar seraya memandangnya, lalu berkata, “Ingatlah, sesungguhnya rumah ini adalah rumah yang terakhir, tetapi sengaja saya segerakan buat kalian untuk melihat apa yang ada pada kalian.”
Kemudian raja membuka pintu yang lain dan mengeluarkan kain sutera hitam darinya, tiba-tiba padanya terdapat gambar seseorang yang hitam manis, dia adalah seorang lelaki yang berambut kerinting dengan mata yang agak cekung, tetapi pandangannya tajam, wajahnya murung, giginya bertumpang tindih, bibirnya dicebikkan seakan-akan sedang dalam keadaan marah. Raja bertanya, “Tahukah kalian siapakah orang ini?” Kami menjawab, “Tidak tahu.” Raja berkata, “Dia adalah Musa a.s.” Sedangkan di sebelahnya terdapat gambar seseorang yang mirip dengan-nya, hanya rambutnya berminyak, dahinya lebar, dan kedua matanya kelihatan agak juling. Raja itu bertanya, “Tahukah kalian siapakah orang ini?” Kami menjawab, “Tidak tahu.” Raja berkata, “Orang ini adalah Harun ibnu Imran a.s.”
Lalu raja membuka pintu yang lain dan mengeluarkan kain sutera putih dari dalamnya. Ternyata di dalamnya terdapat gambar seorang lelaki hitam manis, tingginya pertengahan, dadanya bidang, dan seakan-akan sedang marah. Lalu si raja bertanya, “Tahukah kalian siapakah orang ini?” Kami menjawab, “Tidak.” Dia menjawab bahawa orang tersebut adalah Lut a.s.
Kemudian raja membuka pintu yang lain dan mengeluarkan kain sutera berwarna putih, tiba-tiba padanya terdapat gambar seorang lelaki yang kulitnya putih kemerah-merahan dengan pinggang yang kecil dan memiliki wajah yang tampan. Lalu si raja bertanya, “Tahukah kalian siapakah orang ini?” Kami menjawab, “Tidak.” Raja berkata, “Dia adalah Ishaq a.s.”
perang badar
Kemudian raja membuka pintu yang lain dan mengeluarkan kain sutera putih darinya, dan ternyata di dalamnya terdapat gambar seseorang yang mirip dengan Ishaq, hanya saja pada bibirnya terdapat tahi lalat. Raja bertanya, “Tahukah kalian, siapakah orang ini?” Kami menjawab, “Tidak tahu.” Raja berkata, “Orang ini adalah Ya’qub a.s.”
Lalu raja membuka pintu yang lain dan mengeluarkan darinya kain sutera yang berwarna hitam, di dalamnya terdapat gambar seorang lelaki berkulit putih, berwajah tampan, berhidung mancung dengan tinggi yang cukup baik, pada wajahnya terpancar nur (cahaya), dan terbaca dari wajahnya petanda khusyu’ dengan kulit yang putih kemerah-merahan. Raja bertanya, “Tahukah kalian siapakah orang ini?” Kami menjawab, “Tidak tahu.” Raja berkata.”Orang ini adalah moyang nabi kalian, iaitu Nabi Ismail a.s.”
Kemudian raja membuka pintu yang lain dan mengeluarkan darinya kain sutera putih, dan ternyata di dalamnya terdapat gambar seorang lelaki yang mirip dengan Nabi Adam, hanya wajahnya bercahaya seperti mentari. Raja bertanya, “Tahukah kalian siapakah orang ini?” Kami menjawab, “Tidak tahu.” Raja berkata, “Orang ini ialah Yusuf a.s.”
Kemudian raja membuka pintu yang lain dan mengeluarkan darinya kain sutera putih, tiba-tiba di dalamnya terdapat gambar seorang lelaki yang berkulit merah, kedua betisnya kecil, dan matanya rabun, sedangkan perutnya besar dan tingginya sedang, seraya menyandang pedang. Raja bertanya, “Tahukah kalian siapakah orang ini?” Kami menjawab, “Tidak.” Raja berkata, “Orang ini adalah Daud a.s.”
Lalu raja membuka pintu yang lain dan mengeluarkan darinya kain sutera putih, tiba-tiba di dalamnya terdapat gambar seorang lelaki yang bahagian bawahnya besar, kedua kakinya agak panjang seraya mengendarai kuda. Lalu raja bertanya, “Tahukah kalian, siapakah orang ini?” Kami menjawab, “Tidak.” Raja berkata, “Orang ini adalah Sulaiman ibnu Daud a.s.”
Kemudian raja membuka pintu yang lain, lalu mengeluarkan kain sutera hitam darinya, pada kain sutera itu terdapat gambar orang yang berpakaian putih, dan ternyata dia adalah seorang pemuda yang janggutnya berwarna hitam pekat, berambut lebat, kedua matanya indah, dan wajahnya tampan. Raja bertanya, “Tahukah kalian siapakah orang ini?” Kami menjawab. “Tidak.” Raja berkata, “Orang ini adalah Isa ibnu Maryam a.s.”
Nabi Musa as
Kami bertanya, “Dari manakah kamu mendapatkan gambar-gambar ini? Kerana kami mengetahui bahawa gambar-gambar tersebut sesuai dengan gambar nabi-nabi yang dimaksudkan, mengingat kami melihat gambar nabi kami sama seperti yang tertera padanya.”
Raja menjawab, “Sesungguhnya Adam a.s pernah memohon kepada Tuhannya agar Dia memperlihatkan kepadanya para nabi dari keturunannya, maka Allah menurunkan kepadanya gambar-gambar mereka. Gambar-gambar tersebut berada di dalam perbendaharaan Nabi Adam a.s. yang terletak di tempat tenggelamnya matahari. Kemudian dikeluarkan oleh Zul-Qarnain dari tempat penyimpanannya di tempat tenggelamnya matahari, lalu Zul-Qarnain menyerahkannya kepada Nabi Danial a.s.”
Kemudian raja berkata, “Ingatlah, demi Allah, sesungguhnya peribadiku suka bila keluar dari kerajaanku, dan sesungguhnya aku nanti akan menjadi orang yang memiliki kerajaan yang paling kecil di antara kalian hingga aku mati.”
Lalu raja memberikan kami hadiah dan ternyata hadiah yang diberikan-nya sangat baik, lalu dia melepas kami pulang. Ketika kami sampai pada Khalifah Abu Bakar As-Siddiq r.a, kami ceritakan kepadanya semua yang telah kami lihat, demikian pula perkataan raja serta hadiah yang diberikannya kepada kami. Maka Abu Bakar menangis dan berkata, “Kasihan dia. Seandainya Allah menghendaki kebaikan baginya, nescaya dia melakukannya (masuk Islam).”
Kemudian Abu Bakar As-Siddiq berkata, “Telah menceritakan kepada kami Rasulullah S.a.w, bahawa mereka (orang-orang Nasrani) dan orang-orang Yahudi menjumpai sifat Nabi Muhammad S.a.w pada kitab yang ada pada mereka.”
Perkara yang sama telah diketengahkan oleh Al-Hafidz Abu Bakar Al-Baihaqi dalam kitab Dalaailun Nubuwwah, dari Al-Hakim secara ijazah, lalu dia menuturkan kisah tersebut, sanad dari kisah ini tidak ada celanya.
Sahabat melihat gambar Nabi Muhammad S.a.w bersama Abu Bakr r.a
Al-Hafiz Abul Qasim at-Thabrani mengatakan, telah menceritakan kepada kami Musa ibnu Harun, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Idris ibnu Warraq ibnul Humaidi, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Umar ibnu Ibrahim (salah seorang anak lelaki Jubair ibnu Mut’im) yang mengatakan bahawa telah menceritakan kepadaku Ummu Usman, anak perempuan Sa’id (iaitu nenekku). Dari ayahnya (Sa’id ibnu Muhammad ibnu Jubair), dari ayahnya (Muhammad ibnu Jubair ibnu Mut’im) yang menceritakan, “Pada suatu hari dia berangkat menuju negeri Syam untuk berniaga. Ketika sampai di dataran rendah negeri Syam,saya ditemui oleh seorang lelaki dari kalangan Ahli Kitab. Lelaki Ahli Kitab itu berkata, “Apakah di kalangan kalian terdapat seorang lelaki yang menjadi nabi?” Saya menjawab, “Ya.” Dia bertanya, “Apakah engkau mengenalnya jika aku perlihatkan gambarnya kepadamu?” Saya menjawab, “Ya. Lalu dia memasukkanku ke dalam sebuah rumah yang di dalamnya banyak terdapat gambar, tetapi saya tidak melihat gambar Nabi S.a.w.
th
Ketika kami dalam keadaan demikian, tiba-tiba masuklah seorang lelaki, lalu bertanya, “Sedang buat apakah kalian?” Maka kami ceritakan kepadanya perihal urusan kami. Lalu lelaki yang baru datang ini mengajak kami ke rumahnya. Ketika saya memasuki rumahnya, saya melihat gambar Nabi S.a.w, dan ternyata dalam gambar itu terdapat gambar seorang lelaki yang sedang memegang tumit Nabi S.a.w. Saya bertanya, “Siapakah lelaki yang sedang memegang tumitnya?” Dia menjawab, “Sesungguhnya tidak ada seorang nabi pun melainkan sesudahnya ada nabi yang lain. Kecuali nabi ini, kerana sesungguhnya tidak ada nabi lagi sesudahnya, dan lelaki yang memegang tumitnya ini adalah khalifah sesudahnya.” Dan ternyata gambar lelaki itu sama dengan Abu Bakar r.a.”
[Imam Ibnu Katsir – Tafsir Ibnu Katsir , Surah al-A’raaf : ayat 157]
Wallahu a’lam.
(Rujukan: http://unikversiti.blogspot.com/)

Yahudi di Tanah Melayu – Bab 4

 

Yahudi dan Hindu sama-sama menyembah patung lembu.

Sebagaimana yang kita ketahui, semua agama dan fahaman di dunia ini selain dari Islam seperti agama Hindu, Buddha, Kristian, Shinto, Jainism, Ahmadiah, Bahai, Qadiani, kapitalis, sosialis, komunis, fasis, syiah, wahabi, demokrasi, liberalisme dan lain-lain adalah ciptaan Yahudi. Tujuannya ialah untuk menafikan kerasulan Nabi Muhammad saw yang membawa Islam sebagai hanya satu-satunya agama yang diiktiraf Allah SWT untuk sekelian umat manusia.

Agama menyembah berhala walaupun dimulakan oleh dan pada zaman Firaun dan Babylon, tetapi ia telah dikembangkan oleh Yahudi ke seluruh dunia untuk menghalang manusia daripada memeluk agama Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad saw. Ia berpunca di dalam semua kitab termasuk Taurat, Zabur, Injil dan Al-Quran sudah dinyatakan akan datang seorang rasul di kalangan bangsa Arab iaitu Nabi Muhammad saw yang akan membawa agama Islam yang berdasarkan akidah Tauhid kepada seluruh umat manusia. Jadi ribuan tahun sebelum kedatangan nabi itu kaum Yahudi telah mencipta pelbagai agama untuk bangsa-bangsa di dunia ini bagi tujuan menghalang mereka daripada memeluk Islam apabila dakwah Islamiah mula tersebar.

Matlamat utama kaum Yahudi ialah untuk menguasai dunia, memperhambakan semua kaum bukan Yahudi bagi menguasai segala harta kekayaan yang terdapat di dunia ini. Ia disebabkan falsafah Yahudi yang mengatakan “Wang adalah Tuhan Yahudi yang cemburu”. Jadi kaum Yahudi sangat takut kalau umat manusia menganut agama Islam berikutan kedatangan Nabi Muhammad saw. Mereka tahu hanya umat Islam sahajalah yang tahu akan selok-belok penyelewengan Yahudi dari akidah tauhid, kejahatan Yahudi yang telah membunuh beratus-ratus nabi Allah, meminda ayat-ayat Allah dari kitab-kitab suci, melaga-lagakan manusia supaya timbul peperangan sesama sendiri, membiakkan segala jenis maksiat seperti judi, arak, pelacuran, perhambaan abdi, amalan usury (bunga), seks bebas, homo, lesbian; seterusnya mereka mencipta berbagai-bagai agama supaya jangan sampai umat manusia memeluk Islam.

Kaum Yahudi Menyembah Raja Jin Azazil/Lucifer

Orang Yahudi mendakwa mereka menyembah Tuhan yang Satu sama seperti Islam, tetapi sebenarnya mereka berbohong. Kalau mereka menganut akidah tauhid sama seperti Islam sudah tentu mereka sudah lama memeluk Islam berikutan kedatangan Nabi Muhammad saw.

Sebaliknya, mereka enggan memeluk Islam apabila akidah mereka yang sebenar bukan tauhid. Mereka bukan menyembah Tuhan Yang Satu seperti yang didakwa seperti Hashem atau YHWH atau Edonai. Mereka bukan mengamalkan ajaran Taurat (Torah) yang sebenar kerana kalaulah mereka mengikut ajaran Taurat yang sebenarnya kenapa mereka boleh mewujudkan segala jenis maksiat dan perkara-perkara kotor di atas muka bumi ini?

