Teknologi Roh: Senjata Ghaib

Assalammu’alaikum wbt kepada sidang pembaca sekalian. Teknologi roh yang kita warisi dari Rasullullah SAW haruslah kita gunapakai dalam melawan kejahatan penjahat terutamanya para kafirun yang sentiasa mencari peluang memecahbelahkan jamaatulmuslimin. Sebagai pewaris Rasullullah SAW, seharusnyalah kita ini mengamalkan beberapa amalan yang menjadi ‘rahsia’ Sayidina Abu Hurairah RA yang menyimpan sunnah Nabi SAW yang diperdapat melalui ulama2 ghaib. Disertakan di bawah ini beberapa amalan yang kita harus ‘pakai’ dalam memperkasakan badan ‘diri’ kita dalam melawan bencana dan malapetaka yang diwujudkan oleh kafirun. Amalan ini telah saya sunting daripada blog dari saudara kita di Indonesia, iaitu http://wongalus.wordpress.com/. Marilah kita sebagai umat Islam memperkasakan kapasiti rohani kita yang melangkaui teknologi sekular dan kapitalisme yg dipelopori barat. Selamat beramal.

p/s: Penulis tidak bertanggungjawab di atas akibat samada buruk atau baik hasil dari amalan tersebut. Gunakanlah segala tatacara amalan dengan niat kerana Allah SWT.

 

HIZB SYATIT UTK PARA MUJAHID

KI JATIRAGA/
sendal jepit

Assalamualaikum wr.wb.
Berikut ini adalah HIZB SYTIT yg diberikan ijasahan oleh GURU SAYA. KAMI tdk bertanggung jawab atas akibatnya. Terimaksih Semoga menjadi barokah bagi kita semua…amin.

Setelah membaca pertama kali MOHON dijawab : Qobiltu saya trima ijasahannya secara lengkap, sempurna dan bisa dipergunakan dijalan ALLAH SWT…amin

Bismillah,
ALLAHUMMA INNA NAJ’ALUKA FII NUHURI ‘AADA-INA WA NAUZUBILLAHI MIN SYURUURIHIM, ALLAHUMMA BADID SYAMLAHUM, WA FARRIQ JAM’AHUM, WA SYATTITS KALIMATAHUM, WA ZALZIL AQDAAMAHUM, WA SALLIDT ‘ALAIHIM ASAADAN MIN ASAADIK. YA QAHAAR, YA JABBAR, YA MUNTAQIM, YA ALLAH ,YA ALLAH, YA ALLAH.
ALLAHUMMA YA MUNZILAL KITAB, WA YA MUJRIASSAHAAB, WA YA HAZIMAL AHZAB IHZIMHUM, WANSURNA ALAIHIM. AMIIN.

Ya Allah ya tuhan kami, sesungguhnya kami menjadikan kamu sebagai pendinding kepada musuh-musuh kami, dan kami berlindung daripada kejahatan mereka, Ya Allah ya tuhan kami, binasakan kesempurnaan mereka, dan pecah belahkan jemaah ( kumpulan ) mereka, dan gagapkan perkataan mereka, goyahkan pendirian mereka, dan hantarkan singa ke atas mereka dari singa singa Mu wahai tuhan yang garang, wahai tuhan yang berani, wahai tuhan yang berdendam, ya Allah,ya Allah,ya Allah.
Wahai tuhan yang menurunkan al Kitab ( al Quran ), dan yang menjalankan awan, Tuhan yang menghancurkan tentera Al Ahzab, hancurkan mereka dan berilah kemenangan kepada kami. Amiin.

TATA LAKU :
1. Awali dengan pembacaan tawasul
2. Silahkan baca HIZB SYTIT 111x kemudian tiupkan ke dua telapak tangan kita kemudian pukulkan serentak ke arah FOTO dari target.
3. Proses no 2 bisa dilakukan sebanyak 3x
4. Semoga Perjuangan Kita Di Ridhoi oleh ALLAH SWT…. AMIN.
@@@
====================================================
AMALAN MENYERANG MUSUH JARAK JAUH

ABAH RAFFI

abah.raffi@yahoo.com

BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
KUSUSON ILA RUHI WAJASADI………BIN/BINTI……..YA ALLAH YA ROBBI KAMI MINTA HANCURKAN DAN LEBURKAN MUSUH KAMI SEHANCUR-HANCURNYA TIADA SISA.SAMPAI KE AKAR-AKARNYA.KONTAN. AL-FATIHAH 41X

BASMALAH 7X TAHAN NAFAS ISTIGHFAR 7X TAHAN NAFAS SYAHADAT 7X TAHAN NAFAS SHOLAWAT 7X TAHAN NAFAS HAWQOLAH 7X TAHAN NAFAS TAKBIR 7X TAHAN NAFAS

SURAT AL-FIIL 141X ( buat mengirim bala tentara untuk menhancurkan musuh) SURAT AL-KAUTSAR 141X ( buat memutuskan semua rencana dan keinginan musuh ) FAQUTHI’A DABIROL QOWMIL LADZINA DHOLAMU WALHAMDULILLAAHI ROBBIL ‘ALAMIIN 141X ( buat hancurkan musuh yang turut serta mengikuti musuh kita sampai seakar-akarnya )
perhatian jangan diamalkan untuk saudara kita sesama muslim,ilmu ini kusus untuk mengancurkan musuh orang kafir.
KALAU BISA DIAMALKAN DENGAN BERJAMA’AH,AGAR HASILNYA LEBIH CEPAT DAN NYATA. @@@
========================================================

HIZIB SILAH

Ki nur jati

Jaelanifernando@yahoo.com

Salam buat para pini sepuh dan sadulur kabeh.dan saya akan mengijazahkan hizib silah untuk menghancur musuh agama dan orang zolim.bismillahir rohmanir rohim.’

AJJA MAN TA’AJJAJA BILLAHI WA ZALLA MAN TAJABBARO BILLAHIL ‘AJIJUL JABBAARIL LAJI TA’AJJAJA BI’IJJATIHI WA QUDROTIHI WALAHU ‘IJJATU WAL QUDROTU WAS SULTHOONI ‘ALA JAMI’I KHOLQIHI WALLOHU YAP’ALU MAY YASYA U BI QUDROTIHI WAYAHKUMU MAY YURIDU BI’IJJATIHI PALAA HAULA WALA QUWWATA ILLA BILLAHIL ‘ALIYYIL ‘AZHIM YA ARHAMAR ROHIMIN.71X dibacakan ditempat air yang mengalir.dan tidak akan berlaku kalo yang dituju bukan orang jolim.didawam tiap magrib ma subuh 7x.dan

ada tambahan dari saya dari asr madura utara dan selatan tk1.ini digabung .INNA QUWWATAH KATABAL QUWWATAH NAKABAN NATAH KITABAN NATAH WA KITABAL QUWWAH. yang sudah punya asr madura uatara dan selatan silahkan diamalkan tidak perlu diijazahkan@@@
=========================================================

PENGUNCI AGAR JIN TIDAK BISA MEMASUKI TUBUH

ZULFAZLI
sandec.agam@gmail.com

Assalamu “alaikum Wr.Wb Bismillahirrahamanirrahiim, Dengan ini saya ZULFAZLI mengijazahkan kepada Aki wong alus dan pembaca kaum Muslimin dan muslimat, ilmu pengunci tubuh dari sihir dan iblis sehingga tdk bisa memasuki tubuh kita, ilmu ini dari ACEH, ini merupakan ilmu dasar, tapi guru saya adalah suku Aceh adri Aceh Tengah di pedalaman bernama KAMARRUZZAMAN.

BISMILAAHIRRAHMAANIRRAHIIM…. ASYHADU ANLAA ILAAHA ILLALLAAH, WA ASYHADU ANNA MUHAMMADARRASUULULLAAH. KUNCI-KUNCI GEUDONG ALLAH, KUNCI-KUNCI GEUDONG MUHAMMAD, NEU GUNCI LONGKU YA ALLAH, NEU GUNCI LONGKU YA MUHAMMAD, BEUREUKAT KANDONG KALIMAH LAA ILAAHAILLALLAH WA ASYHADU ANNA MUHAMMADARRASUULULLAH. Wasslam
@@@@
=====================================================

ILMU PUKULAN YASIN

Ki Wong Jowo
nozzle_bikes@yahoo.com

Salam Pamuji Rahayu ki wongalus dan sedulur semua yang saya cintai. Alhamdulillah Allah SWT masih melimpahkan kita dengan jutaan rahmatnya. Hari ini saya akan berbagi sedikit Amalan Dari surat yasin. Adapun amalan ini Di ijazahkan secara penuh dari salah satu ponpes di demak. Sengaja saya beberkan untuk menambah koleksi senjata dalam rangka perang akbar jihad dan mengobrak abrik kekuatan musuh.

Surat yasin disebut juga sebagai Jantung Al qur’an. Memiliki khasiat dan karomah yang luar biasa bagi yang mengamalkannya. Baik tak berpanjang lebar mari kita tengok salah satu manfaat karomah yang terkandung pada surat ini. Saya akan mengambil karomahnya sebagai sarana membela diri dan berperang dijalan Allah.

IJAZAH :
Assyhadu Alla Illaha Ilallah Wa Assyhadu anna Muhammad Abduhu wa rasuluh
Allahumma Shalli ‘alaa Muhammad wa ‘ala ali Muahammad.

Saya IJazahkan Secara penuh kepada ki wongalus dan pembaca secara keseluruhan semoga bermanfaat dunia dan akhirat (terima ijazah kirim ke Ust Huda )

Adapun tatacaranya sangat mudah sekali tanpa puasa, dan tirakat yang memberatkan namun dipastikan hasilnya nyata. (adapun baiknya melakukan salat hajat 2 rakaat agar cepat terijabah karomahnya) adapun cara tersebut saya bagi 2 bisa diamalkan salah satunya saja tanpa mengurangi efek ghaibnya :

Cara 1 :
1. Sediakan 41 buah batu kerikil
2. Buatlah / galilah lubang yang tidak begitu besar dan tanah debu untuk menguburnya.
3. Bacalah Surat Yasin hingga tuntas. Setiap khatam 1 x surat yasin tiupkan ke kerikil tersebut dan lemparkan kerikil tersebut ke lubang yang telah disediakan sembari membayangkan orang atau sasaran yang dituju ke arah lubang tersebut.
4. Bila genap 41x maka kuburlah luabang yang telah berisi kerikil tersebut dengan debu seraya memyangkan mengubur target sasaran yang dituju.
5. Salatlah mayit seraya membayangkan tubuh si target tersebut dan jangan lupa saat salat mayit doakan di dawamkan ke target dan sasaran yang di tuju.

Cara 2 :
1. Siapkan susu bubuk putih formula
2. carilah sungai atau kolam terdekat dari rumah sedulur sebagai tempat berkholwat.
3. Bacalah surat yasin sebanyak 41 kali, bilamana genap 1x buatlah garis memanjang dengan susu bubuk tersebut. dan visualisasikan target menjadi mayat dan sehingga genap 41 garis.
4. setelah selesai salatlah mayyit dan doakan untuk di dawamkan ke orang atau target yang dituju.
5. Larung atau buang semua susu yang telah di buat garis tersebut ke sungai atau kolam.
Bila tata cara tersebut telah sempurna gak lama target akan wafat dalam keadaan yang mengenaskan.. Perngatan : Jangan digunakan sembarangan gunakanlah sebagai sarana berjihad dan dijalan Allah SWT. Semoga bermanfaat dunia dan akhirat.
@@@
==================================================

AMALAN PEMBANGKIT BAJU BESI GAIB (PERISAI GAIB)

Ki Wong Cilik
hijack2008@aim.com

Assalamualaikum Wr Wb,

Salam sejahtera buat sedulur di blog Kampus Wongalus. Pada kesempatan kali ini ijinkan saya membeberkan amalan baju besi gaib (perisai gaib). Banyak sekali amalan yang bisa dijadikan perisai gaib dan kali ini saya wedarkan khusus amalan baju besi gaib. Kegunaannya Insya Allah untuk perlindungan diri dari serangan fisik maupun gaib.
Setiap manusia sesungguhnya memiliki kekuatan batin yang ada sejak lahir (telepati, tenaga dalam dll) hanya saja tidak semua kekuatan batin tersebut otomatis bangkit jadi mesti dilatih dan diaktifkan dengan melalui tata cara khusus yang bisa jadi satu dengan yang lain bisa berbeda metodenya tapi intinya tetap sama.

Berikut langkah-langkah pembangkitan baju besi gaib:
1.Sholat Hajat 2 raka’at (sebaiknya lakukan diatas jam 12:00 malam). Selesai sholat lalu berdzikir dibawah ini:
2.Baca Istighfar sebanyak-banyaknya paling tidak 100x
3.Baca sholawat sebanyak-banyaknya paling tidak 100x
4.Baca Hauqallah sebanyak-banyaknya paling tidak 100x
5.Baca LAILAHAILLALLAH sebanyak-banyaknya
6.Pada saat membaca dzikir tersebut diatas pikiran konsentrasikan pada titik ditengah dada, tarik nafas secara teratur seperti biasa. Untuk membantu tingkat konsentrasi yang tinggi oleskan minyak cendana pada nadi tangan kiri dan kanan kemudian pada titik ditengah kening.
7.Setelah melakukan dzikir beberapa lama kemudian baca doa kuncinya dengan menahan nafas disimpan diperut 7 kali ulangan. Kalau masih kuat bisa ditambah semampunya. Ini doa kuncinya “AJA’ALALAKUM SARANILA TAQIIKUMMULHARRA WASARABILA TAQIIKUMBAKSAKUM. Saat menarik nafas niatkan menarik energy dan membuka kunci yang ada pada titik tersebut. Pada saat menghembuskan nafas niatkan pada titik tadi keluar cahaya berwarna putih terang (seperti warna kilatan petir) menyebar keseluruh tubuh.

Setelah membaca doa kunci kemudian berdoa sebagai berikut: “Yaa Allah Yaa Rahman Yaa Rahiim Yaa Hayyu Yaa Qoyyum bangkitkan dan berikanlah hamba karomah dengan baju besi gaib berkat Lailahaillallah”. Lakukan amalan diatas selama 7 malam berturut-turut. Dawamkan doa kunci tersebut paling tidak sehabis sholat subuh dan maghrib sebanyak 7 kali (tahan nafas). Untuk penggunaan cukup dibaca tiga kali tahan nafas jika akan digunakan (misal: buat persiapan perang gaib atau masuk ke daerah yg dianggap berbahaya). Sebenarnya tanpa dibaca pun sudah otomatis terlindungi. Cara mengetahui bahwa baju besi gaib itu sudah bangkit coba rasakan dengan telapak tangan anda pada bagian tubuh kira2 10 cm dari permukaan tubuh yang ditest akan terasa ada medan/energy yg melindungi. Amalan ini juga bisa dipakai buat melindungi rumah caranya tahan nafas baca 7x doa kuncinya kemudian saat menghembuskan nafas hentakan kaki dan tembakan melalui tangan niatkan membuat pagar disekeliling rumah kemudian pagarnya dikunci dengan hauqallah 3x (tanpa nafas) Wassalamualaikum Wr Wb
@@@
=====================================================

AMALAN MENYERANG KEDZOLIMAN

Ki nur jati
Jaelanifernando@yahoo.co.id

Diriwayatkan oleh syekh al imam al allamah al hammam sayyid muhamad bin khotiruddin bin bayazid bin khowajah didalam kitabnya al jawahirul khomsi”kasia qosam izroiliyyah ini adalah untuk membunuh musuh yang dzolim dengan tatacara sebagai berikut.

1.mengamalkan pada hari sabtu atau selasa pada saat zuhal dan marikh( jam 6-8 paginya hari sabtu/selasa).

2.sholat 2rokaat dengan nia”usholli sunnatan rok’ataini liqotlil mustaqbilal qiblati lillahi ta’ala.roka’at1 baca surat al fil 2x,rokaat 2 baca surat tabbat 3x..

3.setelah salam langsung sujud didalam sujud membaca “Yaa Hayyu ya Qoyyumu birohmatika astagisu 100x..

4.setelah selesai langsung bangun baca qosam izroilliyah 444x..5.mengamalkannya istiqomah selama 3,4,7hari(7 hari sempurna)..ini doanya’”AQSAMTU ALAIKUM YA IZROILU SOHIBAN NAARI WAL MAUTI WAL QOHRIWA YA QOLmamimu wa ya sarokitayil bil haqpi ‘ahatofahasya wa bi haqqi ahtoqosanadi iqbid ruuha…..(sebutkan nama dan ibu yang dimaksud) FALA YABQO FILKAUNI DZU RUHIN ILLA WA narul qohri akhmadat dzuhurohu ya syadidal qowiyyu ya syadidal batsis syadid ya qohiru ya qohharu as aluka bima awda’tahu izroila min quwa asmaikal qohiriyati fan fa’alat lahum nufusu bil qohri albisni dzalikas sirro fi hadzihis sa’ati hatta ulina bihi kulla so’bin wa udzallila bihi kulla mani’in bi quwwatika ya dzal quwwatil matin wa kadzalika akhdu robbika idza akhodal quro ila syadidin falamma ja a amru ila bi ba’idin robbi as aluka madadan fi inayatika ruhaniyyan tuqowwi isarotin aqli wa nafsi kullu nafsin manfusatin qohirotin fa taqbido roqoiquha inqibadon fala tabqo summa amanahu fa aqbaro allohu akbar ya sayfalloh qotaltu bi sayfillahi..

gunakan qosam ini pada tempatnya yaitu pada orang yang benar2 zolim kepada kita
@@@
=====================================================

JAMPI TUNGGUAN BADAN

Syahrir Putra
bg.nico@yahoo.co.id

Assallam mualaikum wr wb..
Sebagaimana serangan gahib yg pertama, saai ini pun sya siap untuk Penyerangan Ghaib yang ke-2..Dan untuk dulur2 semua,,sya akan berbagi “Jampi Tungguan Badan” dari Pagar Alam (Sumsel) yg sekiranya bisa digunakan untuk melindungi diri disaat melakukan penyerangan..

Bismillahhirrohmannirrohim
Malaikat tuhu diam dikiri, Malaikat tihi diam dikanan, Malaikat putih dihadapan, Malaikat mangkurubin sakti. Kamu semue duduk berpangku peliare_ peliarelah badanku dan nyaweku. Hak katanye Allah (baca 1x tahan napas)
@@@
=======================================================

MENYERANG DENGAN SURAH YASIN

KI DWI SARYANTO
dwi_saryanto36@yahoo.com

Ilmu menyerang gaib dengan surat yasin. Sholat hajad khusus 4 rekaat
siapkan:paku,pisou, jarum ato juga benda lain yg bisa membayakan
habis sholat baca surat yasin 7 kali. Tiap 1 kali tiupkan kebenda tadi
setelah selesai bakar kemenyan 7 buah usahakan menyan madu dan menyan arab. Terus baca mantra dibawah ini sampe asab kemenyan habis

kaki danyang nyai danyang lan kabeh sedulur gaibku kang ngrekso ing kene gede cilik tua anom. Wetan kidul kulon lor duwur ngisor siro kabeh podo tak kongkong paraknobarang iki marang jabang bayine.( ).ojo pati bali yen durung karo oncate nyawane musuhku.

Ilmu ini saya ijasahkan untuk penyerangan ke zionis. Dan apabila digunakan sembarangan untuk menacelakai orang yg tidak bersalah maka hukum dari alam gaib akan mengenai sodara sendiri. Wsslm.
@@@
=========================================================

ILMU PAGER GAIB

KI DWI SARYANTO
dwi_saryanto36@yahoo.com

saya ijasahkan ilmu pager gaib sekaligus membalikan serangan gaib. Karena akan diadakan serangan gaib susulan maka para sedulur kalo mau ngamalkan bagi yg mau ngamalkan silahkan amalkan ilmu dibawah ini,

Allahuma baka baliya tur awali awaliya iyakanakbudu waiyakanas ta’in bihaqqi salamun qaulam mirrabbir rohim .birohmatika ya arhamar rohimin.

Cara pengamalannya dibaca 129x setiap baca satu kali tahan nafas tekan 3 jari dibawah pusar. Apabila anda merasakan energi suatu getaran agak panas merambat dan menyebar keseluruh tubuh. Itulah energi pager gaibnya. Klo bisa dibaca habis sholat 5 waktu secara rutin agar pagar gaib kita tambah kuat.
@@@
============================================================

ILMU PEMUSNAH MUSUH

Raden Arya Kelana
Altoneo@rocketmail.com

Salam sejahtera kepada semua saudara
di blog kampus wongalus, untuk ini saya akan berbagi sedikit ilmu kepada semua saudara yang ada d d blog wong alus untuk ini saya mengijazahkan sebuah ilmu yaitu untuk memusnahkan musuh yang zholim berikut caranya :

sholat hajat 2 roka’at dilakukan pada jam 12 malam ke atas setelah sholat, bacalah surat al-ikhlas 1000 kali dan setiap permulaan dari seratus bacalah doa dibawah ini :
INNII SALLATHTU RUUHAANIYATA HAADZIHIS SUURATI HAARRIHAA WAYAABISIHAA ALAA RUUHI… (sebut namanya) ADH DHOOLIMI.

Artinya :Sesungguhnya aku menguasakan ruhnya ini surat, panas dan dinginya kepada ruhnya si… yang zholim.
Insya Allah dengan cara ini orang yang dimaksud pasti akan binasa.
Tetapi ingat ! Cara ini jangan digunakan secara serampangan.
Harus digunakan kepada orang-orang zholim yang sangat berbahaya terhadap dirinya atau yang sangat berbahaya kepada agama. Takutlah kepada Allah, karena Allah Maha Tahu dan Maha Adil. Dia Maha Tahu mana orang yang benar dan orang yang salah. Silahkan diamalkan,untuk memusnahkan musuh yang zholim terutama zionis. @@@

 

(Rujukan: http://wongalus.wordpress.com/)

Rahsia Kejadian Nabi Adam A.S

Mengapa Adam a.s yang dijadikan jauh terkemudian daripada sekelian makhluk Allah yang lain, tetapi menjadi makhluk yang tersangat istimewa? Apakah rahsia perintah Allah yang menyuruh sekalian malaikat ‘sujud’ (tanda hormat) kepada baginda?

Siapakah sebenarnya Adam a.s?

Rahsia Pertama: Hadirnya ruh Muhammad – di dalam sulbi Adam a.s!

Sebelum dijadikan Adam a.s, junjungan Muhammad saw adalah seorang nabi.

وَتَقَلُّبَكَ فِي السَّاجِدِينَ

“Dan perubahan gerak engkau di kalangan mereka yang sujud”

قَالَ مُجَاهِد وَقَتَادَة : فِي الْمُصَلِّينَ . وَقَالَ اِبْن عَبَّاس : أَيْ فِي أَصْلَاب الْآبَاء , آدَم وَنُوح وَإِبْرَاهِيم حَتَّى أَخْرَجَهُ نَبِيًّا . وَقَالَ عِكْرِمَة : يَرَاك قَائِمًا وَرَاكِعًا وَسَاجِدًا ; وَقَالَهُ اِبْن عَبَّاس أَيْضًا – Asyuara: 219

Ibnu Abbas mentafsirkan;

Ruh Muhammad dalam sulbi bapa-bapa kamu (turun-temurun) Adam, Nuh, dan Ibrahim sehingga Allah keluarkan Baginda (Nabi Muhammad) sebagai Nabi (akhir zaman).

Dari tafsir Ibn Kathir dalam hubungan dengan ayat yang sama terdapat kenyataan;

وَتَقَلُّبَكَ فِي السَّاجِدِينَ

وَقَوْله تَعَالَى ” وَتَقَلُّبك فِي السَّاجِدِينَ ” قَالَ قَتَادَة ” الَّذِي يَرَاك حِين تَقُوم وَتَقَلُّبك فِي السَّاجِدِينَ ” قَالَ فِي الصَّلَاة يَرَاك وَحْدكوَيَرَاك فِي الْجَمْع وَهَذَا قَوْل عِكْرِمَة وَعَطَاء الْخُرَاسَانِيّ وَالْحَسَن الْبَصْرِيّ وَقَالَ مُجَاهِد كَانَ رَسُول اللَّه صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَيَرَى مِنْ خَلْفه كَمَا يَرَى مِنْ أَمَامه وَيَشْهَد لِهَذَا مَا صَحَّ فِي الْحَدِيث ” سَوُّوا صُفُوفكُمْ فَإِنِّي أَرَاكُمْ مِنْ وَرَاء ظَهْرِي ” وَرَوَىالْبَزَّار وَابْن أَبِي حَاتِم مِنْ طَرِيقَيْنِ عَنْ اِبْن عَبَّاس أَنَّهُ قَالَ فِي هَذِهِ الْآيَة يَعْنِي تَقَلُّبه مِنْ صُلْب نَبِيّ إِلَى صُلْب نَبِيّ حَتَّى أَخْرَجَهُ نَبِيًّا .

