Tentang Bintang Syikra (Sirius) – kebenaran Muhammad SAW

Bintang Syikra merupakan bintang yang paling terang ketika matahari masih berada di ufuk horizon bumi. Hampir semua tempat di bumi dapat melihat bintang ini, kecuali wilayah bumi di garis lintang 73.284 Utara. Ia berada di jujukan Bintang Canis Mayor, dengan sistem bintang kembar; iaitu bintang Sirius A dan bintang Sirius B. Kedua-duanyanya saling mengitari antara satu dengan lainnya, Subhanallah. Sistem bintang ini merupakan sistem bintang terdekat dengan bumi yang hanya berjarak lebih kurang 8.6 tahun cahaya dan memiliki garis edar penuh dari kedua bintang tersebut memerlukan waktu 49.9 tahun membentuk lintasan maya berupa busur panah.  Apa yang ada pada bintang ini ya, hinggakan di dalam Al Qur’an juga disebut-sebut mengenai bintang ini di dua tempat dalam surah yang sama?

Perlu diketahui nama bintang Sirius ini memiliki banyak nama di dalam berbagai bahasa, antara lain : Seirios (Yunani, yang berarti yang menyala-nyala),  Canicula (Latin, yang berarti anjing kecil), Mrgavyadha (Sansekerta, artinya pemburu rusa), Langxing (China, uang berarti srigala), Kak Shisha (Persia, yang berarti anjing), Tir (Persia, busur panah), Kalbu Samas (Asysyiria, anjing matahari), Sihor (Mesir kuno, Bintang Sungai Nil), Hannahbeah (Punisia, penggonggong), Asy syi’ra (Arab, dari kosa kata non Arab : sirius, serigala; atau helai rambut; busur panah).

Dalam Qur’an surat An Najm-Gugusan Bintang (53) ayat 49, Allah berfirman yang artinya,

“dan bahwasanya Dialah yang Tuhan (yang memiliki) bintang syi’ra”.

Dan pada ayat ke 9 yang artinya,

“maka jadilah dia dekat  dua ujung busur panah atau lebih dekat”.

Yang bila dilihat dari dua ayat tersebut, tercantum pada pada ayat 49 secara khusus, ayat 9 menjelaskan jarak antara keduanya. Apakah ini kebetulan bila dilihat dengan garis edar penuh kedua bintang tersebut yang membentuk busur panah yaitu 49.9 tahun, atau jarak dengan bumi 8.6 (bersamaan 9) tahun cahaya? Apakah rahsia bintang ini di mana Al Qur’an telah mengupas hal ini dengan tepat dan terbukti melalui perhitungan relatif  ilmiah dalam bidang astronomi di abad ke-20?

Pernahkah sidang pembaca membaca sejarah peradaban kuno suku Maya, Inca, Mesir, Parsi, Arab (termasuk negeri Saba), Jepun, China bahkan hampir peradaban kuno yang ada berkenaan dengan bintang Sirius? Pasti kita akan menemui beberapa kesamaan yaitu pada deretan piramid  atau kuil ibadah yang mereka buat. Di mana pada piramid atau kuil mereka terdapat dua lorong yang mengarah dua sisi ke angkasa, yaitu satu lorong ke arah matahari kita dan satu ke arah bintang Sirius. Dalam peradaban mereka akan kita kenal pula nama dewa-dewa yang berhubungan dengan dua benda angkasa tersebut yaitu sering disebut dengan dewa Matahari (Ra, Mesir) dan dewa Anjing (Anubis, Mesir). Mereka memiliki ritual untuk penyembahan terhadap dua benda angkasa ini yang dianggap tuhan bagi mereka yang dapat mendatangkan kebaikan atau mencegah kemudaratan.