Kaum Yahudi mendakwa agama mereka Judaismlah agama mereka yang betul dan kitab Taurat (versi Yahudi) adalah kitab ikutan dan punca kekuatan spiritual dan kesatuan mereka. Soalnya, apakah punca yang sebenar bagi kekuatan spiritual dan kesatuan orang-orang Yahudi selama beribu-ribu tahun ini? Adakah kerana Judaism dan Taurat?

Orang Yahudi mendakwa mereka Bangsa Terpilih dan punca mereka kuat dan bersatu selama ini kerana kekuatan spiritual agama Judaism dan kitab Taurat (versi Yahudi) mereka. Jadi Taurat dikatakan membawa kaum Yahudi kepada “nilai-nilai” murni orang Yahudi yang membolehkan mereka menguasai dunia.

Ajaran Kabbalah

Sebenarnya, punca kekuatan spiritual kaum Yahudi bukan dari Taurat atau Judaism. Puncanya adalah ajaran mistik Kaballah, di mana rabbi-rabbi Yahudi menyembah dan berkomunikasi dengan jin dan syaitan untuk mendapatkan maklumat, ramalan, sihir dan jugak kekuatan spiritual serta hasil daripada kesimpulan berkomunikasi dengan jin kafir dan syaitan ini maka terciptalah Kitab Talmud, iaitu Kitab Syaitan Yahudi.

Kitab Talmud Yahudi

Kalau orang-orang yang membawa dan mengembangkan agama Allah swt, iaitu agama Islam mereka dipanggil ulama Islam oleh orang-orang Islam. Bagi orang-orang yang membawa dan mengembangkan agama syaitan atau agama Azazil atau agama Raja Jin Kafir di muka bumi ini ialah rabbi-rabbi Yahudi. Rabbi-rabbi Yahudi inilah ‘ulama-ulama’ Azazil, iaitu ulama-ulama iblis, ulama syaitan bagi orang-orang yang mempraktik dan mengembangkan ajaran syaitan untuk menyesatkan kaum Yahudi selama beribu-ribu tahun sehingga sekarang.

Pemujaan terhadap raja jin kafir Azazil/Lucifer atau raja syaitan yang dilakukan oleh rabbi-rabbi Yahudi melalui ritual Kabbalah di Synagog-synagog adalah berdasarkan dari ayat-ayat syaitan kitab Talmud. Jadi Rabbi-rabbi Yahudi inilah ‘ulama-ulama’ syaitan. Synagog adalah kuil atau rumah syaitan dan Talmud adalah kitab syaitan yang diterbitkan hasil dari komunikasi dengan raja jin kafir Azazil atau raja setan/iblis ini.

Lambang Illuminiti atau Freemason dengan ‘Mata Satu’

Kenapa lambang illuminiti atau freemason atau dajjal yang kita tengok pada kuil-kuil Freemason atau illuminiti menggunakan ‘MATA’ sebagai lambang mereka? Apakah makna ‘Mata Satu’ itu? Kenapa digunakan lambang ‘Mata Satu’ dan tidak digunakan lambang-lambang yang lain?

Lambang piramid dan mata di gereja seluruh dunia

Ini kerana raja jin kafir Azazil/Lucifer atau raja satan ini merupakan tuhan yang disembah oleh kaum Yahudi bermata satu kerana satu daripada matanya buta apabila dicucuk dengan jarum oleh Nabi Idris as setelah Azazil cuba memperdayakan baginda ketika sedang menjahit kain. Nabi Idris as merupakan orang yang pertama menenun kain. Jadi, Azazil mencabar kalau Allah swt benar-benar berkuasa bolehkah dimasukkan dunia itu ke dalam lubang jarum yang sedang digunakan oleh nabi Idris as?

Nabi Idris as kemudian meminta Azazil datang hampir untuk melihat bagaimana beliau memasukkan dunia ke dalam lubang jarum itu – dan secara tiba-tiba dicucuknya mata Azazil sehingga buta. Asal mata Azazil ada dua, tetapi telah buta sebelah mata kesan dicucuk dengan jarum oleh Nabi Idris as. Jadi sebab itulah mata Azazil hanya tinggal satu sehingga sekarang. Para penganut Judaism dan Kaballah yang menyembah Azazil itu mengenali Azazil sebagai tuhan mereka yg bermata satu dan dijadikan lambang pada illuminiti dan freemason mereka. Sebab itulah lambang ‘Mata Satu’ itu merupakan lambang kehadiran Azazil di ritual-ritual freemason yang mengawasi setiap tindak-tanduk pengikut agama Judaism dan ajaran Kabbalah ini.

Bagaimana Agama Hindu Menyembah Berhala Bermula?

Setelah Nabi Musa as membawa kaum Yahudi keluar dari bumi Mesir setelah dikejar Firaun maka di Sinai Nabi Musa as pergi berjumpa Tuhan di Gunung Sinai. Semasa ketiadaan nabi Musa as itu maka ada seorang Yahudi yg bernama Samiri (Shamir) telah membuat patung Lembu Betina dari emas dan menyesatkan kaum Yahudi supaya menyembah Lembu Betina. Sila lihat Surah Al-Baqarah yang bermaksud Lembu/Sapi Betina. Apabila Nabi Musa a.s balik beliau telah menghalau Samiri ini keluar dari Sinai dan tempat pelarian pertama Samiri dan pengikutnya ialah di India.

Tuhan lembu bagi penganut Hindu

Di sinilah Yahudi Samiri memulakan ajaran menyembah berhala lembu betina kepada kaum Hindu dan lembu betina dianggap sebagai tuhan oleh kaum Hindu sehingga sekarang. Kaum Yahudilah yang memperkenalkan ajaran menyembah patung dan sihir kepada kaum Hindu di India dan terus sesat hingga sekarang. Ini kerana kaum Yahudi khuatir orang-orang India akan menganut agama Islam dengan kedatangan Nabi Muhammad saw. Maka disediakan agama bagi mereka terlebih dahulu agar jangan menganut agama Islam. Surah Al-Baqarah menceritakan bagaimana kejahatan Yahudi yang mencipta agama Hindu yang menyembah lembu sehingga lembu tidak dapat dimakan oleh penganut-penganutnya.

 

(Rujukan: http://warisanlukmanulhakim.blogspot.com/)

Rahsia Kejadian Nabi Adam A.S

Mengapa Adam a.s yang dijadikan jauh terkemudian daripada sekelian makhluk Allah yang lain, tetapi menjadi makhluk yang tersangat istimewa? Apakah rahsia perintah Allah yang menyuruh sekalian malaikat ‘sujud’ (tanda hormat) kepada baginda?

Siapakah sebenarnya Adam a.s?

Rahsia Pertama: Hadirnya ruh Muhammad – di dalam sulbi Adam a.s!

Sebelum dijadikan Adam a.s, junjungan Muhammad saw adalah seorang nabi.

وَتَقَلُّبَكَ فِي السَّاجِدِينَ

“Dan perubahan gerak engkau di kalangan mereka yang sujud”

قَالَ مُجَاهِد وَقَتَادَة : فِي الْمُصَلِّينَ . وَقَالَ اِبْن عَبَّاس : أَيْ فِي أَصْلَاب الْآبَاء , آدَم وَنُوح وَإِبْرَاهِيم حَتَّى أَخْرَجَهُ نَبِيًّا . وَقَالَ عِكْرِمَة : يَرَاك قَائِمًا وَرَاكِعًا وَسَاجِدًا ; وَقَالَهُ اِبْن عَبَّاس أَيْضًا – Asyuara: 219

Ibnu Abbas mentafsirkan;

Ruh Muhammad dalam sulbi bapa-bapa kamu (turun-temurun) Adam, Nuh, dan Ibrahim sehingga Allah keluarkan Baginda (Nabi Muhammad) sebagai Nabi (akhir zaman).

Dari tafsir Ibn Kathir dalam hubungan dengan ayat yang sama terdapat kenyataan;

وَتَقَلُّبَكَ فِي السَّاجِدِينَ

وَقَوْله تَعَالَى ” وَتَقَلُّبك فِي السَّاجِدِينَ ” قَالَ قَتَادَة ” الَّذِي يَرَاك حِين تَقُوم وَتَقَلُّبك فِي السَّاجِدِينَ ” قَالَ فِي الصَّلَاة يَرَاك وَحْدكوَيَرَاك فِي الْجَمْع وَهَذَا قَوْل عِكْرِمَة وَعَطَاء الْخُرَاسَانِيّ وَالْحَسَن الْبَصْرِيّ وَقَالَ مُجَاهِد كَانَ رَسُول اللَّه صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَيَرَى مِنْ خَلْفه كَمَا يَرَى مِنْ أَمَامه وَيَشْهَد لِهَذَا مَا صَحَّ فِي الْحَدِيث ” سَوُّوا صُفُوفكُمْ فَإِنِّي أَرَاكُمْ مِنْ وَرَاء ظَهْرِي ” وَرَوَىالْبَزَّار وَابْن أَبِي حَاتِم مِنْ طَرِيقَيْنِ عَنْ اِبْن عَبَّاس أَنَّهُ قَالَ فِي هَذِهِ الْآيَة يَعْنِي تَقَلُّبه مِنْ صُلْب نَبِيّ إِلَى صُلْب نَبِيّ حَتَّى أَخْرَجَهُ نَبِيًّا .

Firman Allah Ta’ala: “Dan perubahan gerak engkau di kalangan mereka yang sujud”. Kata Qatadah: “Dia yang melihat engkau bila engkau berdiri dan perubahan gerak engkau di kalangan mereka yang sujud” dalam sembahyang Ia melihat engkau keseorangan dan dalam jemaah.

Ini pendapat ‘Ikrimah dan ‘Ata’ al-Khurasani serta Hasan al-Basri. Kata Mujahid Rasulullah saw boleh melihat orang di belakang baginda sebagaimana baginda boleh melihat orang yang berada di hadapannya.

Dan baginda menyaksikan bagi yang demikian sebagaimana yang sahih dalam hadith.’Samakan saf-saf kamu, sesungguhnya aku melihat di belakangku’. Dan diriwayatkan oleh al-Bazzar dan ibn Abi Hatim dari dua jalan dari ibn “Abbas bahawa ia menyatakan tentang ayat ini iaitu ‘perubahan gerak Baginda dalam sulbi nabi sampai ke sulbi nabi (yang lain, dari Adam sampai seterusnya) sehingga Tuhan keluarkan Baginda (ke-dunia menjadi penamat sekelian) Nabi.

Di tempat lain Ibnu Abbas mentafsirkan “”شَآءُ وَيَضْرِبُ ٱللَّهُ ٱلأَمْثَالَ لِلنَّاسِ وَٱللَّهُ بِكُ” pada ayat 35, Surah An-Nur sebagai “Nur Muhammad” pada sulbi bapa-bapa kamu, seperti berikut;

{ ٱللَّهُ نُورُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلأَرْضِ مَثَلُ نُورِهِ كَمِشْكَاةٍ فِيهَا مِصْبَاحٌ ٱلْمِصْبَاحُ فِي زُجَاجَةٍ ٱلزُّجَاجَةُ كَأَنَّهَا كَوْكَبٌ دُرِّيٌّ يُوقَدُ مِن شَجَرَةٍ مُّبَارَكَةٍ زَيْتُونَةٍ لاَّ شَرْقِيَّةٍ وَلاَ غَرْبِيَّةٍ يَكَادُ زَيْتُهَا يُضِيۤءُ وَلَوْ لَمْ تَمْسَسْهُ نَارٌ نُّورٌ عَلَىٰ نُورٍ يَهْدِي ٱللَّهُ لِنُورِهِ مَن يَشَآءُ وَيَضْرِبُ ٱللَّهُ ٱلأَمْثَالَ لِلنَّاسِ وَٱللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلَيِمٌ }

Allah then mentioned the honour and blessings that He had bestowed upon the believers, saying: (Allah is the Light of the heavens and the earth) He is the guide of the dwellers of the heaves and earth. Guidance from Allah is of two types: clarification and making things known; it is also said that the verse means: Allah is the embellisher of the heavens by means of the stars and the embellisher of the earth by means of plants and water; it is also said that this means: Allah enlightens the hearts of the believers among the dwellers of the heavens and the earth. (The similitude of His light) the light of the believers; it is also said that this means: the light of Allah in the heart of the believer (is as a niche wherein is a lamp. The lamp is in a glass) made of gems. (The glass is as it were a shining star) one of the following five planets: Mercury, Jupiter, Venus, Mars and Saturn. All these planets are luminous. ((This lamp is) kindled from a blessed tree) from the oil of a blessed tree, (an olive neither of the East nor of the West) in an open space, not touched by the shade of the East nor by the shade of the West; it is also said that this means: in a location which is untouched by the sun when it rises and when it sets, (whose oil) the oil of the tree (would almost glow forth (of itself)) from behind its rind (though no fire touched it. Light upon light) the lamp emits light and the glass emits light and the oil emits light, (Allah guideth unto His light) Allah honours with knowledge; it is also said that this means: Allah honours with His religion (whom He will) whoever deserves it; it is also said that the verse means: the likeness of the light of Muhammad in the loins of his forefathers is like this, up to Allah’s saying (… kindled from a blessed tree). He says: the light of Muhammad in Abraham was an upright religion (olive tree), and Abraham was neither Jew nor Christian (neither of the East nor of the West), the works of Abraham would almost glow forth in the loins of his forefathers like this (would almost glow forth (of itself)), up until Allah’s saying (kindled from a blessed tree) He says: as if it is the light of Muhammad (pbuh) and if Abraham was not a prophet, he would still have this light (though no fire touched it); it is also said that the latter passage means: Had Allah not honoured Abraham, he would not have had this light; it is also said: if Allah had not honoured His believing servant with this light, he would not have had it.

[* تفسير Tanwîr al-Miqbâs min Tafsîr Ibn ‘Abbâs]

Keterangan dari Hadith;

“Para Sahabat bertanya, `Ya Rasulullah, bilakah wajibnya Kenabian engkau?’ Baginda menjawab, “Sejak saat ketika Adam masih dalam keadaan antara ruh dan jasad.” – riwayat Tirmidzi
Baginda juga bersabda;

“Aku sudah menjadi Nabi ketika Adam masih dalam bentuk antara air dan tanah. Juga Baginda bersabda, “Aku telah ditetapkan di sisi Allah sebagai Khatamun-Nabiyyin, sedangkan Adam masih dalam bentuk tanah.”

Imam Ahmad bin Hanbal berkata telah menceritakan kepada kami Abdurrahman bin Mahdi, telah menceritakan kepada kami Manshur bin Sa’d dari Budail dari Abdullah bin Syaqiq dari Maysarah Al Fajr dia berkata; aku bertanya; “Wahai Rasulullah, bilakah engkau dicatat sebagai seorang Nabi?” Baginda bersabda: “Ketika Adam ‘alaihis salam antara ruh dan jasad.” – Imam Ahmad

Daripada penjelasan ayat-ayat di atas, fahamlah kita, Adam a.s menjadi sangat istimewa kerana menanggung awal-awal makhluk dan afdhalun makhluq, Nur Muhammad saw di dalam sulbinya.


Rahsia ke-2: Allah swt memperkuatkan Adam a.s dengan ruhNya (Ruhul-quddus)

Firman Allah Ta’ala;

فَإِذَا سَوَّيْتُهُ وَنَفَخْتُ فِيهِ مِن رُّوحِى

“Kemudian apabila Aku sempurnakan kejadiannya, serta Aku tiupkan padanya RuhKu” – As-Shaad, 38 : 72

Berkata Ibnu Abbas r.a pada mentafsirkan ayat “Aku tiupkan padanya RuhKu,

“Allah Ta’ala memasukkan dalam diri Adam a.s akan RuhNya (Ruhul Quddus)”

Imam Jilani r.a membawakan gambaran “Ruh” istimewa ini di dalam kalam hikmah beliau;

Allah Ta’ala mula-mula mencipta atau menzahirkan Ruhul Quddus (Ruh Suci) dalam bentuk makhluk menerusi penzahiran paling sempurna dalam peringkat Alam Ketuhanan Zat Yang Maha Tinggi. Kemudian Allah Ta’ala menghendaki bahawa ruh itu turun ke alam fana’ ini diperingkat paling rendah, iaitu Alam Ajsam. (Alam jisim/kebendaan/alam dunia nyata- pent).

“Allah menghantarkan Ruh Suci itu ke dalam diri para Rasul, Nabi, Wali Allah dan kekasih-kekasihnya! Bersama Ruh Suci itu telah disediakan dalam dirinya benih-benih Keesaan (tauhid) supaya ia sentiasa mengenali Penciptanya yang Maha Esa!” – Sirrul Asrar Fi ma Yahtaju Ilayhil Abrar

Imam Jilani r.a melanjutkan bicara berkenaan kedudukan Ruhul Quddus serta ruh-ruh yang lain:

“Allah mencipta badan untuk di masuki ruh dan menetap didalamnya. Masing-masing ruh pula ada nama masing-masing. Allah Ta’ala susun ruang-ruang didalam badan itu. Diletakkannya ruh manusia antara daging dan darah. Diletakkannya pula Ruhul Quddus (Ruh Suci) di tengah-tengah hati, dimana di sediakan oleh Allah suatu ruang yang seni dan halus untuk menyimpan rahsia di antara Allah dan hambaNya.” – Sirrul Asrar Fi ma Yahtaju Ilayhil Abrar

Sesungguhnya Ruhul Quddus (Ruh Suci) adalah anugerah Allah Ta’ala kepada manusia-manusia pilihan Allah. Mereka adalah rasul, anbiya dan aulia Allah. Melaluinya mereka taqarrub (hampir) dengan Allah, musyahadahkan (melihat dengan Ruhul Quddus) wajahNya Yang Maha Agung. Tiada yang membatasi di antara mereka dengan Allah. Tiada juga malaikat muqarrabin.

Inilah keistimewaan Adam a.s; di mana tiada suatu pun makhluk Allah lain yang diberikan anugerah sedemikian rupa.

Rahsia ke-3: Adam a.s agungkan Allah swt dengan nama-nama Allah yang indah

Adam a.s mengagung serta mensucikan Allah dengan sekalian asma’ Allah Yang Maha Tinggi.– suatu hal yang tidak dapat dilakukan oleh malaikat lantaran malaikat tiada pengetahuan tentang itu. Sedangkan bagi Adam a.s ia suatu hal yang sangat mudah kerana sekalian Asma’ Allah itu telah dilengkapkan oleh Allah di dalam dadanya sebagai salah satu rahsia ketuhanan. .

Hal ini dijelaskan oleh Imam Al-Kabir Shaikh Muhyiddin Ibnu Arabi;

“Para malaikat tidak memperoleh kelengkapan Adam a.s, dan tidak memahami asma’ Ilahi kerana ia asing bagi mereka. Maka tiadalah mereka dapat mensucikan Allah serta mengagungkanNya dengan segala asma’ Ilahi.” – Futuhatul Makkiyyah, Fusus Hikam

Bahkan malaikat juga tiada mengetahui benda-benda di dunia ketika Allah Ta’ala menyuruh mereka menyebut nama-nama tersebut.

Allah Ta’ala mengajarkan Adam a.s akan kesemua nama benda di dunia termasuk nama tumbuh-tumbuhan, haiwan serta sekalian jamadat serta kegunaannya. Adama a.s telah dapat menguasainya dengan baik, maka Allah Ta’ala berpaling kepada malaikat lalu memerintah supaya mereka (malaikat) menyebutkan nama benda-benda yang telah dijadikan.

Para malaikat tidak dapat menyebutnya, seperti Adam a.s yang telah menyebutnya satu persatu dengan jelas.

* Dari Tafsir Ibnu Abbas, تفسير Tanwîr al-Miqbâs min Tafsîr Ibn ‘Abbâs
________________________________________

{ وَعَلَّمَ ءَادَمَ ٱلأَسْمَآءَ كُلَّهَا ثُمَّ عَرَضَهُمْ عَلَى ٱلْمَلَٰئِكَةِ فَقَالَ أَنْبِئُونِي بِأَسْمَآءِ هَـٰؤُلاۤءِ إِن كُنْتُمْ صَٰدِقِينَ }

(And He taught Adam all the names), the names of all his progeny, or the names of all the beasts and other things, including: a cooking pot, a plate and saucer, (then showed them) to prove that they were wrong (to the angels) who were commanded to prostrate, (saying: Inform Me of the names of these) created beings and descendents, (if ye are truthful) in your first claim. – Al-Baqarah : 31

Sesungguhnya banyak perkara ghaib yang diketahui oleh para malaikat. Namun mereka tidak dapat menandingi pengetahuan Adam a.s yang dilengkapi dengan rahsia ma’rifat ketuhanan.

Rahsia ke-4: Adam a.s adalah cermin ketuhanan

Menghuraikan Hadis Nabi saw;

“Mukmin adalah laksana cermin bagi mukmin yang lain.”

Imam Jilani r.a berkata;

“Mukmin yang pertama itu sebagai cermin, yang dimaksudkan daripadanya ialah hati yang suci bersih bagi mukmin itu sendiri. Maksud Mukmin kedua ialah Zat Allah Ta’ala yang dapat dikenali dalam cermin itu, iaitu satu kurnia utama yang hanya diberikan kepada kekasihNya sahaja. Bukankah salah satu namaNya yang indah ialah Al-Mukmin?”

Mesej yang cuba disampaikan oleh Imam Jilani adalah: Mukmin sejati sebagai cermin yang menangkap pancaran cahaya ketuhanan sehingga dapat memahami rahsiaNya dan menjadi sangat hampir dengan Allah.


Rahsia ke-5: Adam a.s (ruhnya) dapat melewati Sidrotul-muntaha hingga ke arasy

Adam a.s mengenal Allah dengan sebenar kenal dan ubudiyyah kepadaNya dengan ubudiyyah yang sempurna. Tiada batas, tanpa had, tanpa jarak hanya semata-mata melihat wajah Allah Ta’ala. Sedangkan malaikat tiada dapat melakukannya kerana mereka tertahan di Sidrotul-muntaha.

Keadaan ini dijelaskan dalam peristiwa isra’ mi’raj. Setibanya di Sidrotul-muntaha, berkata Jibril kepada Nabi saw: “Aku tak dapat lagi bersama engkau Ya Muhammad. Jika aku maju satu langkah sahaja nescaya aku akan terbakar hangus.” Sedangkan Nabi saw meneruskan perjalanan mi’raj baginda bersendirian tanpa sebarang halangan sehingga akhirnya tahiyyat di hadapan Rabbul Jalil di balai penghadapanNya di Arasy.

Ini memberikan gambaran yang sangat terang akan maqam rasul, nabi dan aulia Allah yang mengatasi sekalian malaikat termasuk malaikat muqarrobin sekalipun.

Catatan: Mi’raj dengan jasad dan ruh terkhusus bagi Nabi Muhammad saw sementara bagi rasul-rasul, nabi dan aulia Allah adalah mi’raj itu semata-mata perjalanan ‘ruh’.

Rahsia ke-6: Adam a.s sebagai khalifah Allah

Ini merupakan ‘mesej’ paling penting daripada penciptaan Adam a.s. Bahkan ia juga ‘mesej’ bagi segala anbiya dan aulia Allah yang dizahirkan di atas muka bumi.

Sekalian keistimewaan yang Allah Ta’ala lengkapkan pada Adam a.s termasuk rahsia kejadian Siti Hawa adalah bagi penyempurnaan ‘amanah’ ini, yakni amanah ‘khalifah’ – menjadi wakil Allah dalam mengurus dan mentadbir bumi.

(Rujukan: http://warisanlukmanulhakim.blogspot.com/)

Fenomena Bulan Berdarah

 


Assalammualaikum Warahmatullahi Wabarokatuh buat semua pembaca yang dirahmati..
Selawat serta salam buat Baginda Rasulullah SAW dan Ahlul Bay’t Baginda.

“Allahumasoliala Muhammad, Wa’ali Muhammad

Hari ini, 1hb April 2014 membuka tirai buat kekita semua selepas Mac meninggalkan kita dengan misteri #MH370 yang masih belum terjawab secara penuh sehingga ke saat ini. Hari ini juga aku mengambil satu inisiatif (walaupun agak malas nak menulis) untuk ‘divert’ (alihkan) pandangan kita semua dari isu MH370 (sekejap) ke satu isu global yang lain. Mungkin… Mungkin ada sesuatu yang bakal berlaku.. Allah lebih mengetahui. Aku tak tahu apa-apa. Cuma apa yang aku nukilkan dalam artikel ini, ianya hanya bersifat pandangan peribadi aku semata-mata.. Tapi baca lah dulu ok.. Baca pelan-pelan.

Dalam pada kekita semua ralat dan sedih memikirkan untung nasib penumpang dan anak kapal MH370 dan dalam pada kekita semua berspekulasi perihal bunga-bunga angin perang dunia ke-3 (WW3) yang bakal dimulakan oleh Russia atau China atau Amerika Syarikat atau mungkin juga Korea Utara dalam masa terdekat ini, mungkin ramai umat Islam dunia khususnya di Malaysia (mengikut pemerhatian peribadi aku) yang tidak menyedari tentang kedatangan “Four Blood Moons” atau satu fenomena 4 kali bulan berwarna merah darah yang bakal berlaku dalam tahun 2014 ini dan tahun 2015 akan datang nanti.


Fenomena ini akan berlaku 2 kali tahun ini dan 2 kali tahun hadapan dan akan diselangkan dengan satu gerhana matahari ditengah-tengah peristiwa ini nanti. Blood Moon yang pertama hanya tinggal sekitar lagi 13-14 hari dari tarikh penulisan ini iaitu dijangka akan berlaku pada 14/15hb April 2014. Sama ada kita di Malaysia dan rantau Asia Tenggara dapat menyaksikan fenomena ini belum dapat dipastikan lagi (perlu rujukkan ahli falak). Akan tetapi, fenomena ini telah disahkan oleh NASA (The National Aeronautics and Space Administration of United States) akan dapat dilihat diseluruh kawasan barat bumi termasuk di Jazirah Arab..

blood moon
Fenomena bulan berwarna merah yang seakan-akan berdarah ini sebenarnya adalah satu fenomena yang biasa berlaku. (Kali terakhir aku melihat bulan penuh berwarna merah darah ini adalah sekitar tahun 2012 di Pulau Besar, Melaka ketika sedang berjalan kaki pulang dari beruzlah di Batu Belah). CUMA kali ini apa yang luar biasanya tentang fenomena ini ialah ianya bakal berlaku 4 kali berturut-turut dalam dua tahun ini DAN akan berlaku satu gerhana matahari di tengah-tengahnya.


Persoalan yang mungkin sedang bermain di dalam minda pembaca artikel ini sekarang kemungkinannya ialah; “Pernahkah fenomena seperti ini berlaku dalam sejarah peradaban manusia..?” Jawabannya; “Iya pernah! Tetapi (sehingga setakat kemampuan pengetahuan dari pakar falak dan sejarah) ianya BUKAN diselang dengan gerhana matahari di tengah-tengah peristiwanya.” Jadi fenomena ‘Four Blood Moons’ kali ini agak pelik sedikit kerana akan berlaku gerhana matahari ditengah-tengah antara 2 kali bulan berdarah tu.. Dalam 500 tahun kebelakangan ini, ianya baru berlaku sebanyak tiga kali. Dan setiap kali berlakunya fenomena ini, ianya disusuli dengan peperangan antara Islam, Yahudi dan Kristian. Peperangan antara haq dan bathil…!

  • 2hb April 1493-1494 – Kejatuhan Empayar Islam Moro di Andalusia dan Granada, Sepanyol. Tarikh ini juga merupakan penanda kebangkitan Kristian di seluruh Eropah. Kemunculan kuasa-kuasa besar baru di bawah hukum perintah Vaticcan seperti Portugal yang akhirnya menyerang Melaka (sayap kiri pemerintahan Khalifah Uthmaniah) pada tahun 1511. Sekitar tahun yang sama itu juga Christopher Columbus telah menemui Amerika Syarikat bagi MENCARI PENEMPATAN BARU (New World Establishment) untuk kaum-kaum Yahudi yang dihalau keluar dari Eropah.
  • 15hb Mei 1948-1949 – Pembentukkan negara haram Israel selepas berjaya memecah-belahkan negara-negara kesatuan Arab dengan bantuan dan gerakkan ketenteraan dari ‘New World Establisment’ mereka iaitu Amerika Syarikat.
  • 5hb Jun 1967-1968 – Berlaku peperangan yang berlangsung selama enam hari yang akhirnya menyaksikan kejatuhan Jerusalem ke tangan Israel laknatullah sehingga ke hari ini.

Kesemua kejadian dan peristiwa di atas ini berlaku dalam tempoh 500 tahun sebelum ini ketika berlakunya fenomena ‘Four Blood Moons’ dan kesemuanya keputusan yang terbit dari peristiwa di atas adalah amat merugikan kita umat Islam di seluruh dunia. AKAN TETAPI, harus kita ketahui juga, bukan semua peristiwa Four Blood Moons yang memihak kepada bukan Islam. Jika dirujuk di dalam lipatan sejarah dunia, kita anjakkan sedikit ‘timeline’ lebih dari 500 tahun dahulu, maka kita akan jumpa iaitu pada 2hb October 1187, Salahuddin Al Ayubi dan angkatan Islam telah berjaya merampas Jerusalem dari penguasaan Kristian dan menguasai tanah keramat itu beratus tahun lamanya sebelum jatuh semula ke pihak Yahudi pada tahun 1967. Kejadian peperangan tentera Islam Salahuddin Al Ayubi ini juga berlaku saat fenomena ‘Four Blood Moons’ (mengikut sumber rujukkan sejarah falak). Jadi bukanlah setiap kali berlakunya fenomena ini keputusan akan memihak kepada kumpulan penentang Islam (jika berlaku peperangan).

Walaubagaimanapun, kumpulan-kumpulan ekstremis Yahudi dan Kristian (US & Eropah – Bukan Kristian dunia yang lain) atau aku secara peribadi memanggil kumpulan ini sebagai penggerak Illuminati (ingat makcik jual nasi lemak 3 segi…? hahaha) menganggap fenomena yang bakal berlangsung ini adalah sesuatu yang mereka nanti-nantikan.. Sebab terdapat GERHANA MATAHARI DITENGAH-TENGAHNYA. Mereka menganggapnya sebagai salah satu ‘prophecy’ atau ramalan yang bakal melengkapkan aturan NWO – New World Order mereka melalui ayat yang dipetik;

“The sun shall be turned into darkness, and the moon into blood, before the great and terrible day of the Lord come.” / “Matahari akan berwarna hitam dan bulan akan berdarah, sebelum hari kedatangan Tuhan yang Maha Agung lagi Maha Dasyat.”
Joel 2:31 (Kitab Injil)

Jadi ‘Tuhan’ yang dimaksudkan disini ialah Tuhan mana..? Adakah Allah Taala seperti kepercayaan kita atau pun al-Dajjal kepercayaan Yahudi ataupun Isa al-Masih pegangan Islam dan Kristian..? Perlu kita ingat bahawasanya kandungan kitab Injil hari ini bukanlah seperti Injil di zaman Nabi Isa Alay’hi Salam lagi. Ianya telah banyak diubah-ubah oleh manusia dengan membentuk satu kepercayaan berkonsep ‘triniti’ yang karut-marut dan haru-biru..! Dan lebih parah lagi, Amerika Syarikat (yang mengaku Kristian tapi sebenarnya bukan) menjadi hub penyebaran agama Katholik ini dan bersekongkol dengan Israel dalam penerbitan siri-siri kitab Bible (Injil) yang mengikut aturan dan acuan jahat Illuminati dan Mason.. Jadi potongan ayat kat atas tu aku ambil dari kandungan Injil yang ada zaman sekarang ni atau dikenali sebagai ‘New Testament’. Bab ni rasanya aku tak perlu hurai panjang sebab akal dan hati orang-orang Islam yang sihat dan waras lagi beriman akan dapat menilai sendiri.. InsyaALLAH!

Yang bakal lebih memeriahkan fenomena ‘Four Blood Moons’ tahun ini dan tahun hadapan juga ialah ianya akan jatuh tepat pada tarikh-tarikh sambutan hari perayaan di dalam kalendar Yahudi iaitu hari yang dikenali sebagai:

  • Passover” – Hari memperingati kebebasan kaum Yahudi selepas dijadikan hamba abdi sejak 3,300 tahun lampau ketika era Dinasti Firaun di Mesir.
  • Feast of Tabernacles” atau dikenali juga dengan gelaran “Sukkot” – Ini adalah hari dimana sambutan penganut agama Yahudi lama diperintahkan melakukan hijrah ke Jarusalem atau lebih tepat lagi ‘kuil’ Nabi Allah Sulaiman Alay’hi Salam (The Temples of Solomon) di sana. Dan di atas kepercayaan mereka terhadap ‘Sukkot’ ini jugalah yang menggerakkan mereka memasuki dan menakluk Jerusalem terus sehingga ke hari ini.
seamless-mathematical-pattern-vector-978207


Jadi dipendekkan cerita, selepas sesi-sesi pengiraan dan kalkulus oleh ahli-ahli falak, ahli-ahli ramalan seluruh dunia, fenomena ‘Four Blood Moons’ kali ini BAKAL mencorakkan satu lagi perubahan dunia secara umum.. Perubahan ini akan bersifat global dan akan terpalit pada setiap umat manusia di seluruh dunia.. Israel dan Amerika Syarikat akan terlibat sama dalam percaturan mereka secara besar-besaran DAN secara tak langsung umat Islam Akhir Zaman akan diuji secukupnya.. Banyak ramalan dan andaian serta spekulasi mengenai fenomena ini telah dibuat oleh pihak-pihak dari sebelah Yahudi dan Kristian, akan tetapi HAMPIR TIADA mana-mana ‘prophecy’ dari kalangan umat Islam dunia. Barangkali umat Islam masih lena diulit mimpi-mimpi indah atau barangkali, kekita masih tidak peka dengan persekitaran perlakuan dunia.. Atau mungkin kita belum faham lagi tentang BAHASA DAN ISYARAT ALAM yang Allah Taala kirim dan tunjuk dalam sejarah.. Yang Allah Taala dah aturkan pada kita hari ini menghadap hari esok-esok secara sendiri.

Seperti yang kerap aku nukilkan dan ucapkan pada sahabat-sahabat sekalian; “Jika kita sedang dicaturkan, bergeraklah keluar dari papan catur..” Banyak-banyakkan lah bacaan doa mengelak fitnah Dajjal untuk diri dan keluarga.. Amalkan lah surah-surah berkaitan dan ayat-ayat amalan masing-masing.. Tak rugi beramal sebab kita tak tahu bila waktu kita dijemput pulang menghadap Maha Pencipta.. Di saat Yahudi dan Illuminatis sibuk menggali-gali ‘King Solomon Mine’ di Jerusalem, mungkin kini mereka dah tahu yang ‘Gedung Penyimpanan Harta Nabi Allah Sulaiman Alay’hi Salam’ sebenarnya di sebelah timur sini.. Tak jauh dari Solomon Islands di bawah ‘Kepulauan Bugis’.. Oleh itu, jaga-jaga jugalah kerana kalau terjadi apa-apa, Tanah Melayu kita ini Tanah Pusaka.. Bakal menjadi perhatian dunia.. Banyak menyimpan harta-harta untuk buat jadi mahar Akhir Zaman dan Imam mulia.. Tengok-tengok sama di Pahang, di Hulu Terengganu, di Gunung Ledang dan juga di Danau Tok Uban juga Banjaran Titiwangsa.. Jaga-jaga kekita semua segala yang pusaka pustaka dan bersaka.

Akhir sekali sebelum menutup posting ni, simpanlah tarikh yang telah dikeluarkan oleh pihak NASA dalam ramalan perihal akan berlakunya fenomena ‘Four Blood Moons’ kali ini iaitu:

15hb April 2014 (Hari Passover Yahudi) – Bulan berdarah
8hb Oktober 2014 (Hari Sukkot Yahudi) – Bulan berdarah
20hb Mac 2015 (Hari Adar Yahudi) – Gerhana matahari
4hb April 2015 (Hari Passover Yahudi) – Bulan berdarah
28hb September 2015 (Hari Sukkot Yahudi) – Bulan berdarah

Apa yang bakal berlaku kali ini adalah diluar bidang pengetahuan kita semua. Prophecy dan ramalan berbagai-bagai.. Teori konspirasi juga bermacam-macam. Mungkin… Mungkin iya-Mungkin tidak.. Mungkin ada kejadian-Mungkin tak ada langsung.. Kalau tiada, Alhamdulillah.. Kalau ada, mungkin ianya lebih besar atau lebih kecil dari isu MH370..? Mungkin.. Mungkin ada gempa bumi / tsunami / meletupnya gunung berapi / atau hujan meteor..? Mungkin ianya lebih besar dari isu Russia-Ukraine-Crimea..? Mungkin ianya lebih besar dari pergolakkan Korea Utara-Korea Selatan..? Mungkin juga perang dunia global ke-3 bakal meletus..? Sebab bunga-bunga perang dah ada.. Atau mungkin Imam Mahdi akan muncul..? Jazirah Arab dah terbakar.. Dah keluar ‘asap’ di Syam-Syria dan Mesir sekarang sedang Arab Saudi dan Qatar pula menjadi ‘hijau-hijauan’ tidak disentuh langsung golongan Illuminatis dengan pembangunan mencakar langit menutupi Kaabah di sini sana..

INGAT! Ini adalah pandangan sempit aku sahaja.. Aku tak paksa sesiapa pun faham apatah lagi untuk percaya.. Segalanya atas ketentuanNya juga.. Wallahu’alam Bis’sawab Wa’ilayhi Marji’ul Walma’ab.. Persiapkanlah dan kumpulkanlah segala kekuatan yang ada.. Takut-takut Nuclear Holocaust menanti kekita.. Apa yang terdaya..? Takkan tunggu dan lihat sahaja..?

Salam dan Solawat!

313.99.33.13.9

Artikel bukan ditulis oleh Brado Kapak. Artikel telah ditulis oleh Tun Farul Azri.

nuclear_explosion
(Rujukan: http://dramaraja.blogspot.com/)