Firman Allah Ta’ala: “Dan perubahan gerak engkau di kalangan mereka yang sujud”. Kata Qatadah: “Dia yang melihat engkau bila engkau berdiri dan perubahan gerak engkau di kalangan mereka yang sujud” dalam sembahyang Ia melihat engkau keseorangan dan dalam jemaah.

Ini pendapat ‘Ikrimah dan ‘Ata’ al-Khurasani serta Hasan al-Basri. Kata Mujahid Rasulullah saw boleh melihat orang di belakang baginda sebagaimana baginda boleh melihat orang yang berada di hadapannya.

Dan baginda menyaksikan bagi yang demikian sebagaimana yang sahih dalam hadith.’Samakan saf-saf kamu, sesungguhnya aku melihat di belakangku’. Dan diriwayatkan oleh al-Bazzar dan ibn Abi Hatim dari dua jalan dari ibn “Abbas bahawa ia menyatakan tentang ayat ini iaitu ‘perubahan gerak Baginda dalam sulbi nabi sampai ke sulbi nabi (yang lain, dari Adam sampai seterusnya) sehingga Tuhan keluarkan Baginda (ke-dunia menjadi penamat sekelian) Nabi.

Di tempat lain Ibnu Abbas mentafsirkan “”شَآءُ وَيَضْرِبُ ٱللَّهُ ٱلأَمْثَالَ لِلنَّاسِ وَٱللَّهُ بِكُ” pada ayat 35, Surah An-Nur sebagai “Nur Muhammad” pada sulbi bapa-bapa kamu, seperti berikut;

{ ٱللَّهُ نُورُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلأَرْضِ مَثَلُ نُورِهِ كَمِشْكَاةٍ فِيهَا مِصْبَاحٌ ٱلْمِصْبَاحُ فِي زُجَاجَةٍ ٱلزُّجَاجَةُ كَأَنَّهَا كَوْكَبٌ دُرِّيٌّ يُوقَدُ مِن شَجَرَةٍ مُّبَارَكَةٍ زَيْتُونَةٍ لاَّ شَرْقِيَّةٍ وَلاَ غَرْبِيَّةٍ يَكَادُ زَيْتُهَا يُضِيۤءُ وَلَوْ لَمْ تَمْسَسْهُ نَارٌ نُّورٌ عَلَىٰ نُورٍ يَهْدِي ٱللَّهُ لِنُورِهِ مَن يَشَآءُ وَيَضْرِبُ ٱللَّهُ ٱلأَمْثَالَ لِلنَّاسِ وَٱللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلَيِمٌ }

Allah then mentioned the honour and blessings that He had bestowed upon the believers, saying: (Allah is the Light of the heavens and the earth) He is the guide of the dwellers of the heaves and earth. Guidance from Allah is of two types: clarification and making things known; it is also said that the verse means: Allah is the embellisher of the heavens by means of the stars and the embellisher of the earth by means of plants and water; it is also said that this means: Allah enlightens the hearts of the believers among the dwellers of the heavens and the earth. (The similitude of His light) the light of the believers; it is also said that this means: the light of Allah in the heart of the believer (is as a niche wherein is a lamp. The lamp is in a glass) made of gems. (The glass is as it were a shining star) one of the following five planets: Mercury, Jupiter, Venus, Mars and Saturn. All these planets are luminous. ((This lamp is) kindled from a blessed tree) from the oil of a blessed tree, (an olive neither of the East nor of the West) in an open space, not touched by the shade of the East nor by the shade of the West; it is also said that this means: in a location which is untouched by the sun when it rises and when it sets, (whose oil) the oil of the tree (would almost glow forth (of itself)) from behind its rind (though no fire touched it. Light upon light) the lamp emits light and the glass emits light and the oil emits light, (Allah guideth unto His light) Allah honours with knowledge; it is also said that this means: Allah honours with His religion (whom He will) whoever deserves it; it is also said that the verse means: the likeness of the light of Muhammad in the loins of his forefathers is like this, up to Allah’s saying (… kindled from a blessed tree). He says: the light of Muhammad in Abraham was an upright religion (olive tree), and Abraham was neither Jew nor Christian (neither of the East nor of the West), the works of Abraham would almost glow forth in the loins of his forefathers like this (would almost glow forth (of itself)), up until Allah’s saying (kindled from a blessed tree) He says: as if it is the light of Muhammad (pbuh) and if Abraham was not a prophet, he would still have this light (though no fire touched it); it is also said that the latter passage means: Had Allah not honoured Abraham, he would not have had this light; it is also said: if Allah had not honoured His believing servant with this light, he would not have had it.

[* تفسير Tanwîr al-Miqbâs min Tafsîr Ibn ‘Abbâs]

Keterangan dari Hadith;

“Para Sahabat bertanya, `Ya Rasulullah, bilakah wajibnya Kenabian engkau?’ Baginda menjawab, “Sejak saat ketika Adam masih dalam keadaan antara ruh dan jasad.” – riwayat Tirmidzi
Baginda juga bersabda;

“Aku sudah menjadi Nabi ketika Adam masih dalam bentuk antara air dan tanah. Juga Baginda bersabda, “Aku telah ditetapkan di sisi Allah sebagai Khatamun-Nabiyyin, sedangkan Adam masih dalam bentuk tanah.”

Imam Ahmad bin Hanbal berkata telah menceritakan kepada kami Abdurrahman bin Mahdi, telah menceritakan kepada kami Manshur bin Sa’d dari Budail dari Abdullah bin Syaqiq dari Maysarah Al Fajr dia berkata; aku bertanya; “Wahai Rasulullah, bilakah engkau dicatat sebagai seorang Nabi?” Baginda bersabda: “Ketika Adam ‘alaihis salam antara ruh dan jasad.” – Imam Ahmad

Daripada penjelasan ayat-ayat di atas, fahamlah kita, Adam a.s menjadi sangat istimewa kerana menanggung awal-awal makhluk dan afdhalun makhluq, Nur Muhammad saw di dalam sulbinya.


Rahsia ke-2: Allah swt memperkuatkan Adam a.s dengan ruhNya (Ruhul-quddus)

Firman Allah Ta’ala;

فَإِذَا سَوَّيْتُهُ وَنَفَخْتُ فِيهِ مِن رُّوحِى

“Kemudian apabila Aku sempurnakan kejadiannya, serta Aku tiupkan padanya RuhKu” – As-Shaad, 38 : 72

Berkata Ibnu Abbas r.a pada mentafsirkan ayat “Aku tiupkan padanya RuhKu,

“Allah Ta’ala memasukkan dalam diri Adam a.s akan RuhNya (Ruhul Quddus)”

Imam Jilani r.a membawakan gambaran “Ruh” istimewa ini di dalam kalam hikmah beliau;

Allah Ta’ala mula-mula mencipta atau menzahirkan Ruhul Quddus (Ruh Suci) dalam bentuk makhluk menerusi penzahiran paling sempurna dalam peringkat Alam Ketuhanan Zat Yang Maha Tinggi. Kemudian Allah Ta’ala menghendaki bahawa ruh itu turun ke alam fana’ ini diperingkat paling rendah, iaitu Alam Ajsam. (Alam jisim/kebendaan/alam dunia nyata- pent).

“Allah menghantarkan Ruh Suci itu ke dalam diri para Rasul, Nabi, Wali Allah dan kekasih-kekasihnya! Bersama Ruh Suci itu telah disediakan dalam dirinya benih-benih Keesaan (tauhid) supaya ia sentiasa mengenali Penciptanya yang Maha Esa!” – Sirrul Asrar Fi ma Yahtaju Ilayhil Abrar

Imam Jilani r.a melanjutkan bicara berkenaan kedudukan Ruhul Quddus serta ruh-ruh yang lain:

“Allah mencipta badan untuk di masuki ruh dan menetap didalamnya. Masing-masing ruh pula ada nama masing-masing. Allah Ta’ala susun ruang-ruang didalam badan itu. Diletakkannya ruh manusia antara daging dan darah. Diletakkannya pula Ruhul Quddus (Ruh Suci) di tengah-tengah hati, dimana di sediakan oleh Allah suatu ruang yang seni dan halus untuk menyimpan rahsia di antara Allah dan hambaNya.” – Sirrul Asrar Fi ma Yahtaju Ilayhil Abrar

Sesungguhnya Ruhul Quddus (Ruh Suci) adalah anugerah Allah Ta’ala kepada manusia-manusia pilihan Allah. Mereka adalah rasul, anbiya dan aulia Allah. Melaluinya mereka taqarrub (hampir) dengan Allah, musyahadahkan (melihat dengan Ruhul Quddus) wajahNya Yang Maha Agung. Tiada yang membatasi di antara mereka dengan Allah. Tiada juga malaikat muqarrabin.

Inilah keistimewaan Adam a.s; di mana tiada suatu pun makhluk Allah lain yang diberikan anugerah sedemikian rupa.

Rahsia ke-3: Adam a.s agungkan Allah swt dengan nama-nama Allah yang indah

Adam a.s mengagung serta mensucikan Allah dengan sekalian asma’ Allah Yang Maha Tinggi.– suatu hal yang tidak dapat dilakukan oleh malaikat lantaran malaikat tiada pengetahuan tentang itu. Sedangkan bagi Adam a.s ia suatu hal yang sangat mudah kerana sekalian Asma’ Allah itu telah dilengkapkan oleh Allah di dalam dadanya sebagai salah satu rahsia ketuhanan. .

Hal ini dijelaskan oleh Imam Al-Kabir Shaikh Muhyiddin Ibnu Arabi;

“Para malaikat tidak memperoleh kelengkapan Adam a.s, dan tidak memahami asma’ Ilahi kerana ia asing bagi mereka. Maka tiadalah mereka dapat mensucikan Allah serta mengagungkanNya dengan segala asma’ Ilahi.” – Futuhatul Makkiyyah, Fusus Hikam

Bahkan malaikat juga tiada mengetahui benda-benda di dunia ketika Allah Ta’ala menyuruh mereka menyebut nama-nama tersebut.

Allah Ta’ala mengajarkan Adam a.s akan kesemua nama benda di dunia termasuk nama tumbuh-tumbuhan, haiwan serta sekalian jamadat serta kegunaannya. Adama a.s telah dapat menguasainya dengan baik, maka Allah Ta’ala berpaling kepada malaikat lalu memerintah supaya mereka (malaikat) menyebutkan nama benda-benda yang telah dijadikan.

Para malaikat tidak dapat menyebutnya, seperti Adam a.s yang telah menyebutnya satu persatu dengan jelas.

* Dari Tafsir Ibnu Abbas, تفسير Tanwîr al-Miqbâs min Tafsîr Ibn ‘Abbâs
________________________________________

{ وَعَلَّمَ ءَادَمَ ٱلأَسْمَآءَ كُلَّهَا ثُمَّ عَرَضَهُمْ عَلَى ٱلْمَلَٰئِكَةِ فَقَالَ أَنْبِئُونِي بِأَسْمَآءِ هَـٰؤُلاۤءِ إِن كُنْتُمْ صَٰدِقِينَ }

(And He taught Adam all the names), the names of all his progeny, or the names of all the beasts and other things, including: a cooking pot, a plate and saucer, (then showed them) to prove that they were wrong (to the angels) who were commanded to prostrate, (saying: Inform Me of the names of these) created beings and descendents, (if ye are truthful) in your first claim. – Al-Baqarah : 31

Sesungguhnya banyak perkara ghaib yang diketahui oleh para malaikat. Namun mereka tidak dapat menandingi pengetahuan Adam a.s yang dilengkapi dengan rahsia ma’rifat ketuhanan.

Rahsia ke-4: Adam a.s adalah cermin ketuhanan

Menghuraikan Hadis Nabi saw;

“Mukmin adalah laksana cermin bagi mukmin yang lain.”

Imam Jilani r.a berkata;

“Mukmin yang pertama itu sebagai cermin, yang dimaksudkan daripadanya ialah hati yang suci bersih bagi mukmin itu sendiri. Maksud Mukmin kedua ialah Zat Allah Ta’ala yang dapat dikenali dalam cermin itu, iaitu satu kurnia utama yang hanya diberikan kepada kekasihNya sahaja. Bukankah salah satu namaNya yang indah ialah Al-Mukmin?”

Mesej yang cuba disampaikan oleh Imam Jilani adalah: Mukmin sejati sebagai cermin yang menangkap pancaran cahaya ketuhanan sehingga dapat memahami rahsiaNya dan menjadi sangat hampir dengan Allah.


Rahsia ke-5: Adam a.s (ruhnya) dapat melewati Sidrotul-muntaha hingga ke arasy

Adam a.s mengenal Allah dengan sebenar kenal dan ubudiyyah kepadaNya dengan ubudiyyah yang sempurna. Tiada batas, tanpa had, tanpa jarak hanya semata-mata melihat wajah Allah Ta’ala. Sedangkan malaikat tiada dapat melakukannya kerana mereka tertahan di Sidrotul-muntaha.

Keadaan ini dijelaskan dalam peristiwa isra’ mi’raj. Setibanya di Sidrotul-muntaha, berkata Jibril kepada Nabi saw: “Aku tak dapat lagi bersama engkau Ya Muhammad. Jika aku maju satu langkah sahaja nescaya aku akan terbakar hangus.” Sedangkan Nabi saw meneruskan perjalanan mi’raj baginda bersendirian tanpa sebarang halangan sehingga akhirnya tahiyyat di hadapan Rabbul Jalil di balai penghadapanNya di Arasy.

Ini memberikan gambaran yang sangat terang akan maqam rasul, nabi dan aulia Allah yang mengatasi sekalian malaikat termasuk malaikat muqarrobin sekalipun.

Catatan: Mi’raj dengan jasad dan ruh terkhusus bagi Nabi Muhammad saw sementara bagi rasul-rasul, nabi dan aulia Allah adalah mi’raj itu semata-mata perjalanan ‘ruh’.

Rahsia ke-6: Adam a.s sebagai khalifah Allah

Ini merupakan ‘mesej’ paling penting daripada penciptaan Adam a.s. Bahkan ia juga ‘mesej’ bagi segala anbiya dan aulia Allah yang dizahirkan di atas muka bumi.

Sekalian keistimewaan yang Allah Ta’ala lengkapkan pada Adam a.s termasuk rahsia kejadian Siti Hawa adalah bagi penyempurnaan ‘amanah’ ini, yakni amanah ‘khalifah’ – menjadi wakil Allah dalam mengurus dan mentadbir bumi.

(Rujukan: http://warisanlukmanulhakim.blogspot.com/)

Makna di sebalik Kita – Bab 2

Semakin lama semakin payah perhubungan ini. Aku cuba sabar, tetapi kesabaranku sering tercabar. Semakin aku cuba sabar, semakin kuat pula dugaannya. Kadang-kadang terfikir juga untuk ku lepaskan semuanya. Biar tenang hati ini. Biar aku boleh buat apa sahaja. Tapi, semakin aku rasa ingin tinggalkannya semakin rindu pula aku padanya. Apakah ini yg dinamakan sebuah silaturrahim yang umpama air dicincang tidak kan putus?

 

Hidup di dunia yang fana ini terlalu banyak dugaan dan pancaroba. Hidup yang benar2 hidup adalah sebuah ‘kematian’ di dalam jasad bernyawa. Aku pernah terfikirkan. Bagaimanakah hidup ini hendak dilayarkan? Bagaimanakah hidup ini hendak dikemudikan tanpa nyawa? Berbagai persoalan bodoh yang mula timbul tidak keruan. Di bahagian hatiku yang lagi satu menanyakan pula padaku. Kau sudah bersediakah untuk sebuah ‘kematian’? Dan hatiku yang sebelah lagi pula berkata, eh, jangan dulu, kau belum bersedia. Apakah kau mahu menjadi penghuni celaka? Itu ujarnya hatiku yang satu lagi.

Apabila kulihat kembali kehidupanku 10 tahun kebelakangan ini, begitu banyak ujian, kegagalan dan kejayaan. Kejayaan? Ya, disebalik kegagalan, terbenam sebuah kejayaan tidak terperi. Dan di sebalik kejayaan, terselindung sebuah kegagalan pula yang maha jahanam. Pernah ku minta pada Pencipta, berilah daku kejayaan dan kekayaan dalam hidup. Cukuplah dengan ujian kegagalan. Namun, sedikit demi sedikit, DIA sudah khabulkan apa yg aku minta. DIA sudah beri apa yang aku harapkan. Tapi, apabila berkait dengan ikatan silaturrahim, aku jadi terkedu. Aku jadi bimbang. Aku jadi risau. Adakah aku akan mampu menempuh onak ujian kejayaan? Adakah aku mampu memikul tanggungjawab yang berat yang aku pikul? Aku sudahpun mencipta tanggungan dari kayangan. Mampukah aku?

 

Aku tak mahu terkorban dan dikorbankan. Cukuplah aku berkorban sahaja. Cukuplah sehingga itu. Aku malu dengan malaikat yang tidak putus-putus menyuruhku bermalu. Tetapi, aku yang mmg dari dahulu bermuka tembok, tidak pernah malu-malu menempa bara api dari neraka. Apakah aku sudah cukup hebat? Oh, ujiankah ini? Pencipta, KAU lah yang Maha Bijaksana menciptakanku. Dan KAU juga tahu setara mana kemampuanku. Bantulah aku dengan rahmat-MU. Berkatilah kehidupanku di alam fana ini. Dengarlah suara hatiku. Dengarlah peperangan di dalamku yang tidak putus-putus mencari sebab dan akibat. Ya Allah, Yang Maha Lembut dan Yang Maha Kasih Sayang.

 

…bersambung….

Kelebihan Selawat ke atas Nabi SAW

TAKRIF SELAWAT

 

Selawat ialah bahasa Arab yang ertinya “doa“,rahmat dari tuhan,memberi berkat dan ibadat”. Kalau selawat itu diamalkan oleh hamba kepada Allah,maka maksudnya bahawa hamba itu menunaikan ibadat atau berdoa (memohon kepadaNya). Tetapi kalau Allah berselawat atas hambanya,maka selawat dalam ini ertinya adalah bahawa Allah mencurahkan rahmatNya-Allah melimpahkan berkatNya. Pengertian “Berselawat atas nabi s.a.w ialah “Mengakui kerasulannya serta memohon kepada Allah melahirkan keutamaan dan kemuliaan nya” Pengertian selawat malaikat kepada Nabi s.a.w adalah memohon kepada Allah supaya mencurahkan perhatianya kepada Nabi (kepada perkembangan agama).

 

Kesimpulannya :

Kalau selawat dari Allah – Allah memberi rahmat:

Kalau selawat dari malaikat – meminta keampunan

Kalau selawat orang mukmin – berdoa supaya diberi rahmat sepertri perkataan ” Ya Allah limpahkan rahmat atas Nabi Muhammad s.a.w”

DALIL AL QURAN DAN HADIS NABI
Surah Al-Ahzab ayat :56 maksudnya
” sesungguhnya Allah dan malaikat malaikatNya bersalawat untuk nabi . Hai orang orang yang beriman ,berselawatlah kamu untuk nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya”
 
Hadis hadis nabi s.a.w maksudnya : 
“Berselawatlah kamu kepadaku,kerana selawat itu menjadi zakat(penawar jiwa pembersihan dosa) bagimu” (diriwayatkan Ibnu Murdawaih)
 
“Setiap doa adalah terlarang, sehingga berselawat atas nabi s.a.w”(diriwayatkan ad dailami)
 “Bahawasanya seutama utama manusia (orang yang terdekat)dengan aku pada hari kiamat ada lah mereka yang lebih banyak berselawat kepadaku” (diriwatkan an -Nasai dan ibnu Hibban)
naruto_28_1024
FAEDAH – FAEDAH BERSELAWAT
1 Dapat memperolehi limpahan rahmat dan kebajikan dari Allah
2 Dapat memperolehi kebajikan mengangkat darjat dan menghapuskan kejahatan dan kesalahan.
3 Memperolehi pengakuan kesempurnaan iman,jika kita membacanay 100 kali
4 Menjauhkan kerugian,penyesalan dan digolongkan kedalam  golongan orang orang yg solih.
5 Mendekatkan diri pada Allah
6 Memperolehi pahala seperti pahala memerdekakan budak
7 Dapat memperolehi syafaat
8 Memperolehi penyertaan dari malaikatur Rahman
9 Memperolehi hubungan  yang rapat dengan nabi (salam itu akan disampaikan oleh malaikat kepada nabi)
10 Membuka kesempatan berbicara dgn nabi
11 Menghilangkan kesusahan,kegundahan dan melapangkan rezki
12 Melapangkan dada
13 Menghapuskan dosa
14 Menggantikan sedekah bagi orang yg tidak sanggup bersedekah
15 Melipat gandakan pahala  yg diperolehi
16 Mendekatkan kedudukan kepada rasulullah s.a.w di hari kiamat
17 Dapat melepaskan diri dari kebingungan di hari kiamat.
18 Menjadi kan sebab sebab doa kita dapat diterima oleh Allah
19 Memenuhi satu hak nabi.
20 Di Padang masyar sebagai seorang yang mencintai Nabi
21 Di kabul segala hajat keperluannya.
JENIS JENIS SELAWAT DAN FADILATNYA.
Terdapat bermacam macam jenis selawat nabi (lebih 70 jenis) tercatat dalam kitab kitab yang diamalkan oleh orang orang mukmin, ada yang diberi nama khas seperti diantara nya:
1 Selawat Kamaliyat
2 Selawat  Badawiyah
4 Selawat Wasilah
6 Selawat Sa’adah(kebahagiaan)
7 Selawat Ulul ‘Azmi
8 Selawat Ibrahimiyah
9 Selawat Al -Faatih
10 Selawat Mukafaah
11 Selawat Kubra
13 Selawa Azamiyyah (kitab aurat Ahmadiah Al Idrisiah
14 Selawat Penerang Hati
15 Selawat Pelindung Diri
16 Selawat Tafrijiyyah
Terjemahannya:
Ya Allah,anugerahkan rahmat dan kesejahteraan yang sempurna ke atas penghulu kami Nabi Muhammad s.a.w ,yang dengan berselawat ke atasnya terhurai apa yang tersimpul,terlepas daripada segala kesusahan,juga ditunaikan segala hajat,dan tercapai segala keinginan, dan akhir hayat yang baik,dan dicurahkan rahmat,hasil keberkatan wajahnya,yang mulia,kerahmatan dan kesejahteraan yang sempurna engkau anugerahkan juga ya Allah,ke atas keluarga dan sahabatnya, dengan kiraan setiap kerdipan mata,juga hembusan dan setiap bilangan ilmu yang ada bagi Mu.
Cara Amalan:
Menurut iman Qurtuby berkata:
Barang siapa membacanya secara rutin setiap hari sebanyak 41 kali atau 100 kali atau lebih, maka Allah akan melenyapkan kecemasan dan kesusahan, meghilangkan kesulitan dan penyakitnya, memudahkan urusan, menerangi hatinya, meninggikan kedudukanya, memperbaiki keadaannya,meluaskan rezkinya, dan membukakan baginya segala pintu kebaikan dan lain lain.
(Rujukan: http://selawattafrijiyyah.blogspot.com/)

Solat Sunat yang Dituntut

Sebagai seorang Muslim, sememangnya dituntut untuk melakukan banyak amalan-amalan sunat sebagaibonus tambahan kepada amalan-amalan wajib. Untuk fakta, terdapat beberapa solat sunat yang sangat dituntut untuk dilakukan (muakad). Kejayaan menunaikannya dengan konsisten, ikhlas, khusyuk dan tawadho’ dijanjikan dengan pahala dan fadhilat yang besar di sisi Allah. Antara solat-solat sunat muakad, yang sangat dituntut untuk dilakukan setiap hari adalah:

1. Solat Sunat Rawatib (10 Rakaat)

Dari Ibnu Umar r.a. berkata, “Aku menjaga 10 rakaat dari Nabi s.a.w.; 2 rakaat sebelum solat Zuhur, 2 rakaat sesudahnya, 2 rakaat sesudah solat Maghrib, 2 rakaat sesudah solat Isyak dan 2 rakaat sebelum solat Subuh (solat sunat Fajar).” (Riwayat Bukhari dan Muslim)

‘Aisyah r.a. dalam sebuah hadis menyatakan, “Tidak ada nafilah (solat sunat) yang sangat dijaga pelaksanaannya oleh Nabi s.a.w. melebihi dua rakaat solat sebelum Fajar.” (Riwayat Bukhari dan Muslim)

Ada ulama’ yang mengatakan bahawa solat sunat Fajar dan solat sunat Qabliyyah Subuh adalah solat yang sama, ada juga yang berpendapat mereka adalah dua solat yang berbeza. Wallahu’alam.


2. Solat Sunat Dhuha (2 Rakaat)

Daripada Abu Hurairah r.a., sabda Nabi s.a.w., “Telah berpesan kepadaku temanku (Rasulullah s.a.w.) tiga macam pesanan; puasa 3 hari setiap bulan, sembahyang Dhuha 2 rakaat dan sembahyang witir sebelum tidur.” (Riwayat Bukhari dan Muslim)

Waktu mengerjakannya adalah ketika matahari sedang naik (selepas matahari terbit hingga sebelum matahari tegak di atas kepala).

3. Solat Sunat Witir (1 Rakaat)

Sebuah hadis berbunyi, “Sesungguhnya Allah itu witir (ganjil), dan Dia menyukai witir. Maka lazimkanlah solat witir, wahai ahli Al-Quran.” (Riwayat Abu Daud dan at-Tirmidzi)

Ditunaikan sekurang-kurangnya satu rakaat sebelum tidur.

 

4. Solat Sunat Tahajjud (2 Rakaat)

“Dan bangunlah pada sebahagian malam serta kerjakanlah tahajjud di waktu itu sebagai solat tambahan, semoga Tuhanmu membangkit dan menempatkanmu pada hari akhirat di tempat terpuji.”(Surah al-Isra’: 79)

 


5. Solat Sunat Taubat (2 Rakaat)

Dari Ali k.w.j., bahawa Rasulullah s.a.w. bersabda, “Tidaklah seseorang melakukan perbuatan dosa lalu dia bangun dan bersuci, kemudian mengerjakan solat, dan setelah itu memohon keampunan kepada Allah melainkan Allah akan memberikan keampunan kepadanya.” (Riwayat at-Tirmidzi)

Manusia tidak pernah daripada melakukan dosa dalam sehari. Seelok-eloknya ditunaikan sebelum tidur.


Jika dihitung, jumlah rakaat solat-solat sunat adalah 17 rakaat, bersamaan dengan jumlah rakaat solat-solat wajib. Tujuan ditunaikan solat-solat sunat adalah untuk ‘menampal’ mana-mana kecacatan yang terjadi dalam solat-solat wajib yang kita kerjakan. Umpama kain yang koyak ditampal dengan cebisan kain yang sama, begitulah juga solat yang ‘cacat’ akibat kelemahan dan kelalaian kita ‘ditampal’ dengan solat-solat sunat.

Waktu-waktu Yang Dilarang Solat

1. Habis waktu solat Subuh hingga matahari terbit.
2. Ketika matahari sedang terbit.
3. Ketika matahari tegak di atas kepala.
4. Habis waktu Asar hingga matahari terbenam.
5. Ketika matahari terbenam.

Sama-samalah kita berusaha mencari keredhaan-Nya.

Islam itu indah, indahkan hidupmu dengannya.

 

(Rujukan: http://izzuddinmohd.blogspot.com/)

Keutamaan Istighfar (memohon ampunan Allah SWT)

Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertaubat kepada-Nya. (Jika kamu mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus menerus) kepadamu sampai kepada waktu yang telah ditentukan dan Dia akan memberikan kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya. Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa siksa hari kiamat”. (Hud: 3)

Tercatat ada empat ayat di dalam surat Hud yang menyebut perintah beristighfar, yaitu pertama ayat 3 di atas, ayat 52, 61, dan 90. Bahkan yang menarik, bahwa secara korelatif, perintah beristighfar pada ayat-ayat tersebut diawali dengan perintah menyembah dan mengabdi semata-mata kepada Allah, seperti dalam surat Hud: 2 misalnya,

Agar kamu tidak menyembah selain Allah. Sesungguhnya aku (Muhammad) adalah pemberi peringatan dan pembawa khabar gembira kepadamu daripada-Nya” (Hud: 2).

Betapa tinggi nilai perintah beristighfar sehingga selalu berdampingan dengan perintah beribadah kepadaNya. Sehingga merupakan satu kewajiban sekaligus kebutuhan seorang hamba kepada Allah swt karena secara fithrah memang manusia tidak akan bisa mengelak dari melakukan dosa dan kesalahan sepanjang hidupnya. Peluang ampunan ini merupakan anugerah rahmat yang terbesar bagi hamba-hamba-Nya yang beriman.

BswbgrCnwP_CfU-5Kdiw2E_EUYXstBNZJ7rYcA0JRC-uR5omb9OztA==

Terkait dengan hal ini, kebiasaan beristighfar mereflesikan kedekatan seorang hamba dengan Tuhannya dan pengakuan akan Ke-Maha Pengampunan Allah swt. Istighfar juga merupakan cermin dari sebuah akidah yang mantap akan kesediaan Allah membuka pintu ampunannya sepanjang siang dan malam. Rasulullah bersabda,

 “Sesungguhnya Allah senantiasa membuka tanganNya di siang hari untuk memberi ampunan kepada hambaNya yang melakukan dosa di malam hari, begitu pula Allah swt senatiasa membuka tangan-Nya di malam hari untuk memberi ampunan bagi hamba-Nya yang melakukan dosa di siang hari”.

Catatan lain yang bisa dikaji adalah bahwa perintah beristighfar di dalam Al-Qur’an juga selalu beriringan dengan perintah bertaubat,” Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertaubatkepada-Nya.

Prof. Dr. Wahbah Az-Zuhaili dalam tafsir Al-Munir mengemukakan rahasia penggabungan perintah beristighfar dan bertaubat pada kebanyakan ayat-ayat Al-Qur’an bahwa tidak ada jalan untuk meraih ampunan Allah swt melainkan dengan menunjukkan perilaku dan sikap “taubat” yang diimplementasikan dengan penyesalan akan kesalahan masa lalu, melepas ikatan-ikatan (jaringan) kemaksiatan dalam segala bentuk dan sarananya serta tekad yang tulus dan jujur untuk tidak mengulangi kembali perbuatan-perbuatan dosa di masa yang akan datang. Dalam kaitan ini, taubat merupakan penyempurna dari istighfar seseorang agar diterima oleh Allah swt.

Secara aplikatif, kebiasaan beristighfar sudah dicontohkan oleh Rasulullah saw. Tercatat dalam sebuat riwayat Imam Muslim bahwa Rasulullah (memberi pelajaran kepada umatnya) senantiasa beristighfar setiap hari tidak kurang dari 70 kali. Bahkan di riwayat Imam Bukhari beliau beristighfar setiap hari lebih dari 100 kali (Bukhari Muslim). Pelajaran yang diambil dari prilaku Rasulullah ini adalah bahwa beristighfar tidak harus menunggu setelah melakukan kesalahan, tetapi bagaimana hendaknya aktifitas ini berlangsung senantiasa menghiasi kehidupan sehari-hari kita tanpa terkecuali.

Para malaikat yang jelas tidak pernah melanggar perintah Allah justru senantiasa beristighfar memohon ampunan untuk orang-orang yang beriman sebagai sebuah pelajaran yang berharga bagi setiap hamba Allah yang beriman,

 “(Malaikat-malaikat) yang memikul ‘Arsy dan malaikat yang berada di sekelilingnya bertasbih memuji Tuhannya dan mereka beriman kepada-Nya serta memintakan ampun bagi orang-orang yang beriman (seraya mengucapkan): “Ya Tuhan kami, rahmat dan ilmu Engkau meliputi segala sesuatu, maka berilah ampunan kepada orang-orang yang bertaubat dan mengikuti jalan Engkau dan peliharalah mereka dari siksaan neraka yang menyala-nyala”. (Al-Mu’min: 7)

Berdasarkan kajian terhadap ayat-ayat yang berbicara tentang istighfar, paling tidak terdapat empat keutamaan dan nilai dari amaliah istighfar dalam kehidupan seorang muslim:

  1. Istighfar merupakan cermin akan kesadaran diri orang-orang yang bertakwa. “Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui”. (Ali Imran: 135)
  2. Istighfar merupakan sumber kekuatan umat. Kaum nabi Hud yang dikenal dengan kekuatan mereka yang luar biasa, masih diperintahkan oleh nabi mereka agar senantiasa beristighfar untuk menambah kekuatan mereka. “Dan (dia berkata): “Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Tuhanmu lalu bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa”. (Hud: 52). Bahkan Rasulullah dalam salah satu haditsnya menegaskan bahwa eksistensi sebuah umat ditentukan diantaranya dengan kesadaran mereka untuk selalu beristighfar, sehingga bukan merupakan aib dan tidak merugi orang-orang yang bersalah lantas ia menyadari kesalahannya dengan beristighfar memohon ampunan kepada Allah swt.
  3. Istighfar dapat menolak bencana dan menjadi salah satu sarana turunnya keberkahan dan rahmat Allah swt. Ibnu Katsir ketika menafasirkan surat Al-Anfal: 33 “Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun” menukil riwayat dari Imam Tirmidzi bahwa Rasulullah saw bersabda, “Allah telah menurunkan kepadaku dua pengaman atau penyelemat bagi umat dari azab dan bencana, yaitu keberadaanku dan istighfar. Maka ketika aku telah tiada, masih tersisa satu pengaman hingga hari kiamat, yaitu istighfar”. Bahkan Ibnu Abbas menuturkan bahwa ungkapan istighfar meskipun keluar dari pelaku maksiat dapat mencegah dari beberapa kejahatan dan bahaya.
  4. Istighfar akan memudahkan urusan seseorang, memudahkan jalan mencari rizki dan memelihara seseorang. Dalam konteks ini, Ibnu katsir menafsirkan suarat Hud : 52 dengan menukil hadits Rasulullah saw yang bersabda, “Barangsiapa yang mampu mulazamah atau kontinyu dalam beristighfar, maka Allah akan menganugerahkan kebahagiaan dari setiap duka dan kesedihan yang menimpanya, memberi jalan keluar dari setiap kesempitan dan memberi rizki dengan cara yang tidak disangka-sangka”. (Ibnu Majah)

Demikianlah, pesan yang disampaikan oleh para nabiyullah kepada kaumnya sebagai salah satu solusi dari permasalahan mereka. Tentu istighfar yang dimaksud tidak hanya sekedar ucapan dengan lisan “astaghfirullah”, tetapi secara aplikatif sikap waspada, mawas diri dan berhati-hati dan bersikap dan berperilaku agar terhindar dari kesalahan. Dan jika terjermus ke dalam kemaksiatan segera sadar dan mampu bangkit dari kesalahan dengan bersungguh-sungguh bertaubat dalam arti menyuguhkan pengabdian dan karya yang lebih bermanfaat untuk umat. Wallahu’alam.

(Rujukan: http://bacaan-islami.blogspot.com/)

Kelebihan membaca Wirdul Lathiif dan Ratib al-Haddad

Tersebut di dalam al-Maslakul Qariib li Kulli Saalikin Muniib karya al-’Arifbillah al-Habib Thohir bin Husain bin Thohir رحمه الله تعالى

(Faedah) Jalan-jalan yang menyampaikan kepada Allah Ta`ala adalah sebanyak bilangan nafas segala makhluk. Semuanya dibina atas dasar al-istiqamah dan menuruti Junjungan Nabi صلى الله عليه وآله وسلم, mendidik jiwa dengan mensucikan dan membersihkannya daripada segala akhlak yang keji serta menghiasinya dengan akhlak – akhlak mulia, sehingga terpancar kepadanya segala anwar dan tersingkap segala asrar, sehingga mencapai setinggi-tinggi martabat ketaqwaan kepada Allah.

Di antara sebaik-baik jalan yang berterusan diamalkan sejak berzaman oleh para pengamal dengan istiqamah adalah thoriqah para Saadah ‘Alawiyyin (jalan para pemuka Bani ‘Alawi iaitu anak cucu Imam ‘Alawi bin ‘Ubaidillah bin Ahmad al-Muhajirرحمهم الله تعالى) yang diasaskan atas dasar ilmu dan amal menurut apa yang diterangkan oleh al-Imam Hujjatul Islam al-Ghazali رحمه الله تعالى dalam kitab Ihya’ Ulumiddin, khasnya pada pertengahan yang kedua daripada kitab tersebut, kerana beliau telah menerangkan padanya perkara-perkara yang memusnahkan (al-muhlikaat) dan yang menyelamatkan (al-munjiyyat). Dengan mengetahui perkara tersebut, dapatlah disucikan diri daripada sifat-sifat yang keji dan dihiaskannya dengan sifat-sifat yang mulia.

Di antara zikir-zikir yang paling elok bagi ahli thoriqah ini (yakni Thoriqah Saadah ‘Alawiyyin/Thoriqah Saadah Baa ‘Alawi) adalah segala zikir yang telah dikumpul oleh Quthubul Haqiqah wal Irsyad al-Habib ‘Abdullah bin ‘Alawi al-Haddad رحمه الله تعالى. Antaranya apa yang beliau himpunkan dalam kitab Miftaahus Sa`aadah, di dalamnya beliau telah menghimpun kebanyakan zikir-zikir yang sahih yang warid daripada Junjungan Nabi صلى الله عليه وآله وسلم, di antaranya al-Wirdul Lathiif yang dibaca pagi dan petang, jika tidak berkelapangan maka memadai diamalkan pada waktu pagi sahaja. Faedah-faedah al-Wirdul Lathiif ini sangat banyak dan tidak terhingga, sesiapa yang membaca syarahnya dia akan melihat kelebihan faedah-faedahnya dan akan melaziminya dengan bersungguh-sungguh.

Dan di antaranya juga adalah ratibnya yang masyhur dengan nama Ratibul Haddad yang dibaca orang selepas sholat ‘Isya’. Ianya ringkas sahaja dengan bacaan-bacaan yang pendek tetapi mempunyai manfaat besar dan tidak terkira kelebihan dan keajaibannya. Dengan sebab keberkatannya, pengamal-pengamalnya akan menerima berbagai bantuan (madad) dan anugerah daripada Allah Ta’ala yang tidak putus-putus. Ratib ini bermanfaat bagi orang dewasa, kanak-kanak, golongan atasan, golongan bawahan, peringkat muntahi (peringkat kesudahan), peringkat mutawassith (peringkat pertengahan) dan juga peringkat mubtadi (peringkat permulaan). Sesiapa yang istiqamah mengamalkan ratib ini akan dikayakan Allah (yakni segala keperluannya akan dipenuhi Allah Ta’ala). Demikianlah penjelasan al-’Arifbillah al-Mannan, asy-Syaikh ‘Abdullah BaSaudan رحمه الله تعالى, yang mensyarahkan ratib tersebut.

Dan daripada zikir-zikir yang terbaik juga untuk diamalkan waktu petang dan pagi, yang mengandungi zikir-zikir yang warid daripada Junjungan Nabi صلى الله عليه وآله وسلم, adalah apa yang terkandung dalam kitab al-Maslakul Qariib li kulli Saalikin Muniib susunan al-’Arifbillah al-Habib Thohir bin Husain bin Thohir Baa ‘Alawi . Kitab al-Maslak ini mempunyai banyak manfaat dan faedah-faedah yang masyhur. Sesiapa yang berterusan mengamalkannya, dia akan terpelihara daripada gangguan jin dan manusia dan daripada segala yang di langit dan di bumi. Pendeknya segala-galanya itu terletak atas dasar keikhlasan dan niat yang baik, maka apabila baik niat akan terhasillah natijahnya.

612bfb5e16cd

Sejarah Ratib Al-Haddad:

Ratib Al-Haddad ini mengambil nama sempena nama penyusunnya, iaitu Imam Abdullah bin Alawi Al-Haddad, seorang pembaharu Islam (mujaddid) yang terkenal. Daripada doa-doa dan zikir-zikir karangan beliau, Ratib Al-Haddad lah yang paling terkenal dan masyhur. Ratib yang bergelar Al-Ratib Al-Syahir (Ratib Yang Termasyhur) disusun berdasarkan inspirasi, pada malam Lailatul Qadar 27 Ramadhan 1071 Hijriyah (bersamaan 26 Mei 1661).

Ratib ini disusun bagi menunaikan permintaan salah seorang murid beliau, ‘Amir dari keluarga Bani Sa’d yang tinggal di sebuah kampung di Shibam, Hadhramaut. Tujuan ‘Amir membuat permintaan tersebut ialah bagi mengadakan suatu wirid dan zikir untuk amalan penduduk kampungnya agar mereka dapat mempertahan dan menyelamatkan diri daripada ajaran sesat yang sedang melanda Hadhramaut ketika itu.

Pertama kalinya Ratib ini dibaca ialah di kampung ‘Amir sendiri, iaitu di kota Shibam setelah mendapat izin dan ijazah daripada Al-Imam Abdullah Al-Haddad sendiri. Selepas itu Ratib ini dibaca di Masjid Al-Imam Al-Haddad di Al-Hawi, Tarim dalam tahun 1072 Hijriah bersamaan tahun 1661 Masehi. Pada kebiasaannya ratib ini dibaca berjamaah bersama doa dan nafalnya, setelah solat Isya’. Pada bulan Ramadhan ia dibaca sebelum solat Isya’ bagi mengelakkan kesempitan waktu untuk menunaikan solat Tarawih. Mengikut Imam Al-Haddad di kawasan-kawasan di mana Ratib al-Haddad ini diamalkan, dengan izin Allah kawasan-kawasan tersebut selamat dipertahankan daripada pengaruh sesat tersebut.

Apabila Imam Al-Haddad berangkat menunaikan ibadah Haji, Ratib Al-Haddad pun mula dibaca di Makkah danMadinah. Sehingga hari ini Ratib berkenaan dibaca setiap malam di Bab al-Safa di Makkah dan Bab al-Rahmah di Madinah. Habib Ahmad bin Zain Al-Habsyi pernah menyatakan bahawa sesiapa yang membaca Ratib Al-Haddad dengan penuh keyakinan dan iman dengan terus membaca “ La ilaha illallah” hingga seratus kali (walaupun pada kebiasaannya dibaca lima puluh kali), ia mungkin dikurniakan dengan pengalaman yang di luar dugaannya.

Beberapa kebezaan boleh didapati di dalam beberapa cetakan ratib Haddad ini terutama selepas Fatihah yang terakhir. Beberapa doa ditambah oleh pembacanya. Al Marhum Al-Habib Ahmad Masyhur bin Taha Al-Haddad memberi ijazah untuk membaca Ratib ini dan menyarankannya dibaca pada masa–masa yang lain daripada yang tersebut di atas juga di masa keperluan dan kesulitan. Mudah-mudahan sesiapa yang membaca ratib ini diselamatkan Allah daripada bahaya dan kesusahan. Ameen.

Ketahuilah bahawa setiap ayat, doa, dan nama Allah yang disebutkan di dalam ratib ini telah dipetik daripada Al-Quran dan hadith Rasulullah S.A.W.  Terjemahan yang dibuat di dalam ratib ini, adalah secara ringkas. Bilangan bacaan setiap doa dibuat sebanyak tiga kali, kerana ia adalah bilangan ganjil (witir). Ini ialah berdasarkan saranan Imam Al-Haddad sendiri. Beliau menyusun zikir-zikir yang pendek yang dibaca berulang kali, dan dengan itu memudahkan pembacanya. Zikir yang pendek ini, jika dibuat selalu secara istiqamah, adalah lebih baik daripada zikir panjang yang dibuat secara berkala atau cuai. Ratib ini berbeza daripada ratib-ratib yang lain susunan Imam Al-Haddad kerana ratib Al-Haddad ini disusun untuk dibaca lazimnya oleh kumpulan atau jamaah. Semoga usaha kami ini diberkahi Allah.

Demikianlah kelebihan ratib ini. Ratib yang dimaksudkan adalah seperti di bawah:

الراتب الشهير

للحبيب عبد الله بن علوي الحداد

Ratib Al Haddad

Moga-moga Allah merahmatinya [Rahimahu Allahu Ta’ala]

يقول القارئ: الفَاتِحَة إِلَى حَضْرَةِ سَيِّدِنَا وَشَفِيعِنَا وَنَبِيِّنَا وَمَوْلانَا مُحَمَّد صلى الله عليه وسلم – الفاتحة-

Bacalah Al-Fatihah kepada ketua, penyshafaat, nabi dan penolong kita Muhammad s.a.w

 

1.               بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ

اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. اَلرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ. ماَلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِ إِيِّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ. اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ. صِرَاطَ الَّذِيْنَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلاَ الضَّآلِّيْنَ. آمِيْنِ

1.                  Dengan nama Allah, Yang Maha Pemurah, lagi Maha Mengasihani.

Segala puji bagi Allah, Tuhan yang memelihara dan mentadbir sekalian alam. Yang Maha Pemurah, lagi Maha Mengasihani. Yang Menguasai hari Pembalasan (hari Akhirat). Engkaulah sahaja (Ya Allah) Yang Kami sembah, dan kepada Engkaulah sahaja kami memohon pertolongan. Tunjuklah kami jalan yang lurus. Iaitu jalan orang-orang yang Engkau telah kurniakan nikmat kepada mereka, bukan (jalan) orang-orang yang Engkau telah murkai, dan bukan pula (jalan) orang-orang yang sesat.

 

Diriwayatkan oleh Abu Sa’id ibn al-Mu’lla r.a.:  “Sukakah kamu jika aku ajarkan sebuah Surah yang belum pernah diturun dahulunya, baik dalam Injil mahupun Zabur dan Taurat? Ia adalah Al-Fatihah.

Surah 15 Al-Hijr : Ayat 87: “Dan sesungguhnya Kami telah memberi kepadamu (wahai Muhammad) tujuh ayat yang diulang-ulang bacaannya dan seluruh Al-Quran yang amat besar kemuliaan dan faedahnya.”

2. اَللهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ لاَ تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلاَ نَوْمٌ لَهُ مَا فِي السَّموَاتِ وَمَا فِي الأَرْضِ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلاَّ بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ  وَلاَ يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلاَّ بِمَا شَآءَ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ وَلاَ يَؤُدُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ العَلِيُّ العَظِيْمُ.

2.                  Allah, tiada Tuhan melainkan Dia, Yang Tetap hidup, Yang Kekal selama-lamanya. Yang tidak mengantuk usahkan tidur. Yang memiliki segala yang ada di langit dan di bumi. Tiada sesiapa yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya melainkan dengan izin-Nya. Yang mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang ada di belakang mereka, sedang mereka tidak mengetahui sesuatu pun dari ilmu Allah melainkan apa yang Allah kehendaki. Luasnya Kursi Allah meliputi langit dan bumi; dan tiadalah menjadi keberatan kepada Allah menjaga serta memelihara keduanya. Dan Dialah Yang Maha Tinggi, lagi Maha Besar.

(Surah 2 al-Baqarah Ayat 255 Ayat-al-Kursi)

 

Ayatul Kursi ini mengandungi khasiat yang besar. Terdapat 99 buah hadith yang menerangkan fadhilahnya. Di antaranya ialah untuk menolak syaitan, benteng pertahanan, melapangkan fikiran dan menambahkan iman.

 

3.      آمَنَ الرَّسُوْلُ بِمَآ أُنْزِلَ إِلَيْهِ مِنْ رَبِّه وَالْمُؤْمِنُوْنَ كُلٌّ آمَنَ بِاللهِ وَمَلآئِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لاَ نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْ رُسُلِهِ وَقَالُوا سَمِعْناَ وَأَطَعْناَ غُفْراَنَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيْرُ.

 

3.         Rasulullah telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, dan juga orang-orang yang beriman; semuanya beriman kepada Allah, dan Malaikat-malaikatNya, dan Kitab-kitabNya, dan Rasul-rasulNya. (Katakan): “Kami tidak membezakan antara seorang rasul dengan rasul-rasul yang lain”.  Mereka berkata lagi: Kami dengar dan kami taat (kami pohonkan) keampunanMu wahai Tuhan kami, dan kepadaMu jualah tempat kembali”

(Surah 2: Al Baqarah Ayat 285)

Diriwayatkan daripada Abu Mas’ud al-Badri r.a katanya: Rasulullah s.a.w pernah bersabda: Dua ayat terakhir dari surah al-Baqarah, memadai kepada seseorang yang membacanya pada malam hari sebagai pelindung dirinya.

 

4.      لاََ يُكَلِّفُ اللهُ نَفْسًا إِلاَّ وُسْعَهَا لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ رَبَّنَا لاَ تُؤَاخِذْنَآ إِنْ نَسِيْنَآ أَوْ أَخْطَأْنَا رَبَّنَا وَلاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ  قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلاَ  تُحَمِّلْنَا مَالاَ طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنآ أَنْتَ مَوْلاَنَا فَانْصُرْناَ عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ.

4.     Allah tidak memberati seseorang melainkan apa yang terdaya olehnya. Ia mendapat pahala atas kebaikan yang diusahakannya, dan ia juga menanggung dosa atas kejahatan yang diusahakannya. (Mereka berdoa dengan berkata): “Wahai Tuhan kami! Janganlah Engkau mengirakan kami salah jika kami lupa atau kami tersalah. Wahai Tuhan kami ! Janganlah Engkau bebankan kepada kami bebanan yang berat sebagaimana yang telah Engkau bebankan kepada orang-orang yang terdahulu daripada kami. Wahai Tuhan kami! Janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang kami tidak terdaya memikulnya. Dan maafkanlah kesalahan kami, serta ampunkanlah dosa kami, dan berilah rahmat kepada kami. Engkaulah Penolong kami; oleh itu, tolonglah kami untuk mencapai kemenangan terhadap kaum-kaum yang kafir”

(Surah 2: al-Baqarah  Ayat 286)

 

Dari Muslim, diriwayatkan daripada Abdullah ibn Abbas r.a.: Apabila Jibril sedang duduk dengan Rasulullah s.a.w., dia mendengar bunyi pintu di atasnya. Dia mengangkat kepalanya lalu berkata: “Ini ialah bunyi sebuah pintu di syurga yang tidak pernah dibuka.” Lalu satu malaikat pun turun, dan Jibril berkata lagi, “Ia malaikat yang tidak pernah turun ke bumi” Malaikat itu memberi salam lalu berkata, “Bersyukurlah atas dua cahaya yang diberi kepadamu yang tidak pernah diberi kepada rasul-rasul sebelummu-“Fatihat al-Kitab dan ayat penghabisan Surah al-Baqarah”. Kamu akan mendapat manfaat setiap kali kamu membacanya. 