Maka, ketika cahaya Islam datang, mengembalikan pemahaman yang pernah ada sebagai bentuk klarifikasi kepercayaan yang ada untuk diluruskan kembali kepada jalan yang benar. Islam menjelaskan dalam satu sisi kekeliruan pemahaman tersebut, dengan mengatakan bahwa “Dialah yang Tuhan (yang memiliki) bintang syi’ra” artinya Allah lah yang juga merupakan Tuhan sesungguhnya dan juga pemilik dan sekaligus yang menciptakan bintang syi’ra (sirius), bukan bintang Sirius atau barangkali penghuninya sebagai sesembahan mereka. Demikian juga dengan Maha Ilmu nya Allah, diletakkan pula ayat tersebut pada nomor ayat yang merupakan koordinat dan jarak dari bintang sirius, sebagai bentuk penyelidikan bagi manusia moden yang terkemudian yang akan mengetahui hitungan secara ilmiah dan dengan alat cerapan moden. Ini sebagai salah satu mu’jizat dari al Qur’an, sebagai bentuk keajaiban Al Qur’an yang akan selalu terbuka hingga pada zaman moden sekalipun.

Berdasarkan huraian yang dibuat oleh abinehisyam di atas, penulis ingin memperpanjangkan lagi penemuan ini kepada asal muasal maksud tersirat di dalam surah yang sama daripada ayat terjemahan 1-18 di bawah:

“Demi bintang semasa ia menjunam. Rakan kamu (Nabi Muhammad yang kamu tuduh dengan berbagai tuduhan itu), tidaklah ia menyeleweng (dari jalan yang benar), dan ia pula tidak sesat (dengan kepercayaan yang salah). Dan ia tidak memperkatakan (sesuatu yang berhubung dengan ugama Islam) menurut kemahuan dan pendapatnya sendiri. Segala yang diperkatakannya itu (sama ada Al-Quran atau hadis) tidak lain hanyalah wahyu yang diwahyukan kepadanya, wahyu itu (disampaikan dan) diajarkan kepadanya oleh (malaikat jibril) yang amat kuat gagah, lagi yang mempunyai kebijaksanaan; kemudian ia memperlihatkan dirinya (kepada Nabi Muhammad) dengan rupanya asal, Sedang ia berada di arah yang tinggi (di langit); Kemudian ia mendekatkan dirinya (kepada Nabi Muhammad), lalu ia berjuntai sedikit demi sedikit, Sehingga menjadilah jarak (di antaranya dengan Nabi Muhammad) sekadar dua hujung busaran panah, atau lebih dekat lagi; Lalu Allah wahyukan kepada hambaNya (Muhammad, dengan perantaraan malaikat Jibril) apa yang telah diwahyukanNya. Hati (Nabi Muhammad) tidak mendustakan apa yang dilihatnya. Jika demikian, patutkah kamu hendak membantahnya mengenai apa yang telah dilihatnya itu? Dan demi sesungguhnya! (Nabi Muhammad) telah melihat (malaikat Jibril, dalam bentuk rupanya yang asal) sekali lagi,”


[14]Di sisi “Sidratul-Muntaha”;
[15]Yang di sisinya terletak Syurga “Jannatul-Makwa”.
[16](Nabi Muhammad melihat jibril dalam bentuk rupanya yang asal pada kali ini ialah) semasa ” Sidratul Muntaha” itu diliputi oleh makhluk-makhluk dari alam-alam ghaib, yang tidak terhingga.
[17]Penglihatan (Nabi Muhammad) tidak berkisar daripada menyaksikan dengan tepat (akan pemandangan yang indah di situ yang diizinkan melihatnya), dan tidak pula melampaui batas.
[18]Demi sesungguhnya, ia telah melihat sebahagian dari sebesar-besar tanda-tanda (yang membuktikan luasnya pemerintahan dan kekuasaan) Tuhannya.

Maha Suci Allah yang menjadikan Muhammad SAW sebaik-baik makhluk dan rahmat untuk sekalian alam. Selamat mengkaji.

(Rujukan: abinehisyam.wordpress.com)

Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out / Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out / Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out / Tukar )

Google+ photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google+ anda. Log Out / Tukar )

Connecting to %s

%d bloggers like this: