Archive for 29 September 2008

Qarun yang ditenggelamkan

 

Apabila bercerita tentang harta karun, penulis teruja untuk mengkaji sejarah sebenar Harta Karun, dan mengapa ia dinamakan harta karun, bukan harta hikmatun ke, atau harta al-hikam. Hehe, gurau je, jangan marah ya Saudaraku Hikmatun dan Saudari Al-Hikam. ;-)

 

Mengikut pensejarahan sepertimana yang diceritakan dalam Firman Allah dalam

Surah Al-Qashash ayat 76 – 82:

 

Sesungguhnya Karun adalah termasuk kaum Musa, maka ia berlaku aniaya terhadap mereka, dan Kami telah menganugerahkan kepadanya perbendaharaan harta yang kunci-kuncinya sungguh berat dipikul oleh sejumlah orang yang kuat-kuat. (Ingatlah) ketika kaumnya berkata kepadanya: “Janganlah kamu terlalu bangga; sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang terlalu membanggakan diri”.

 

Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.

   

Karun berkata: “Sesungguhnya aku hanya diberi harta itu, karena ilmu yang ada padaku”. Dan apakah ia tidak mengetahui, bahwasanya Allah sungguh telah membinasakan umat-umat sebelumnya yang lebih kuat daripadanya, dan lebih banyak mengumpulkan harta? Dan tidaklah perlu ditanya kepada orang-orang yang berdosa itu, tentang dosa-dosa mereka.

 

Maka keluarlah Karun kepada kaumnya dalam kemegahannya. Berkatalah orang-orang yang menghendaki kehidupan dunia: “Moga-moga kiranya kita mempunyai seperti apa yang telah diberikan kepada Karun; sesungguhnya ia benar-benar mempunyai keberuntungan yang besar”.

 

Berkatalah orang-orang yang dianugerahi ilmu: “Kecelakaan yang besarlah bagimu, pahala Allah adalah lebih baik bagi orang-orang yang beriman dan beramal saleh, dan tidak diperoleh pahala itu kecuali oleh orang-orang yang sabar”.

 

Maka Kami benamkanlah Karun beserta rumahnya ke dalam bumi. Maka tidak ada baginya suatu golongan pun yang menolongnya terhadap azab Allah. dan tiadalah ia termasuk orang-orang (yang dapat) membela (dirinya).

 

Dan jadilah orang-orang yang kemarin mencita-citakan kedudukan Karun itu. berkata: “Aduhai. benarlah Allah melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki dari hamba-hamba-Nya dan menyempitkannya; kalau Allah tidak melimpahkan karunia-Nya atas kita benar-benar Dia telah membenamkan kita (pula). Aduhai benarlah, tidak beruntung orang-orang yang mengingkari (nikmat Allah)”.

 

 

Dan akhirnya, Karun dibenamkan ke perut bumi bersama-sama kekayaannya yang melimpah ruah itu. Dan turut diceritakan perihal Karun ini di dalam Surah Al-Ánkabuut ayat 39-40:

 

Dan (juga) Karun, Firaun dan Haman. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka Musa dengan (membawa bukti-bukti) keterangan-keterangan yang nyata. Akan tetapi mereka berlaku sombong di (muka) bumi, dan tiadalah mereka orang-orang yang luput (dari kehancuran itu).

 

Maka masing-masing (mereka itu) Kami siksa disebabkan dosanya, maka di antara mereka ada yang Kami timpakan kepadanya hujan batu kerikil dan di antara mereka ada yang ditimpa suara keras yang mengguntur, dan di antara mereka ada yang Kami benamkan ke dalam bumi, dan di antara mereka ada yang Kami tenggelamkan, dan Allah sekali-kali tidak hendak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.

 

Begitulah asalnya sejarah mengapa harta yang tertanam di perut bumi dinamakan Harta Karun. Kerana harta tersebut adalah harta yang terbenam di perut bumi. Seperimana yang diceritakan di dalam kedua-dua Surah di atas. Semuanya ini adalah sebagai pengajaran buat kita yang masih hidup.

 

 

5 comments September 29, 2008

Harta Karun

Harta Karun. Semua orang pernah dengar. Ceritanya ada emas dan batu permata yang tertanam di serata pelusuk tanah. Menurut sumber lisan yang boleh dipercayai, harta karun merupakan harta tertanam. Dan ada pula penjaganya di kalangan jin.

Penulis tertampil untuk berkongsi cerita berkenaan perihal harta karun ini. Harta Karun ini dikatakan tertanam di merata-rata tempat. Menurut cerita seorang pengamal perubatan tradisional, untuk mendapatkan harta karun bukannya mudah. Perlukan nyawa manusia! Benarkah begitu? Hmm…

Apabila bercerita tentang perkara ghaib ini, banyak yang tidak masuk dek akal. Ada seorang kawan penulis, mendapat harta karun daripada kebunnya. Harta itu telah lama tertanam. Tapi tidak dapat dinaikkan kerana sebab-sebab tertentu. Tapi entah bagaimana harta itu dapat pula dinaikkan oleh kawan penulis tersebut. Emas berketul-ketul dengan batu permata melimpah ruah. Kaya raya jadinya. Yelah jika Allah nak kurniakan rezeki, begitu banyak caranya bukan? Persoalannya sekarang, adakah pengambilan Harta Karun ini kita boleh katakan sepertimana kita melombong emas atau melombong galian di perut bumi? Ada usaha tetapi dengan bantuan jin mungkin. Masih menjadi persoalan.

Petikan akhbar seperti yang dilampirkan adalah berkenaan tarik harta karun secara realitinya yang pernah dilakukan oleh ‘orang-orang pandai’. Kita fikirlah bersama akan kesahihannya kerana pada zaman Kerajaan Nabi Sulaiman AS, jin-jin dikerahkan untuk mencari galian di perut bumi. Malahan kewujudan beberapa tamadun purba yang SUPERB akan binaannya menunjukkan kudrat yang membinanya bukanlah manusia biasa. Pastinya ‘tenaga sesuatu’ yang kuat digunakan. Sekadar bercerita.

Siapa ada pengalaman dialu-alukan menceritakan. Mana tahu silap-silap haribulan di halaman rumah kita tertanam harta karun pula. Wow!

1 comment September 29, 2008


Selamat Membaca!

Ini ialah Clean Dear

September 2008
I S R K J S A
« Ogo   Okt »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

Arkib

kategori

Popular

Kiriman Terbaru

Blog Stats

Tulisan Terbaik

Metamorfosis

Komen Terkini!!!

jef pada Jalan Mengenal Diri: Cara Bapa…
syandre pada Lanjutan Sejarah Atlantis: Tam…
si rahsia pada Jalan Mengenal Diri: Cara Bapa…
Mahmud Shah pada Jalan Mengenal Diri: Cara Bapa…
LAZARUS pada Black Hole vs Sijjin
si rahsia pada Jalan Mengenal Diri: Cara Bapa…
Mahmud Shah pada Jalan Mengenal Diri: Cara Bapa…
Mahmud Shah pada Jalan Mengenal Diri: Cara Bapa…
Mahmud Shah pada Kebenaran dan Keunikan Al…
Mahmud Shah pada Asalnya Minangkabau
lazarus pada Kebenaran dan Keunikan Al…
Shikim pada Asalnya Minangkabau
csepuluh2 pada Jalan Mengenal Diri: Cara Bapa…

Blog Pilihan

Duniawi

Website Pilihan