 

5. لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِي وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ.  (3X)

5.                  Tiada Tuhan Melainkan Allah, Yang satu dan tiada sekutu bagi- Nya. Bagi-Nya segala kekuasaan, dan bagi-Nya segala pujian. Dialah yang menghidupkan dan yang mematikan, dan Dia sangat berkuasa atas segala sesuatu  (3X)

 

Dari Bukhari, Muslim dan Malik, diriwayatkan daripada Abu Hurairah; Rasulullah s.a.w berkata, “Sesiapa membaca ayat ini seratus kali sehari, pahalanya seperti memerdekakan sepuluh orang hamba, Seratus kebajikan dituliskan untuknya dan seratus keburukan dibuang darinya, dan menjadi benteng dari gangguan syaitan sepanjang hari.”

 

6. سٌبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اْللهُ وَاللهُ اَكْبَرُ. (3X)

6.                  Maha suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada Tuhan melainkan Allah dan Allah Tuhan Yang Maha Besar. (3X)

 

Dari Muslim, diriwayatkan oleh Samurah ibn Jundah: Rasulullah s.a.w bersabda: Zikir-zikir yang paling dekat di sisi Allah adalah empat, iaitu tasbih, takbir, tahmid dan tahlil, tidak berbeza yang mana aturannya apabila engkau berzikirullah.

7. سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ سُبْحاَنَ اللهِ الْعَظِيْمِ.   (3X)

7.                  Maha suci Allah segala puji khusus bagi-Nya, Maha suci Allah Yang Maha Agung. (3X)

 

Dari Bukhari, diriwayatkan daripada Abu Hurairah r.a.: Rasulullah s.a.w. bersabda:  Dua zikir yang mudah di atas lidah tetapi berat pahalanya dan disukai oleh Allah ialah: ‘SubhanAllah al-Azim dan ‘SubhanAllah wa bihamdihi.’” 

 

8. رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ. (3X)

8.                  Ya Allah ampunlah dosaku dan terimalah taubatku, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun Lagi Maha Penyayang. (3X)

 

Surah 4: An-Nisa’; Ayat 106: “Dan hendaklah engkau memohon ampun kepada Allah; kerana sesungguhnya Allah Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani. 

Sila rujuk juga Surah 11: Hud; Ayat 90

9. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ، اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ. (3X)

9.                  Ya Allah, cucurkan selawat ke atas Muhammad, Ya Allah, cucurkan selawat ke atasnya dan kesejahteraan-Mu.    (3X)

 

Surah 33; Al-Ahzab, Ayat 56: Sesungguhnya Allah dan malaikat-Nya berselawat ke atas Nabi; wahai orang-orang yang beriman berselawatlah kamu kepadanya serta ucapkanlah salam dengan penghormatan yang sepenuhnya.

Dari Muslim, diriwayatkan daripada Abdullah bin Amr: Rasulullah s.a.w. bersabda: “Sesiapa berselawat kepadaku sekali, Allah akan berselawat kepadanya sepuluh kali.

10. أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّآمَّاتِ مِنْ شَرِّمَا خَلَقَ. (3X)

10.              Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan makhluk-Nya. (3X)

 

Dari Abu Dawud dan Tirmidhi, Rasulullah s.a.w. bersabda:  “Sesiapa yang membaca doa ini tiga kali, tiada apa-apa malapetaka akan terjatuh atasnya.”

 

11. بِسْـمِ اللهِ الَّذِي لاَ يَضُـرُّ مَعَ اسْـمِهِ شَيْءٌ فِي الأَرْضِ وَلاَ فِي الْسَّمَـآءِ وَهُوَ الْسَّمِيْـعُ الْعَلِيْـمُ.(3X)

11.              Dengan nama Allah yang dengan nama-Nya tiada suatu pun, baik di bumi mahupun di langit dapat memberi bencana, dan Dia Maha Mendengar Lagi Maha Mengetahui. (3X)

 

Dari Ibn Hibban; Nabi Muhammad s.a.w bersabda: “Hamba-hamba Allah yang membaca doa ini pada waktu pagi dan petang tiga kali, tiada apa jua kesakitan akan dialaminya.”

 

12. رَضِيْنَـا بِاللهِ رَبًّا وَبِالإِسْـلاَمِ دِيْنـًا وَبِمُحَمَّدٍ نَبِيّـًا. (3X)

12.              Kami redha Allah sebagai Tuhan kami, Islam sebagai Agama kami dan Muhammad sebagai Nabi kami.            (3X)

 

Surah 3: Ali-Imran Ayat 19: Sesungguhnya agama (yang benar dan diredai) di sisi Allah ialah Islam.

Dari Abu Daud dan Tirmidzi; Nabi Muhammad s.a.w. bersabda: “Sesiapa membaca ayat ini di pagi dan petang hari akan masuk ke syurga.”

 

13. بِسْمِ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَالْخَيْرُ وَالشَّـرُّ بِمَشِيْئَـةِ اللهِ. (3X)

13.              Dengan Nama Allah, segala pujian bagi-Nya, dan segala kebaikan dan kejahatan adalah kehendak Allah.             (3X)

 

Diriwayatkah oleh Abu Hurairah: Rasulullah s.a.w. bersabda: Wahai Abu Hurairah, bila kamu keluar negeri untuk berniaga, bacakan ayat ini supaya ia membawa kamu ke jalan yang benar.  Dan setiap perbuatan mesti bermula dengan ‘Bismillah’ dan penutupnya ialah “Alhamdulillah”.

 

14. آمَنَّا بِاللهِ وَاليَوْمِ الآخِرِ تُبْناَ إِلَى اللهِ باَطِناً وَظَاهِرًا. (3X)

14.              Kami beriman kepada Allah dan Hari Akhirat, dan kami bertaubat kepada Allah batin dan zahir. (3X)

 

Surah at-Tahrim Ayat 8: Wahai orang-orang yang beriman! Bertaubatlah kamu kepada Allah dengan “Taubat Nasuha”.

Diriwayatkan oleh Ibn Majah: Rasulullah bersabda: Orang yang bertaubat itu adalah kekasih Allah. Dan orang yang bertaubat itu ialah seumpama orang yang tiada apa-apa dosa.”

 

15. يَا رَبَّنَا وَاعْفُ عَنَّا وَامْحُ الَّذِيْ كَانَ مِنَّا. (3X)

15.              Ya Tuhan kami, maafkan kami dan hapuskanlah apa-apa (dosa) yang ada pada kami.      (3X)

 

Dari Tirmidhi dan Ibn Majah: Rasulullah s.a.w. berada di atas mimbar dan menangis lalu beliau bersabda: Mintalah kemaafan dan kesihatan daripada Allah, sebab setelah kita yakin, tiada apa lagi yang lebih baik daripada kesihatan 

Surah 4: An-Nisa’: Ayat 106: “Dan hendaklah engkau memohon keampunan kepada Allah; sesungguhnya Allah itu Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani.”

 

16. ياَ ذَا الْجَلاَلِ وَالإِكْراَمِ أَمِتْناَ عَلَى دِيْنِ الإِسْلاَمِ. (7X)

16.              Wahai Tuhan yang mempunyai sifat Keagungan dan sifat Pemurah, matikanlah kami dalam agama Islam . (7X)

 

Sila rujuk ke no. 12. Moga-moga kita dimatikan dalam keadaan Islam.

Dan dari Tirmidhi, Rasulullah s.a.w. menyatakan di dalam sebuah hadith bahawasanya sesiapa yang berdoa dengan nama-nama Allah dan penuh keyakinan, doa itu pasti dikabulkan Allah.

 

17. ياَ قَوِيُّ ياَ مَتِيْـنُ  إَكْفِ شَرَّ الظَّالِمِيْـنَ. (3X)

17.              Wahai Tuhan yang Maha Kuat lagi Maha Gagah, hindarkanlah kami dari kejahatan orang-orang yang zalim. (3X)

 

Seperti di atas (16); Merujuk hadith Rasulullah s.a.w, sesiapa yang tidak boleh mengalahkan musuhnya, dan mengulangi Nama ini dengan niat tidak mahu dicederakan akan bebas dari dicederakan musuhnya.

 

18. أَصْلَحَ اللهُ أُمُوْرَ الْمُسْلِمِيْنَ صَرَفَ اللهُ شَرَّ الْمُؤْذِيْنَ. (3X)

18.              Semoga Allah memperbaiki urusan kaum muslimim dan menghindarkan mereka dari kejahatan orang-orang yang suka menggangu.   (3X)

 

Diriwayatkan oleh Abu Darda’ bahawasanya Rasulullah s.a.w. bersabda: “Tiada seorang mukmin pun yang berdoa untuk kaumnya yang tidak bersamanya, melainkan akan didoakan oleh Malaikat, “Sama juga untukmu”.

 

19. يـَا عَلِيُّ   يـَا كَبِيْرُ      يـَا  عَلِيْمُ  يـَا قَدِيْرُ

يـَا سَمِيعُ يـَا بَصِيْرُ     يـَا لَطِيْفُ  يـَا خَبِيْرُ.    (3X)

19.              Wahai Tuhan Yang Maha Mulia, lagi Maha Besar, Yang Maha Mengetahui lagi Sentiasa Sanggup, Yang Maha Mendengar lagi Melihat. Yang Maha Lemah-Lembut lagi Maha Mengetahui            (3X)

 

Surah 17: Al Israil: Ayat 110: “Katakanlah (wahai Muhammad): “Serulah nama “Allah” atau “Ar-Rahman”, yang mana sahaja kamu serukan; kerana Allah mempunyai banyak nama yang baik serta mulia. Dan janganlah engkau nyaringkan bacaan doa atau sembahyangmu, juga janganlah engkau perlahankannya, dan gunakanlah sahaja satu cara yang sederhana antara itu.

 

20. ياَ فَارِجَ الهَمِّ يَا كَاشِفَ الغَّمِّ يَا مَنْ لِعَبْدِهِ يَغْفِرُ وَيَرْحَمُ. (3X)

20.              Wahai Tuhan yang melegakan dari dukacita, lagi melapangkan dada dari rasa sempit. Wahai Tuhan yang mengampuni dan menyayangi hamba-hamba-Nya.      (3X)

 

Dari Abu Dawud, diriwayatkan daripada Anas ibn Malik: “Ketika saya bersama Rasulullah s.a.w., ada seseorang berdoa, “Ya Allah saya meminta kerana segala pujian ialah untuk-Mu dan tiada Tuhan melainkan-Mu, Kamulah yang Pemberi Rahmat dan yang Pengampun, Permulaan Dunia dan Akhirat, Maharaja Teragung, Yang Hidup dan Yang Tersendiri”.

Rasulullah s.a.w. bersabda: “Dia berdoa kepada Allah menggunakan sebaik-baik nama-nama-Nya, Allah akan memakbulkannya kerana apabila diminta dengan nama-nama-Nya Allah akan memberi.

 

21. أَسْتَغْفِرُ اللهَ رَبَّ الْبَرَايَا أَسْتَغْفِرُ اللهَ مِنَ الْخَطَاياَ.(4X)

21.              Aku memohon keampunan Allah Tuhan Pencipta sekalian makhluk, aku memohon keampunan Allah dari sekalian kesalahan.     (4X)

 

Surah 4: An-Nisa’: Ayat 106: “Dan hendaklah engkau memohon keampunan daripada Allah; sesungguhnya Allah itu Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani.”

Surah 11: Hud: Ayat 90: “Dan mintalah keampunan Tuhanmu, kemudian kembalilah taat kepada-Nya. Sesungguhnya Tuhanku Maha Mengasihani, lagi Maha Pengasih”

 

22. لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ. (50X)

22.              Tiada Tuhan Melainkan Allah  (50X)

 

Komentar tentang kalimah tauhid sangat panjang. Kalimah “La ilaha illallah” ini adalah kunci syurga. Diriwayatkan oleh Abu Dzar bahawa Rasulullah s.a.w. bersabda: “Allah tidak membenarkan seseorang masuk ke neraka jikalau dia mengucapkan kalimah tauhid ini berulang-ulang kali.”

 

23. مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ وَشَرَّفَ وَكَرَّمَ وَمَجَّدَ وَعَظَّمَ وَرَضِيَ اللهُ تَعاَلَى عَنْ آلِ وَأَصْحَابِ رَسُوْلِ اللهِ أَجْمَعِيْنَ، وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِ التَّابِعِيْنَ بِإِحْسَانٍ مِنْ يَوْمِنَا هَذَا إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَعَلَيْناَ مَعَهُمْ وَفِيْهِمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.

23.              Muhammad Rasulullah, Allah Mencucurkan Selawat dan Kesejahteraan keatasnya dan keluarganya. Moga-moga dipermuliakan, diperbesarkan, dan diperjunjungkan kebesarannya. Serta Allah Ta’ala meredhai akan sekalian keluarga dan sahabat Rasulullah, sekalian tabi’in dan yang mengikuti mereka dengan kebaikan dari hari ini sehingga Hari Kiamat, dan semoga kita bersama mereka dengan rahmat-Mu wahai Yang Maha Pengasih daripada yang mengasihani.

 

24.                   بِسْم اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ.

قُلْ هُوَ اللهُ أَحَـدٌ. اَللهُ الصَّمَـدُ. لَمْ يَلِـدْ وَلَمْ يٌوْلَـدْ. وَلَمْ يَكُـنْ لَهُ كُفُـوًا أَحَـدٌ.  (3X)

24.              Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah (wahai Muhammad): “Dialah Allah Yang Maha Esa; Allah Yang menjadi tumpuan segala permohonan; Ia tidak beranak, dan Ia pula tidak diperanakkan; Dan tidak ada sesiapapun yang sebanding dengan-Nya.  Surah Al-Ikhlas (3X)

 

Dari Imam Bukhari, diriwayatkan daripada Abu Sa’id al-khudri; seseorang mendengar bacaan surah al-Ikhlas berulang-ulang di masjid. Pada keesokan paginya dia datang kepada Rasulullah s.a.w. dan sampaikan perkara itu kepadanya sebab dia menyangka bacaan itu tidak cukup dan lengkap. Rasulullah s.a.w berkata, “Demi tangan yang memegang nyawaku, surah itu seperti sepertiga al Quran!”

Dari Al-Muwatta’, diriwayatkan oleh Abu Hurairah; Saya sedang berjalan dengan Rasulullah s.a.w, lalu baginda mendengar seseorang membaca surah al-Ikhlas. Baginda berkata, “Wajiblah.” Saya bertanya kepadanya, “Apa ya Rasulallah?” Baginda menjawab, “Syurga” (Wajiblah syurga bagi si pembaca itu).

 

25.                            بِسْم اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ

قُلْ أَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ، مِنْ شَرِّ ماَ خَلَقَ، وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ، وَمِنْ شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ، وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَد

25.              Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah (wahai Muhammad); “Aku berlindung dengan Tuhan yang menciptakan cahaya subuh, daripada kejahatan makhluk-makhluk yang Ia ciptakan; dan daripada kejahatan malam apabila ia gelap gelita; dan daripada (ahli-ahli sihir) yang menghembus pada simpulan-simpulan ikatan; dan daripada kejahatan orang yang dengki apabila ia melakukan kedengkiannya”.

Surah Al-Falaq

 

Diriwayatkan daripada Aisyah r.a katanya: Rasulullah s.a.w biasanya apabila ada salah seorang anggota keluarga baginda yang sakit, baginda menyemburnya dengan membaca bacaan-bacaan. Sementara itu, ketika baginda menderita sakit yang menyebabkan baginda wafat, aku juga menyemburkan baginda dan mengusap baginda dengan tangan baginda sendiri, kerana tangan baginda tentu lebih banyak berkatnya daripada tanganku.

 

26.                            بِسْم اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ

قُلْ أَعُوْذُ بِرَبِّ النَّاسِ، مَلِكِ النَّاسِ، إِلَهِ النَّاسِ،  مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ، اَلَّذِيْ يُوَسْوِسُ فِي صُدُوْرِ النَّاسِ، مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ.

26.              Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah (wahai Muhammad): “Aku berlindung dengan Tuhan sekalian manusia. Yang Menguasai sekalian manusia, Tuhan yang berhak disembah oleh sekalian manusia, Dari kejahatan pembisik penghasut yang timbul tenggelam, Yang melemparkan bisikan dan hasutannya ke dalam hati manusia, dari kalangan jin dan manusia”.     Surah An-Nas

 

Dari Tirmidhi diriwayatkan daripada Abu Sa’id al-Khudri; Nabi Muhammad s.a.w selalu meminta perlindungan daripada kejahatan jin dan perbuatan hasad manusia. Apabila surah al-falaq dan an-nas turun, baginda ketepikan yang lain dan membaca ayat-ayat ini sahaja.

 

27.                                          اَلْفَاتِحَةَ

 إِلَى رُوحِ سَيِّدِنَا الْفَقِيْهِ الْمُقَدَّمِ مُحَمَّد بِن عَلِيّ باَ عَلَوِي وَأُصُولِهِمْ وَفُرُوعِهِمْ وَكفَّةِ سَادَاتِنَا آلِ أَبِي عَلَوِي أَنَّ اللهَ يُعْلِي دَرَجَاتِهِمْ فِي الْجَنَّةِ وَيَنْفَعُنَا بِهِمْ وَبِأَسْرَارِهِمْ وَأَنْوَارِ هِمْ فِي الدِّيْنِ وَالدُّنْياَ وَالآخِرَةِ.

27.              Bacalah Al-fatihah kepada roh Penghulu kita al-Faqih al-Muqaddam, Muhammad ibn Ali Ba’alawi, dan kepada asal-usul dan keturunannya, dan kepada semua penghulu kita dari keluarga bani ‘Alawi, moga-moga Allah tinggikan darjat mereka di syurga, dan memberi kita manfaat dengan mereka, rahsia-rahsia mereka, cahaya mereka di dalam agama, dunia dan akhirat.

28.                                          اَلْفَاتِحَةَ

إِلَى أَرْوَاحِ ساَدَاتِنَا الصُّوْفِيَّةِ أَيْنَمَا كَانُوا فِي مَشَارِقِ الأَرْضِ وَمَغَارِبِهَا وَحَلَّتْ أَرْوَاحُهُمْ – أَنَّ اللهَ يُعْلِي دَرَجَاتِهِمْ فِي الْجَنَّةِ وَيَنْفَعُنَا بِهِمْ وَبِعُلُومِهِمْ وَبِأَسْرَارِهِمْ وَأَنْوَارِ هِمْ، وَيُلْحِقُنَا بِهِمْ فِي خَيْرٍ وَعَافِيَةٍ.

28.              Bacalah al-fatihah kepada roh-roh Penghulu kita Ahli Ahli Sufi, di mana saja roh mereka berada, di timur atau barat, moga moga Allah tinggikan darjat mereka di syurga, dan memberi kita manfaat dengan mereka, ilmu-ilmu mereka, rahsia-rahsia mereka, cahaya mereka, dan golongkan kami bersama mereka dalam keadaan baik dan afiah.

 

29.                                          اَلْفَاتِحَةَ

إِلَى رُوْحِ صاَحِبِ الرَّاتِبِ قُطْبِ الإِرْشَادِ وَغَوْثِ الْعِبَادِ وَالْبِلاَدِ الْحَبِيْبِ عَبْدِ اللهِ بِنْ عَلَوِي الْحَدَّاد وَأُصُوْلِهِ وَفُرُوْعِهِ أَنَّ اللهَ يُعْلِي دَرَجَاتِهِمْ فِي الْجَنَّة وَيَنْفَعُنَا بِهِمْ وَأَسْرَارِهِمْ وَأَنْوَارِهِمْ بَرَكَاتِهِمْ فِي الدِّيْنِ وَالدُّنْياَ وَالآخِرَةِ.

29.              Bacalah fatihah kepada roh Penyusun Ratib ini, Qutbil-Irshad, Penyelamat kaum dan negaranya, Al-Habib Abdullah ibn Alawi Al-Haddad, asal-usul dan keturunannya, moga moga Allah meninggikan darjat mereka di syurga, dan memberi kita manfaat dari mereka, rahsia-rahsia mereka, cahaya dan berkat mereka di dalam agama, dunia dan akhirat.

 

30.                                          اَلْفَاتِحَة

إِلَى كَافَّةِ عِبَادِ اللهِ الصّالِحِينَ وَالْوَالِدِيْنِ وَجَمِيْعِ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ أَنْ اللهَ يَغْفِرُ لَهُمْ وَيَرْحَمُهُمْ وَيَنْفَعُنَا بَأَسْرَارِهِمْ وبَرَكَاتِهِمْ

30.              Bacalah Fatihah kepada hamba hamba Allah yang soleh, ibu bapa kami, mukminin dan mukminat, muslimin dan muslimat, moga moga Allah mengampuni mereka dan merahmati mereka dan memberi kita manfaat dengan rahsia rahsia dan barakah mereka.

 oCKCBdA1jQ1FNphoGczntUJ4RyZdmy5VbkhhCgtiAXg=

31. (ويدعو القارئ):

31.              Berdoalah disini apa yang di hajati. :

اَلْحَمْدُ اللهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ حَمْدًا يُوَافِي نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَه، اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وأَهْلِ بَيْتِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ. اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ بِحَقِّ الْفَتِحَةِ الْمُعَظَّمَةِ وَالسَّبْعِ الْمَثَانِيْ أَنْ تَفْتَحْ لَنَا بِكُلِّ خَيْر، وَأَنْ تَتَفَضَّلَ عَلَيْنَا بِكُلِّ خَيْر، وَأَنْ تَجْعَلْنَا مِنْ أَهْلِ الْخَيْر، وَأَنْ تُعَامِلُنَا يَا مَوْلاَنَا مُعَامَلَتَكَ لأَهْلِ الْخَيْر، وَأَنْ تَحْفَظَنَا فِي أَدْيَانِنَا وَأَنْفُسِنَا وَأَوْلاَدِنَا وَأَصْحَابِنَا وَأَحْبَابِنَا مِنْ كُلِّ مِحْنَةٍ وَبُؤْسٍ وَضِيْر إِنَّكَ وَلِيٌّ كُلِّ خَيْر وَمُتَفَضَّلٌ بِكُلِّ خَيْر وَمُعْطٍ لِكُلِّ خَيْر يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْن.

Segala puji hanya bagi Allah, Tuhan yang memelihara dan mentadbirkan sekalian alam, segala puji pujian bagi-Nya atas penambahan nikmat-Nya kepada kami, moga moga Allah mencucurkan selawat dan kesehahteraan ke atas Penghulu kami Muhammad, ahli keluarga dan sahabat-sahabat baginda. Wahai Tuhan, kami memohon dengan haq (benarnya) surah fatihah yang Agung, iaitu tujuh ayat yang selalu di ulang-ulang, bukakan untuk kami segala perkara kebaikan dan kurniakanlah kepada kami segala kebaikan, jadikanlah kami dari golongan insan yang baik; dan peliharakanlah kami Ya tuhan kami. sepertimana Kamu memelihara hamba-hambaMu yang baik, lindungilah agama kami, diri kami, anak anak kami, sahabat-sahabat kami, serta semua yang kami sayangi dari segala kesengsaraan, kesedihan, dan kemudharatan. Sesungguhnya Engkaulah Maha Pelindung dari seluruh kebaikan dan Engkaulah yang mengurniakan seluruh kebaikan dan memberi kepada sesiapa saja kebaikan dan Engkaulah yang  Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Amin Ya Rabbal Alamin.

 

 

32. اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْـأَلُكَ رِضَـاكَ وَالْجَنَّـةَ وَنَـعُوْذُ بِكَ مِنْ سَـخَطِكَ وَالنَّـارِ.    (3X)

32.              Ya Allah, sesungguhnya kami memohon keredhaan dan syurga-Mu; dan kami memohon perlindungan-Mu dari kemarahan-Mu dan api neraka.  (3X)

 

Dari Tirmidhi dan Nasa’i, diriwayatkan daripada Anas ibn Malik: Rasulullah s.a.w. bersabda, “Jikalau sesiapa memohon kepada Allah untuk syurga tiga kali, Syurga akan berkata, “Ya Allah bawalah dia ke dalam syurga;” dan jikalau ia memohon perlindungan dari api neraka tiga kali, lalu neraka pun akan berkata, “Ya Allah berilah dia perlindungan dari neraka.”

 

انتهى الراتب الشهير

Tamat Ratib Al-Haddad

(Rujukan: http://www.alhawi.net/ dan http://pondokhabib.wordpress.com/)

Ikut

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 107 other followers

%d bloggers like this: